Hati-hati Modus Penipuan Kirim Bukti Transfer dan Meminta Uang Kelebihan Transfer

Ada banyak modus penipuan yang beredar di masyarakat, salah satunya adalah penipuan dengan cara mengirimkan bukti transfer pembelian barang tetapi jumlahnya tidak sesuai dengan nominal. Selisih “kelebihan transfer” tersebut diminta dikembalikan. Padahal, trik tersebut hanya untuk mencuri uang korban.

Selama ini aku hanya membaca saja kesaksian korban yang sudah banyak tertipu. Sampai akhirnya aku dan suamiku mengalami sendiri kejadiannya pada hari minggu kemarin.

Menjelang magrib, tiba-tiba suamiku dichat oleh calon customer yang menanyakan ketersediaan stock ikan koi yang dijual. Setelah itu suamiku mengirimkan beberapa foto ikan beserta harganya. Tanpa ba-bi-bu, tawar menawar, langsung saja si calon customer deal dan meminta nomer rekening untuk lanjut melakukan pembayaran.

Setelah nomer rekening diberikan, suamiku langsung pergi mandi. Tidak lama telpon suamiku berdering terus-menerus. Berhubung kalau suamiku mandi itu bisa lebih dari 30 menit, ya telponnya tidak diangkat.

Rupanya si calon customer itu sudah mengirimkan bukti transfer bank BRI dan ingin memberikan beberapa instruksi melalui telpon. Dia agak kesal karena suamiku tidak kunjung mengangkat telpon.

Si calon customer memberikan instruksi kalau bosnya melakukan kelebihan transfer. Nah, sisa kelebihannya minta untuk segera ditransfer balik ke rekeningnya. Dia lalu mengirim nomer rekening dan namanya.

Mendapat transferan dalam jumlah besar tentu saja langsung radar detektifku bekerja. Apalagi aku sering banget membahas tentang modus penipuan terbaru di blogku.

Aku mewanti-wanti suami agar tidak senang dulu. Aku juga menyuruh suamiku segera mengecek mutasi rekening. Benar saja, tidak ada transferan dari si calon customer tersebut.

Calon customer tersebut keukeuh minta segera ditransfer kelebihan uangnya.

Oh.. tidak bisa seperti itu Fergusso.

Setelah menunggu 1×24 jam transferan tidak kunjung masuk. Fix itu penipuan seperti dugaan awalku.

Ciri-ciri penipuan bukti transfer palsu mobile banking

  • Penelpon dengan suara ibu-ibu paruh baya.
  • Sejak awal ditelpon, suamiku sudah curiga. Pembeli mengaku orang Surabaya, tetapi tidak ada logat Surabaya (jawa) sama sekali.
  • Waktu suamiku meminta alamat untuk pengantaran barang, tidak pernah diberikan. Sedang membeli barang tapi kok tidak memberikan alamat pengiriman?
  • Saat transfer diberikan, yang diminta cepat-cepat adalah transferan balik. Dimana-mana kalau membeli barang ya minta barang segera dikirim. Ya kan?
  • Penipu menelpon pada jam-jam orang tidak fokus, yaitu setelah magrib atau malam menjelang tidur. Berharap pembeli sudah senang dapat transferan banyak, lalu dengan mudahnya terhipnotis untuk mengirim balik kelebihan uangnya tanpa berfikir logis dan rasional.
  • Mungkin karena excitednya menipu dan yakin berhasil, sampai lupa kalau tahun di bukti resi palsunya lupa diedit 🤣 Di bukti resi palsu tersebut masih tertera tahun 2020, padahal sekarang tahun 2022. Itu berarti dia sudah menggunakan template bukti transfer palsu sejak 2 tahun lalu.
  • Saat dicari di aplikasi Get Contact untuk mengetahui #tag dari orang lain, fitur tersebut tidak tersedia sehingga tidak terlacak. Kemungkinan si penipu berlangganan aplikasi premium untuk menyembunyikan nama tag ‘penipu’ dari korban-korbannya.

Tips Menghindari Penipuan

Jika kamu memiliki small business yang terdaftar di Google Map, tolong berikan edukasi kepada admin toko untuk selalu berhati-hati jika ada calon pembeli yang sat-set-sat-set melakukan pembayaran dan mengirimkan bukti pembayaran. Selalu curiga apabila dia transfer dengan kelebihan uang yang selisihnya lumayan banyak.

Pembeli sekelas artis ibukota dan cucu mantan presiden yang membeli produk di suamiku saja pakai acara tawar menawar. Kalau bisa dapat murah, kenapa tidak. Ya kan? Nggak peduli mereka public figure atau sultan sekalipun. Apalagi produk yang suamiku jual harganya juga tidak murah, sudah naluri manusia untuk mendapatkan harga murah dan diskon.

