Pengalaman Buruk Ketika Hardisk Eksternal Rusak

Pernah nggak kamu kehilangan data yang sangat penting dan sayangnya tidak bisa kamu dapatkan kembali? Pengalaman kehilangan data di hardisk external ini mau aku bagikan ke teman-teman semua.

Penyebab Hardisk External Rusak

Beberapa hari lalu aku mendapatkan musibah yang rasanya bikin jengkel. Jadi karena kapasitas hardisk laptopku terbatas, akhirnya aku menggunakan hardisk external sebagai cadangan tempat aku menyimpan file gambar produk yang akan dicetak untuk membuat kaos. Selain itu HD external itu juga berisi file backup dari laptopku yang lama yang telah rusak, plugin-plugin premium, master installer software, backup foto di handphone, dll.

Suatu hari, saat aku sedang menggunakan meja kecil khusus laptop, hardisk tersebut jatuh ke lantai. Jatuhnya juga tidak sengaja karena kesengol. Nggak disangka ternyata hari itu adalah saat HD externalku yang mereknya T menemui ajalnya. Hardisk itu aku beli tahun 2017 dan baru aktif digunakan tahun 2020.

Solusi Memperbaiki HD External yang Terjatuh

Aku dan suamiku mulai mencari cara kenapa benda ini tidak terbaca di laptop.

1. Menggunakan Kabel Data dan Laptop yang Berbeda

Cara pertama adalah mencoba menyambungkan HD eksternal menggunakan kabel data berbeda dan bukan bawaan dari HD merk T ini di laptop lain, dan hasilnya nggak bisa terbaca juga.

2. Memukul Ringan Putaran Hardisk

Kamu tau TV jaman dulu yang tidak mengeluarkan gambar kalau dipukul maka secara ajaib akan menampilkan gambar kembali? Nah, cara kedua ini aku coba. Pada saat Hardisk sudah dibuka dari wadah luarnya, kemudian disambungkan ke laptop, secara perlahan tapi mantap aku coba pukul bagian tengahnya. Ini teori dimana ketika barang yang jatuh dan macet, maka ketika dipukul kedua kalinya maka akan kembali seperti semula. Beberapa orang menggunakan cara ini dan akhirnya berhasil. Sayangnya cara ini tidak berhasil saat aku coba.

3. Menaruh di Freezer dan Memukulnya Kembali

Solusi kedua yang ditawarkan temennya suamiku adalah menaruh di freezer dalam keadaan terbungkus plastik selama 1-2 jam, setelah itu kembali dipukul sehingga piringan HD bisa kembali terbaca. Cara ketiga juga tidak berhasil.

4. Membawa Ke Tempat Service Dan Data Recovery HD External.

Akhirnya cara terakhir yaitu membawa hardisk T ini ke tempat service. Orang di tempat service itu mengatakan jika gagal maka tidak perlu bayar. Akhirnya hari sabtu aku kirim HD tersebut ke alamatnya dan akan dikabari lagi dalam 1-2 hari. Kalau berhasil bayar 1 juta. Bagiku gak masalah 1 juta untuk bisa menyelamatkan data, walau HDnya rusak dan tidak bisa dipakai lagi. Datanya lebih penting. Cara ini sudah benar dan jadi harapan terakhir. Sayangnya tempat servicenya tidak bisa memperbaikinya alasannya piringan rusak.

Biaya Bongkar Hardisk Yang Mahal

kumpulan hardisk rusak
kumpulan hardisk rusak

Beberapa tempat sudah coba ditanyakan perihal bisa tidak menyelamatkan data di hadrisk eksternalku ini. Kapasitas HDnya sih memang 1 Terra, tetapi isinya nggak sampai setengahnya. Aku inget banget soalnya aku sering ngecek.

Ada biaya bongkar dan pemeriksaan Hardisk Eksternal sebesar Rp 200.000 – Rp 350.000 kalau gagal yang menurutku kemahalan. Bayangkan, barang sudah dikirim jauh-jauh ke Bandung atau Jakarta dan mereka bisa menyanggupi bisa. Sampai sana mereka berkata, gak bisa diambil datanya tapi tetap minta 200ribu. WTH. Mana bisa percaya aku, bisa aja mereka males ngerjain karena dianggap bukan data penting. Dengan berkata “hardisknya rusak parah, nggak bisa” gitu saja mereka bisa dapat 200ribu tanpa bersusah payah. Enak banget ya.

Seumpama sudah dibuka dan diperiksa lalu gagal sih seharusnya tidak usah bayar. Atau ketika harus membayar pun nggak mahal banget, 25ribu misalnya. Ya tidak apa-apa. Tapi kalau ‘ongkos bongkar HD’ saja harganya setengah dari harga beli HD baru ya kebangetan menurutku.

Hardisk T yang Ringkih

Dari beberapa pengalaman dan testimoni para tukang servis HD External dan recovery data, Hardisk yang aku gunakan ini sering bermasalah. Aku juga merasa aneh sih, padahal saat terjatuh dari tempat yang rendah, tidak ada kerusakan lecet, hardcase hardisk yang kuat dan tebal dan ada pelindung karet di setiap sisinya. Kenapa kok bisa langsung rusak hanya dalam sekali jatuh? Ini baru pertama kali kejadian.

