Memelihara Kucing Jaman Sekarang

Semenjak aku bayi hingga kuliah, rasanya hampir tidak pernah berjauhan dengan kucing. Ya, dikeluargaku suka memelihara kucing lebih tepatnya kucing ras kampung. Aku ingat betul saat SMA, setiap subuh kucing-kucingku selalu ndusel dekat jempol kaki untuk membangunkanku. Atau ketika almarhum papaku di rumah dan cuma memakai kaos dalam, kucingku selalu minta pangku dan ngempeng dengan cara mengisap2 kaos tsb sampai basah. Sangat menyenangkan punya peliharaan di rumah.

Sayangnya semenjak aku menikah, suamiku tidak mengijinkanku memelihara kucing dengan alasan takut terkena toxo dan tidak bisa memiliki anak. Akhirnya aku mengalah hingga anak-anakku besar atau saat aku memutuskan untuk tidak hamil lagi.

Sekarang semua kondisi terpenuhi, anak-anakku sudah besar dan aku pun sudah tidak ingin hamil lagi, aku ingin memelihara kucing lagi. Namun beberapa kali membuka curhatan para cat lover di twitter tentang kucing mereka, aku jadi kepikiran “semahal itukah memelihara kucing jaman sekarang?”

Pengalaman Memelihara Kucing

kucing ras biasanya lebih sering berada di rumah dan rawan dicuri orang jika berkeliaran di luar.

Makanan Kucing Jaman Dulu

Semenjak aku umur 10 tahun, aku selalu melihat eyang dan tanteku memberi makan kucing peliharaan mereka dengan ikan pindang yang dicampur dengan nasi. Kucing-kucing mereka makan dengan lahap dan mereka tumbuh dengan baik. Sesekali tanteku memberikan kucing-kucingnya dry food yang bentuknya mirip sereal yang biasa kami sebut klethikan sebagai snack. Tanteku hanya melakukan steril kepada kucingnya yang betina agar dia tidak melahirkan terus.

Karena berbekal melihat cara yang seperti itu, aku pun menirunya. Biasanya ART di keluarga kami selalu memberi makan kucing-kucing di rumah 2x sehari dengan ikan pindang marning yang dicampur dengan nasi hangat. Kalau ikan yang digunakan misalnya diganti dengan jenis lain atau nasi yang digunakan nasi kemarin atau nasi dingin, kucingku nggak mau makan. Persis banget seperti manusia. Aku juga tidak pernah memberikan vaksin kepada kucingku karena tahu sendiri kan uang jajan anak sekolah itu tidak banyak.

Makanan Kucing Jaman Sekarang

Berbeda dengan kucing jaman dulu, kucing jaman sekarang lebih eksklusif walaupun sama-sama ras kucing kampung. Makanan kucing yang berupa dry food harganya lebih mahal daripada makanan ownernya ☹ Padahal dry food itu bagiku adalah snack, tapi bagi yang benar-benar cat lover itu adalah makanan utama. Belum lagi makanan bentuk sachetan yang biasanya dijilat2 oleh si meong sebagai snack.

Vaksin Kucing

Jangan lupakan jadwal vaksin ke vet setiap beberapa bulan sekali, yang dimana jika kucing sekali disuntik sama seperti harga vaksin manusia. Busyeeet… anak-anakku aja cuma dapat imunisasi dasar yang gratisan dari posyandu.

Bagaimana kalau punya kucing betina? Siap-siap menyiapkan dana tambahan untuk mengebiri jika ingin kucingnya tidak hamil beberapa kali dalam setahun.

Misalnya, biaya steril kucing betina umumnya memiliki kisaran harga antara Rp450.000 hingga Rp1.000.000. Sementara itu, biaya steril kucing jantan berkisaran antara Rp300.000 hingga Rp500.000.

~ sumber: 99.co

Beberapa cat lover di juga bercerita kalau biaya perawatan kucingnya bisa mencapai jutaan rupiah per bulan.

Aku jadi bertanya-tanya, apakah emang harus seribet ini memelihara kucing kampung jaman now? Cukup memberikan mereka makan 2x sehari makanan manusia dan membiarkan mereka bebas bermain sampai sore lalu ketika malam kucing-kucing itu pulang dan tidur di rumah seperti kucingku dulu?

Pro Kontra Memelihara Kucing

Salah satu alasan yang bikin maju mundur ketika ingin memelihara kucing ya itu tadi, masalah biaya. Jika dulu aku memelihara kucing dengan biaya yang masuk akal, maka memelihara kucing yang benar menurut standar cat lover sekarang ya kurang lebih sama seperti biaya memiliki anak.

