Pencopetan HP dan Dompet di Angkot Tangerang

Berikut adalah pengalamanku yang kecopetan di angkot R01 Tangerang Jl. Benteng Betawi. Bagaimana modus mereka, ciri-ciri pelaku dan apa yang harus dilakukan setelah kecopetan.

Ulah copet di angkot di Kota Tangerang sudah jadi pembicaraan diantara para pengguna transportasi umum. Ironisnya supir sudah banyak yang tahu namun tidak berani berbuat apa-apa dan cenderung seperti membantu komplotan copet tersebut. UPDATE 2023: Aksi pencopetan di angkot Kota Tangerang masih ada. Mohon bantuan bapak-bapak di kepolisian untuk menangkap pelakunya.

DISCLAIMER:

Kalau anda pencopet dan membaca tulisan ini, siap-siap ya pakai baju oranye tulisan “TAHANAN”. Karena saya sudah melaporkan kalian ke SATRESKRIM Polres Metro Kota Tangerang.

Buat para korban yang baru menemukan artikel ini, tolong dengan amat sangat SEGERA LAPOR ke Polres Metro Tangerang agar kawanan pencopet ini segera ditindak. Jika banyak laporan resmi yang masuk, kawanan ini dengan mudah diciduk. LAPOR KE POLRES ITU GRATIS!

Pencopetan HP di Angkot Tangerang R01 Jl. Benteng Betawi

Pencopetan HP dan Dompet di Angkot Tangerang
sumber: About Tangerang Pencopetan HP dan Dompet di Angkot Tangerang

Waktu kejadian:

Biasanya pencopetan terjadi pk. 09.00 – pk 14.00 WIB disaat angkot sepi dan jarang ada yang naik.

Target korban:

Perempuan, anak sekolah, lansia.

Area:

Biasanya para pencopet di angkot jurusan Kalideres-Serpong mereka mulai beraksi di jln. Metreologi dekat LP pemuda dan kehakiman kota Tangerang. Selain itu mereka juga suka beraksi Jln. Benteng betawi-arah terminal poris pelawad. Kalau pengalamanku adalah angkot 01 dari Terminal Poris.
BSD setelah Teras Kota. wilayah itu juga suka jadi tempat perak si para pencopet.

Baca Juga:  Pengalaman Hidup Sebagai Seorang Thalasemia Minor

Ciri-ciri terduga komplotan pencopet di angkot Tangerang:

Pria 1:
Badan gemuk, tinggi sekitar 160cm, kulit gelap, rambut pendek, pakai baju jelek warna hitam, celana pendek. Usia sekitar 20-30 tahunan.

Pria 2:
Badan kurus, tinggi sekitar 160cm, rambut pendek botak bagian depan, pakai kemeja kota-kotak, celana panjang, memakai ransel, memakai kacamata. Usia sekitar 30-40 tahunan. Terlihat seperti pekerja kantoran.

Pria 3:
Badan kurus, tinggi sekitar 160cm, rambut pendek, pakai kemeja, celana panjang, memakai ransel, Usia sekitar 30-40 tahunan. Terilhat seperti pekerja kantoran. Selalu memilih duduk di belakang supir.

Cara Copet di Angkot Beraksi:

Angkot awalnya hanya terisi 1-2 orang penumpang. Lalu naik pria 1 duduk di depan korban. Tidak beberapa lama naik penumpang pria 2 duduk di samping pria 1. Tidak jauh naik lagi penumpang pria 3 duduk di sebelah korban.

Tidak lama pria 1 meludah di dalam angkot, pura-pura muntah. Pria 2 mendesak korban untuk memberikan tissue. Akhirnya mau tidak mau korban membuka tasnya. Disaat lengah itulah pria 2 pindah tempat duduk ke samping korban dan mulai beraksi.

Tidak lama setelah menerima tissue, pria 1 turun. Pria 2 dan pria 3 pindah tempat dudu di seberang korban dan duduk bersamaan. Saat itulah Handphone yang diambil pria 2 diserahkan ke pria 3.

Modus Copet di Angkot Tangerang

Pura-pura menawarkan jasa pijat

Disini pencopetnya berkelompok skitar 3 orang/ lebih. Biasanya salah satu pencopet menewarkan selebaran yang bertuliskan jasa pijat tradisional. Lalu dia akan mencoba mepraktekan memijat-mijat targetnya.

Baca Juga:  Pembantu Cuci Gosok vs Laundry Kiloan

Menuhin angkot yang sedikit penumpang

Sang pencopet mengincar angkot yang penumpangnya sedikit. Lalu angkot tersebut diisi oleh komplotan pencopet tersebut sampai penuh. Biasanya mereka naik tidak berbarengan. Mereka naik sendiri-sendiri dengan jarak naik yang tidak begitu jauh.

Pura-Pura Muntah

Salah satu pencopet menyuruh kita membuka kaca mobil dengan alasan kepalanya puyeng dan mau muntah. Lalu tidak berapa lama pencopet tersebut muntah-muntah dan muntahnya suka diarahkan ke calon korban atau penumpang lain di sebelahnya.

Cara menghindari copet

Jika anda menemukan orang-orang dengan ciri-ciri di atas, 3 orang yang naik secara berurutan.. segera amankan tas anda dan SEGERA TURUN. Saya sebenarnya sudah feeling tidak enak dan ingin segera turun. Namun sayangnya kecepatan tangan pencopet itu lebih cepat. Saya baru sadar ketika turun dari angkot dan angkot buru-buru melaju pergi tanpa peduli korbannya membayar ongkos atau tidak.