Setelah itu di tempat recovery data juga hardisk dengan tipe yang sama milikku ini tidak berhasil direcovery. Aku jadi menyesal sudah membeli merk ini. Padahal beberapa tahun lalu merk ini sangat populer.

Di marketplace, merk hardisk ini dijual dengan harga murah yang tidak masuk akal. Tetapi ketika digunakan, ternyata rusak dan penjualnya tidak bertanggung jawab. Entah memang karena penjualnya tidak jujur atau bagaimana. Logika aja, hardisk eksternya 1TB paling murah harganya 650 ribu, ini hanya dijual setengah harga. Sungguh mencurigakan, ya nggak?

Tetapi saat tahun 2017 aku membeli hardisk ini dengan harga wajar, original di penjual online yang memiliki reputasi bagus. Entah mengapa tahun 2021-2022 ini reputasi produk ini jadi tidak bagus.

Berhubung aku tidak bisa menceritakan banyak keburukan dari merk hardisk ini, makanya sampai disini saja dulu. Pasti kamu sudah tau ini merk apa dan gampanglah dicari. Karena produsen merk hardisk eksternal yang dijual di Indonesia cuma sedikit, hanya ada 4 saja.

Jangan Membeli Hardisk Dengan Kapasitas Besar

Satu lagi pengalaman berharga dari kejadian ini adalah tidak membeli hardisk dalam kapasitas besar melebihi 1TB. Jika butuh backup fisik ke HD eksternal, belilah beberapa hardisk yang kapasitasnya lebih kecil, jangan langsung 4TB walaupun selisih harganya sedikit. Karena pada saat hardiskmu rusak, biaya recovery datanya seharga 4-5x lipat dari harga hardisk itu sendiri.

Hard disk eksternalku yang cuma 1 Terra Bytes saja jika berhasil direcovery normalnya menelan biaya 2-4 juta rupiah. Kalau itu data perusahaan sih tidak apa-apa ya, biaya nggak jadi masalah. Nah aku sebagai ibu rumah tangga, sangat masalah sekali dengan biaya segitu.

Selalu Gunakan Cloud Berbayar

Sebenarnya aku sudah menggunakan cloud sejak 2010 yang gratisan. Beberapa bulan lalu aku memutuskan berlangganan Google Drive yang 100 GB dan sudah berhasil meletakan beberapa file master gambar di sana. Namun sebelum musibah itu terjadi, ada beberapa file yang belum sempat aku pindahkan ke MyDrive.

Aku menyesal banget, seandainya saat itu aku segera mensinkronkan fileku ke Google Drive mungkin ketika kejadian hardisk eksternalku rusak karena jatuh aku nggak akan sesedih ini. Semua kerja kerasku selama bertahun-tahun ada di sana, rasanya mau ikhlas juga masih setengah hati.

Mungkin setelah ini aku akan berlangganan Google Drive yang 2TB untuk backup seluruh data-dataku di laptop. Kalau masih kecolongan juga misalnya email dihack, ya udah wassalam deh pasrah. Kalau kata orang jawa, mungkin wes wayahe apes.

Kesimpulan

Jika aku mau mendapatkan data dari Hard disk-ku kembali, aku harus siap mengeluarkan biaya 1,5-3 juta rupiah. Nah pertanyaannya, sebanding nggak dengan isi filenya?

Hal yang aku takutkan adalah, ketika customer memesan produk dan file gambarnya ada di sana itulah yang aku takutkan. Mau tidak mau aku harus menolak pesanan mereka. Tapi kalau aku mengeluarkan uang 3 juta rupiah, apakah akan balik modal?

Kesimpulannya.. untuk saat ini aku akan ‘mencoba’ ikhlas kehilangan semua data di HD itu, termasuk foto-foto di dalamnya. Jika ada customer yang memesan dari file yang hilang tersebut, aku akan coba menolaknya dan mengarahkan untuk memesan produk yang lain.

Semoga kejadian serupa tidak terjadi pada teman-teman yang lain. Terima kasih sudah membaca.

5 comments
  1. Ini sebabnya kenapa aku tidak mau pakai harddisk eksternal. Karena aku tidak punya kemampuan menjaga barang dari jatuh. Pasti ada aja masalah diri kita kurang waspada dalam meletakkan barang.

    Aku sudah 2 tahun ini langganan Google One. Rasanya milikku itu masih 100 GB deh, baru terisi separuhnya. Untukku yang kurang telaten menjaga barang, virtual drive ini membantu sekali.

  2. Wahh belinya maksimal 1TB aja yaa, hardisk eksternalku 2TB nih. Jadi was-was nih kalo rusak soalnya isinya adalah koleksi drama korea dan film indiaku semua ada di dalam situ

  3. aku pernah berpengalaman tentang harddisk external yang corrupt semua data ga bisa dibuka lagi dan seketika aku panik. sekarang aku nyimpannya di drive google aja

  4. Hal yang paling aku wanti2 selalu nih, hardisk yg rusak gini. Soalnya pernah kejadian di aku, laptopnya mati total plus hardisknya ikut rusak jga sehingga data2 di sana hilang waktu itu. Jadi benar2 berhati2 memakai alat elektronik ini yaa…

  5. gpp mbak kalau film korea atau india. masih bisa didonlot lagi. yang nyesek itu kalau ada foto ibu bapak yang sudah meninggal atau foto anak-anak yang masih kecil. wah udah gak bisa terulang lagi momennya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like