Beberapa pertimbangan lainnya saat memutuskan memelihara kucing:

  • Jika pergi ke luar kota, maka ada biaya yang dikeluarkan untuk menitipkan kucing di pet hotel.
  • Sofa akan cepat rusak karena sering kena cakar kucing.
  • Ikan koi di rumah bisa stress dan mati karena digodain kucing.
  • Rumah akan terbiasa dengan bau pesing dan bau tai kucing.
  • Kucing yang sering berkeliaran keluar rumah rawan terkena penyakit apabila tidak divaksin, terlebih lagi sekarang masih wabah corona. Walaupun belum ada bukti bahwa virus corona bisa menular melalui perantara kucing.

Kelebihan memelihara kucing:

  • Ada teman saat sendirian di rumah sendiri, terlebih lagi ketika anak-anak sekolah dan suami bekerja.
  • Ada hewan yang bisa diajak bercanda dan mengerti perasaan ownernya.

Jadi, menurutmu gimana? Apakah kamu bisa memberikanku saran agar aku bisa tetap memelihara kucing, ataukah lebih baik aku mencari uang dulu yang banyak agar bisa memelihara kucing dengan benar?

9 comments
  1. Wahhh aku juga sampai sekarang sepertinya masih memberikan makanan yang ikan dicampur dengan nasi sih, karena di belitung pulau ikan yaa udah lah ikut sama owner makannya hha. Daripada ikannya terbuang sia-sia, setidaknya bisa dibagi dengan kucing hehe. Tapi kadang-kadang juga belikan makanan yang memang untuk kucing, tapi tidak terlalu sering.

  2. Sebagai non cat lover menurut saya sih jangan piara kucing mbak. Selain biaya, bulu2nya itu juga yang perlu diperhatikan. Kalau ada anggota keluarga yang ga kuat sama bulu kucing bisa wahing-wahing or gatel-gatel.

    Selain itu, kalau punya baju/celana item, penampakannya jadi kurang iyes kalau ada bulu kucingnya.

    Jadi, maaf ya ga bisa kasih solusi. 😁

  3. Memang menyenangkan merawat kucing tapi sediiih saat ada hal buruk menimpanya. Rasa sedih yg akhirnya mbuat kmi sementara ini berhenti memelihara kucing..hehe..

  4. Salut banget sama cat lovers karena kata temen yg animal lovers, melihara hewan itu harus committed dan kayak melihara anak, minus biaya sekolah aja… Kalau saya paling mentok ngasih makan kucing aja karena engga sanggup kalo melihara hehe

    Tetep melihara mba kalau emang udah kadung cinta kucing…

  5. Dilema sih kakau begini.

    Aku pun pernah memelihara kucing. Kucing kampung juga sih cuma memang kupelihara dari kecil sama habis usianya.

    Kalau soal biaya, iya sih, uang jajanku jadi habis buat si mpus. Sampai kadang bikin aku nggak bisa jajan enak kalo ke mall bareng teman. Itu dulu sih, sekarang karena sudah nggak pelihara jadi merasa punya cukup tabungan.

    Trus trus soal biaya pet hotel pas bepergian, temanku juga begini nih. Doi staycation semalam aja berasa nginap 3 hari karena punya kucing lebih dari 2 ekor yang perlu dititipin.

    Hmm saranku sih, kucing kan bagian dari keluarga ya. Kalau sanggup merawat yaaa rawat aja. Kalau nggak sanggup kek aku, hehe … aku akhirnya nggak ngerawat khusus. Cuma tiap bulan tetap beli dry food buat kucing kucing tetangga yang suka mampir ke rumah. Lumayan bisa kusayang sayang pas datang berkunjung.

  6. di rumah ibuku ada beberapa kucing yang dipelihara sejak kecil, mbak. aku sendiri setelah menikah akhirnya memutuskan untuk nggak memelihara kucing lagi karena nggak mau berurusan sama BAB dan pipisnya yang kadang dimana-mana. sebenarnya mungkin kucingnya bisa ya dilatih biar BAB ke toilet misalnya. cuma ya kayaknya tetap bakal ada resiko kena zonk. heu

  7. Huwaa, aku gak mau lihat gambarnya, aku fobia banget ama Kucing. Anakku dulu pernah minta piara kucing tapi aku tolak tegas. Aku juga gak tahu mulai kapan takut kucing tapi yang jelas aku ingat pernah ditakuti sampai pingsan. Aku kan merinding kena bulunya. Pernah dideketin aja aku panas dingin, kadang orang tertawa melihat aku kayak gitu

  8. Halo sesama babu anabul. Hehehe..
    Di rumah sekarang ini juga ada tiga anabul. Walau semua ikutan merhatiin, babu utamanya anak bungsu cowok.
    Majikannya si untungnya ndak yg gimana gimana banget. Terakhir, doyan juga ngemil biskuit tini wini bity rasa strawberry. Hihihi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like