Hal yang harus dilakukan ketika akun Tokopedia dimoderasi permanen

Makin hari Tokopedia makin mengalami kemunduran, terlebih sejak kompetitornya Tiktok naik daun. Selain karena era bakar-bakar uangnya sudah selesai, ada beberapa kebijakan Tokopedia yang membuat pembeli serta penjual makin enggan belanja di sana kecuali kalau terpaksa banget.

Pada postingan kali ini aku memberikan suatu solusi hal yang harus dilakukan ketika akun Tokopedia dimoderasi permanen.

Alasan pembeli masih belanja di Tokopedia

Membeli barang elektronik

Beberapa orang lebih memilih Tokopedia hanya untuk belanja elektronik dan belanja barang mahal karena mereka memiliki fitur asuransi produk. Selebihnya, mereka akan memilih belanja di marketplace lain yang memberikan free ongkir apabila barang yang dibeli murah karena biaya admin Tokopedia jauh lebih mahal.

Butuh pengiriman instant

Alasan lainnya adalah orang yang membeli biasanya ingin dikirim cepat menggunakan gosend instant/sameday. Bagi seller sendiri, melakukan pengaturan pengiriman instant bisa dengan mudah dilakukan daripada Shopee yang kadang suka error saat buka tutup jasa pengiriman dan Tiktok yang tidak memiliki jasa pengiriman instant.

Customer service dan pusat penyelesaian masalah

Dahulu sistem penyelesaian masalah dan customer service Tokopedia terbaik banget. Bahkan live chat malam hari juga masih online. Sayangnya sekarang pegawai untuk menangani keluhan pelanggan dikurangi. Jam online CS live chat juga berkurang. Sekarang yang masih bisa diandalkan adalah pembeli bisa melakukan komplain tukar barang. Marketplace Shopee tidak bisa, pilihannya hanya pengembalian barang dan dana. Padahal tidak semua pembeli menginginkan uangnya kembali dan hanya perlu ditukar barang apabila menerima barang yang tidak sesuai.

Kebijakan Tokopedia yang berubah

Keluhan dari sisi pembeli

Biaya admin tinggi.
Hal yang paling tidak disukai pembeli adalah biaya admin yang tinggi. Biaya admin Tokopedia lebih besar daripada kompetitornya. Shopee cuma Rp 2000 bahkan Tiktok gratis. Hal ini menyebabkan pembeli malas belanja ika harga barangnya murah tetapi biaya adminnya tinggi.

Tidak bisa menggunakan kupon dobel.
Penggunaan kupon gratis ongkir dan cashback atau diskon lainnya tidak bisa bersamaan. Sistem baru ini sangat tidak disukai pembeli. Akhirnya pembeli pindah ke marketplace lain yang harga produknya sama tetapi bisa mendapatkan gratis ongkir dan masih bisa menggunakan voucher diskon bersamaan.

Keluhan dari sisi penjual

Tidak ada traffic kalau tidak menggunakan iklan topads.
Padahal produk sudah SEO friendly, searchable lah mulai dari judul produk, deskripsi dan foto produk. Tetapi masih saja kalah dengan produk yang diiklankan. Produk kita akan tenggelam di halaman belakang apabila tidak menggunakan iklan topads.

Bonus isi ulang top ads dikurangi.
Sejak September 2023, bonus isi ulang topads dikurangi jumlahnya baik yang isi ulang secara otomatis maupun manual. Kupon voucher isi ulang top ads juga susah ditemukan. Padahal dengan adanya bonus hal itu membuat penjual senang dan mendorong seller untuk rajin membeli iklan. Menggunakan iklanpun juga tidak menjamin traffic akan gacor seperti dulu, apalagi sekarang biaya iklan tambah malah dan sedikit bonus. Jadi banyak seller yang akhirnya pasrah tidak mau beriklan lagi.

Tokopedia dimoderasi permanen

akun Tokopedia dimoderasi permanen

Berawal dari laporan palsu yang ditujukan kepada produkku mengakibatkan akun Tokopediaku dimoderasi permanen. Aku sudah melakukan sanggahan seperti petunjuk yang diinfokan CS Tokopedia dengan mengirimkan 3x email kepada pelapor. Tetapi sampai saat ini email yang aku kirim kepada pelapor tidak ditanggapi.

Pihak Tokopedia juga tidak double crosschek dan melakukan pengecekan manual, hanya mengandalkan robot AI dan sweeping berdasarkan judul tanpa dilihat lagi konteksnya. Hal ini sangat merugikan seller, tapi mau bagaimana lagi susah berdebat dengan Tokopedia.

Hal yang harus dilakukan ketika akun Tokopedia dimoderasi permanen

  1. Withdraw semua uang hasil transaksi.
  2. Membuat banner pengumuman di halaman dekorasi toko. Banner tersebut tertulis bahwa toko pindah ke akun baru (sebutkan link/URL toko baru) dan berikan nomor telpon/WA untuk fast respon. Apabila ada pelanggan yang mengunjungi halaman toko, maka mereka bisa membaca pengumuman tersebut.
  3. Broadcast message ke pelanggan melalui broadcast Tokopedia yang menyatakan toko sudah pindah (misal ke marketplace lain) dan sertakan no WA yang bisa dihubungi.
  4. Download semua data penjualan untuk menganalisa produk apa saja yang laku terjual selama toko aktif.
  5. Download semua data produk yang berisi informasi dasar (deskripsi, foto, video, kondisi, min. pemesanan, PreOrder, dan asuransi pengiriman), agar bisa dipindahkan ke marketplace lain.
  6. Download sekaligus semua link gambar produk dari tokopedia menggunakan extension chrome “Tab Save”.
  7. Broadcast Whatsapp ke pelanggan sekaligus menggunakan tools/software WA SENDER. Informasikan kepada pelanggan bahwa toko pindah dan ajak mereka menyimpan nomer WA toko agar bisa melihat WA Story yang berisi promo atau update produk terbaru.

Basis Data Pelanggan Tokopedia

Tokopedia memang tidak memperbolehkan menampilkan data pelanggan dalam laporan yang didownload. Untungnya sejak 2021 aku sudah rajin mencatat data customer secara manual yang berisi nama, nomer telpon dan alamat mereka sehingga jika terjadi akun dibanned sewaktu-waktu aku tidak akan mulai lagi dari nol karena sudah mempunyai data pelanggan.

Pencatatan ini mungkin akan menyusahkan apabila order toko kamu bisa ratusan atau ribuan per hari. Tapi hal itu sebanding dengan hasil yang didapatkan yaitu memiliki basis data pelanggan sendiri yang “dicuri” dan tidak diberikan oleh Tokopedia.

Pindah ke Shopee atau Tiktok

Sekarang jaman dimana semua orang harus melakukan live streaming agar produk yang dijual laku. Gunakan kesempatan ini untuk mencoba hal baru mumpung kompetitor Tokopedia sedang bakar-bakar uang dengan memberikan diskon untuk membeli secara live.

Kesimpulan

Aku sebenarnya sudah prepare jauh-jauh hari kalau toko suatu saat bisa dibanned permanen. Karena tidak ada yang abadi di dunia ini, entah karena kesalahan sendiri atau karena perusahaannya marketplacenya bangkrut. Jika saat ini tokomu di Tokopedia atau marketplace lain masih baik-baik saja, ada baiknya memiliki database pelanggan sendiri dengan rajin mencatat data penjualan dan data customer secara manual.

Apa yang kamu lakukan ketika akun Tokopedia dimoderasi permanen?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like