Apa yang harus dilakukan ketika sadar dicopet:

  1. Telpon call center provider SIM Card yang dipakai. Minta blokir kartu secepat mungkin.
  • Telkomsel – 188 / 0807-1811-811
  • XL Axiata – 817 / 021-57959817
  • Indosat – 185 / 021-3000-300
  • Tri – 132 / 0896-44000-123
  • Smartfren – 888 / 088-1122-3344
  1. Login ke Google Find My Device, lakukan Secure Device dengan mengisi PIN agar HP terkunci otomatis dan Erase Device agar semua data-data di HP hilang dengan factory reset jarak jauh. Jika handphone terkoneksi dengan aplikasi samsung, segera lock dan temukan pergkat dengan fitur smartthingsfind.
  2. Jika whatsapp terhubung dengan laptop bisa menjadi nilai plus. Segera buat pengumuman untuk mengeluarkan anda sementara dari Grup dan apabila ada yang mengaku-ngaku anda mengirim file APK, foto buram dan meminta transfer uang mohon jangan percaya atau diabaikan saja.
  3. Ganti semua password email, sosmed (facebook,instagram,tiktok,twitter dll), akun e-commerce (tokopedia/shopee/lazada/blibli), transportasi online dan online travel agent.
  4. Segera lapor ke polisi dengan membawa KTP, copy KK, Dus HP dan nota pembelian. Disini pentingnya untuk selalu menyimpan dus beserta nota pembelian handphone.
Baca Juga:  Akun Amazon Affiliate Tiba-Tiba Ditutup

Prosedur Lapor Ke Polisi Setelah Kecopetan

Saya sarankan untuk segera melapor ke POLRES di kota kalian ya, dalam hal ini yang terdekat POLRES Metro Kota Tangerang. GRATIS tidak dipungut biaya. Jadi hilangkan anggapan kalau lapor polisi itu percuma. TIDAK!

Pergi ke kantor Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) untuk laporan minta surat kelilangan surat-surat (KTP/SIM) apabila dompet yang dicopet. Apabila Handphone yang dicopet, pergi ke RESKRIM untuk membuat laporan pencurian. Nanti di sana anda bisa menceritakan kronologi kejadiannya. Dus HP dan nota pembelian akan disimpan sebagai barang bukti.

Polisi memiliki alat khusus untuk melacak Handphone berdasarkan imei dan kerja sama dengan provider. Sebenarnya mudah untuk mencarinya.

Tetapi saya juga ikhlas apabila barang tidak ketemu. Setidaknya komplotan pencopet yang sering beraksi di kota Tangerang ini segera ditindak. Kebanyakan korban adalah anak sekolah dan lansia yang pasrah. Saya harap masyarakat Tangerang mau bekerjasama untuk MELAPOR LAGI kepada POLISI apabila ada kejadian serupa. Sampai benar-benar kriminalitas di Tangerang TIDAK ADA.

Kesimpulan

Pencopetan di angkot Tangerang selain merugikan masyarakat, juga merugikan supir angkot (pendapatan berkurang) karena masyarakat tidak mau naik angkot lagi karena tidak aman. Jadi tolong kerjasama untuk pada supir angkot Kaliederes-Serpong dan Poris Plawad-Bitung untuk segera lapor ke POLISI apabila mendapat ancaman dari komplotan pencopet dan mengetahui penumpangnya sedang dicopet.

Sumber:

4 comments
  1. Paling ngeri kalau kecopetan apalagi barang2 yg penting. Aku udh parno skrg naik angkot kak. Mending naik ojek online.

    Semoga ga ada lagi yg kecopetan ya karena pelakunya tertangkap. Jadi ini sindikat dan kerjasama dengan supirnya?

  2. Dampak panjang dari kasus kriminalitas tuh yaa.. begini.
    Butuh banget naik angkot, tapi orang merasa gak aman dan jadi lebih baik naik ojol yang meskipun mahal sedikit, tapi sampai ke tempatnya langsung.

    Aku sedih abnget baca nasib Pak Angkot.
    Dan semoga oknum atau pelaku pencopetan segera diringkus pihak yang berwajib agar tidak ada korban lagi.

  3. Hiks aku baca sampai akhir sedih gemes dan gregetan mbak. Aku pernah kecopetan tapi di are tempat makan.

    Betul sekali kecepatan tangan si pencopet atau mungkin lebih tepatnya pencuri kala itu sat set ya. Akhirnya dompet dan isinya lenyap. Namun yg aku syukuri adalah alhamdulillah masih bisa nyelematin yg lain.

    Nah urusan lapor melapor rasanya aku orang yanh cukup nemiliki trust issue dg bapak2 berseragam coklat itu . Atau jangan2 mindsetku terlalu memberi stigma bahwa dilaporin pun belum tentu ketemu hanya di catat aja.

    Duh aku terlalu suudzon ya. Tapi begitulah adanya. Padahal betul sekali dampaknya juga berimbas pada sisopir ya. Kasiha n

  4. gemes banget, aksi pencopetan gini masih ada. Semoga segera ketangkep tu copet.
    Dulu zaman saya masih kuliah, pernah kecopetan juga. Tapi bukan di angkot sih, tapi bus antar kota. Hape sama dompet ilang…
    Kita memang harus lebih hati-hati dan waspada saat naik kendaraan umum.

Comments are closed.

You May Also Like