  1. Selalu cek mutasi rekening, betapa sibuknya kamu, selalu dobel cek.
  2. Apabila dia pelanggan lama, tetap harus waspada. Jangan mentang-mentang dia pelanggan lama lalu ketika dia beli lagi dan mengirimkan bukti transfer tetapi tidak dicek karena sudah langganan dan percaya. Jangan ya! Karena penipuan itu bisa terjadi bahkan dengan melalui celah yang kecil sekalipun.

Kesimpulan

Dia mencuri identitas palsu orang lain untuk menipu. Kasihan bisnis orang lain yang nama baiknya bisa jadi jelek gara-gara oknum penipu.

Kemungkinan dia menyasar small business yang terdaftar di Google Map dan memanfaatkan celah keteledoran dan kepanikan admin. Sayangnya dalam kasus kami, admin toko merangkap CS adalah kami sendiri selalu pemilik (owner).

Agar tidak terjadi penipuan selanjutnya, oleh karena itu bagi teman-teman yang menemukan postingan ini, saya membeberkan no hp penipu dan nomer rekening penipu yang digunakannya.

Tandai nama dan nomer di atas. Bisa saja dia masih melakukan aksinya. Semoga tidak ada lagi korban berikutnya.

Nomer Rekening Penipu BRI 091801015583509 atas nama Maulana Fajri

081235888737 no Hp penipu atas nama Maulana Fajri

Jika kamu membaca postingan ini pernah jadi korban penipuan, tolong tulis nama, no hp dan nomer rekening penipu. Semoga dari hal kecil ini bisa membantu orang lain.

9 comments
  1. Perkara tipu menipu ini makin canggih ya tiap harinya. Kalau ga teliti bakal ditransfer tuh “kelebihan nya”, padahal mau nipu. Sekarang apa apa harus waspada, gapapa triple check daripada zonk kan. Ngeselin banget orang-orang kayak gini

  2. Sebenarnya ada tools untuk bikin hal-hal semacam itu, kayak bukti transfer, invoice, dan lain sebagainya. Kalau dari diri kita tidak merasa menerima ya buat apa, kalau saya sendiri tidak saya lanjutkan lagi.. Sudah pasti penipuan, apalagi kalau ada uang masuk selalu ada notifikasi di sms ataupun notifikasi layar gitu.. Jadi aman deh hhe

  3. Wah, makin canggih aja ya penipuan seperti ini
    Kalau kaitannya sama transaksi keuangan gini harus lebih hati hati
    Emang harus cek mutasi dulu ya mbak

  4. ada ajaa yaa sekarang ini motif penipuan. rasa-rasanya tiap tahun muncul modus baru. kita semua dipaksa untuk peka agar gak mudah tertipu. teman suamiku kemarin baru aja tertipu, sebelas juta uangnya melayang, hiks

  5. Duh ada-ada aja ya kelakuan orang untuk menipu. Syukurnya masih bisa mikir jernih dan gak langsung ikuti permintaan si penipu ya Mbak. Semoga selalu dilindungi dari kejahatan.
    Noted nih nomor HP dan nama penipu, biar bisa aware.

  6. Aku pernaaah pas jadi CP donasi bencana Lombok dulu, ada yang kirim bukti transfer 5 juta, terus minta dikembalikan 4,5. Zaman itu belum ada get contact ya. Tapi karena aku udah pasang mbanking, ya kan ketahuan. Terus malah aku kerjain aja orangnya :D

  7. jadi ingat dulu juga pernah dapat kasus mirip kayak gini pas adikku mau jual akun game-nya dan ada yang mau beli. si pembeli mengirimkan bukti transfer palsu yang pas kucek nggak ada masuk ke rekening. pas dia ngotot kubilang aja aku lagi di depan banknya buat nanyin CS-nya. hihi

  8. Untuk menghadapi penipu di dunia serba digital ini, intuisi itu emang penting banget sih.
    Ciri utama kalo menurutku sih, dari logatnya sama dari gelagatnya

    Memang sih kadang sebel kalo ngadepin customer yang suka nawar, tapi kalau ada customer baru yang tiba-tiba beli sesuatu tanpa tawar menawar, rasanya dalem hati langsung dagdigdug euy.
    Terus kalo ada yg diajak ngobrolnya nadanya mencurigakan, biasanya aku udah bisa nebak gitu dari awal.

  9. Detail banget kronologis cara penipunya bekerja.
    Semoga semakin banyak dari kita yang terhindar dari penipuan sejenis.
    Dan tentu juga ada sanksi hukum yang bisa mengurangi penipu mengulang tindakan jahatnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *