Penyebab Produk Print On Demand Kurang Laku Terjual

Tidak terasa sudah 12 tahun aku berjualan produk print on demand. Maksudnya bagaimana sih? Jadi waktu 10 tahun lalu ada teknologi bernama DTG (direct to garment) yang memungkinkan kira menyablon gambar langsung di kaos dengan printer. Yap, prosesnya semudah kita mencetak gambar di kertas.

Ada beberapa kekurangan dan kelebihan berjualan produk POD atau print on demand di marketplace. Aku akan membahasnya beserta alasan mengapa produk POD-mu kurang laku terjual di pasaran.

Teknologi DTG baru aku ketahui saat ada beberapa orang membuat workshop untuk mendulang dollar dari salah satu marketplace online terbesar di Amerika dengan cara berjualan barang-barang yang dibuat berdasarknan pesanan seperti kaos, mug, jam tagan, dll.

Ketika kamu ingin mencari income tambahan dengan berjualan produk print on demand secara mandiri dan bekerja sendiri, maka kamu tidak perlu idealis kalau ingin mendapatkan keuntungan yang banyak.

Print Kaos DTG

Alasan mengapa produkmu kurang laku terjual

Membuat produk untuk target dewasa

Sangat disayangkan, orang dewasa itu adalah kaum yang bisa berfikir kritis. Mereka tidak butuh beli pakaian baru setiap bulan (jika produk POD yang dijual adalah pakaian). Berharap penjualan akan kencang untuk target market dewasa adalah hal yang sulit walaupun tetap masih mungkin dilakukan.

Idealis dalam mendesain

Kalau kamu orang yang idealis, maka akan lebih susah mencari orang yang sefaham denganmu yang mau membeli produkmu.

Variasi warna produk yang terbatas

Sering kali aku melihat warna produk yang dijual hanya putih, hitam, abu-abu. Ya.. warna-warna aman yang bagiku membosankan. Ini kan produk POD, jadi berkreasilah dengan menambah variasi warna produk yang beragam.

Saran agar produkmu lebih laku terjual

Membuat produk untuk target anak-anak

Anak-anak adalah makhluk yang cepat tumbuh besar. Berbeda dengan orang dewasa. Jika kamu berjualan pakaian, maka anak-anak akan membutuhkan banyak pakaian untuk dipakai setiap tahun. Orangtua yang membelikan barang untuk anaknya cenderung tidak “mendang-mending” karena ada unsur psikologis. Asal anak senang, mereka akan membelikannya. Minimal 1 produk pasti akan terjual. Quantity produk yang terjual akan bertambah jika anak-anak mempunyai saudara, karena tidak mungkin orangtua hanya membelikan satu barang saja apabila punya dua atau tiga anak.

Mendesain produk yang disukai anak-anak

Cari tahu karakter apa yang saat ini sedang trend dikalangan anak-anak. Tidak susah kok mencarinya, tanya saja anak-anak di sekitarmu. Misalnya apa gama favorit mereka, kartun yang sedang mereka tonton, dll

Variasi warna produk yang banyak

Menjual produk anak-anak harus berani memakai banyak warna yang colorful dan tidak monoton. Ketika kamu berjualan produk POD kaos anak-anak tetapi pilihan warna kaos yang kamu buat hanya hitam dan putih maka secara otomatis produkmu tidak memiliki daya tarik. Buatlah desain POD dengan banyak warna yang lagi trend saat ini misalnya tahun 2021 kemarin trend warna lilac atau ungu muda, 2022 adalah trendnya warna fushia atau pink tua. Tahun ini mungkin tema “sad beige kids” atau warna bumi akan mengalami masa jaya sehingga bersiaplah untuk banyak membuat produk dengan warna gender netral seperti warna putih, coklat, krem, beige, dll.

Setelah faktor internal dari produkmu diperbaiki, selanjutnya kamu harus menghutung HPP produk yang benar sehingga ada budget untuk beriklan di marketplace dan membuat voucher diskon untuk pelanggan setia.

Itu tadi alasan mengapa penjualan produk POD yang kamu jual kurang begitu laris dan tips bagaimana cara ‘banting stir’ agar penjualan 2023 bisa lebih banyak. Semoga tahun 2023 ini kita semua bisa mendapatkan cuan yang banyak.

Berjualan produk POD secara dropship benar-benar menyenangkan. Karena kita hanya butuh modal desain yang bisa dibuat saat kita senggang. Apabila ada pejualan, kita hanya tinggal setor master file kepada supplier POD dan mereka yang akan mengerjakan sisanya seperti mencetak, packing dan mengirimkan kepada agen kurir. Kerja bisa dimana saja dan kapan saja.

9 comments
  1. Setuju banget, Mba. Ada temen di Pekanbaru yang bisnisnya bidang ini juga. Asli open minded banget. Dan variasinya rupa rupa warnanya ngalahin balonku. Udah gitu desainnya, yaampun lucu dan kiyowo sekali. Tida ada batasan umur juga jadi salah satu hal yang harus dipertimbangkan ya..

  2. Product print on demand ini bisa jadi laku terjual kalau kita udah tau mau nyasar ke market mana sebenernya. Misalnya kita bisa aja fokus ke temen-temen yang suka Kpop kita bisa kerja sama dg salah satu mereka untuk bisa bikin produk yang berbau kpop.

  3. Saya sangat sepakat perihal bisnis POD ini karena kita tidak perlu bekerja dibawah naungan perusahaan, jadi bisa bebas berkreasi sesuai apa yang kita atau pelanggan inginkan, kita juga tidak perlu terlalu idealis untuk mencari keuntungan yang lebih, banyak sekali anak anak muda yang menggunakan jasa ini

  4. Yup, jangan mudah menyerah. Kalau tidak laku coba alternatif lain yang sesuai dengan kondisi terkini dengan membidik segmen pasar yang lebih menjanjikan. Pasar anak-anak dengan pilihan banyak warna warni dan desai yang eye catching itu termasuk ide yang bagus..

  5. Pasar anak anak emang menjanjikan karena anak anak suka barang barang lucu.. makanya koleksinya gak cuman satu.. apalagi kalo udh suka karakter tertentu, tinggal pemilik usaha kreatif ajaaa

  6. Kereen banget Kak berarti punya mesinnya lengkap ya?
    Kalo orang jaman dulu nyebutnya sablon padahal teknologinya beda jauh ehh.

    Dulu daku juga nerima print on demand dan baru tahu kenapa sepi pesanan, ternyata kudu nyasar anak2 ya apalagi buat seragam klub atau ekskul anak2 pasti closingnya banyak.

    Tapi dulu bikinnya tuh ngeprint di kertas (lupa namanya) lalu disetrika di atas kaosnya gitu, jadi semi manual prosesnya.

  7. Tahun ini, saya merasakan langsung proses memesan dan mencetak kaos reuni sma dg teknologi ini.
    Ada lucunya juga. Banyak yang mikir, nyetak kaos reuni itu pake stok atau banyak contoh jadi. Dikira mirip seperti toko pakaian biasa.
    Namanya reuni sekolah, siapa juga yg bakal beli kalo stoknya banyak atau di semua ukuran kaos :D

  8. kalo dalam bisnis, terkadang idealis itu juga gak bagus yaa, Mba. Apalagi saat ini persaingan bisnis gak bisa dielakkan jadi kita harus menyesuaikan dengan keinginan pasar

  9. wah saya baru tahu nih usaha POD ini. berarti yang punya usaha harus jago gambar dong, mbak biar punya desain yang unik terus buat produknya. saya malah kepikiran mau pakai gambar karya anak saya buat diprint di kaos gitu. hihi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like