Efek Samping Program Fat Loss

Selama 3 bulan kemarin aku mengikuti program fat loss. Diet ini menurutku diet paling manusiawi untuk orang yang mager, banyak penyakitnya, nggak sabaran dan banyak maunya. Karena tinggal bayar sekian rupiah tapi pasti terbukti nyata ada hasilnya. Yaa.. daripada mencoba diet sendiri yang kadang semangat, kadang bosen. Menurutku worth it.

Setelah 3 bulan berlalu, kini aku merasakan dampak efek samping dari program fat loss ini. Yaa.. semua hal pasti ada manfaat dan efek sampingnya. Efek samping biasanya adalah dampak buruk yang ditimbulkan akibat melakukan sesuatu. Menurutku ini hal buruk, tapi entah ya kalau untuk orang lain.

Berikut adalah efek samping yang aku rasakan setelah mengikuti program fat loss selama 3 bulan.

Kalau ada yang nanya, “Ikut program ini ada efek sampingnya gak?”. Ya tentu saja pasti ada efek sampingnya.

1. Banyak membuang baju lama

Banyak baju lama yang nggak bisa dipakai karena kebesaran. Padahal mungkin baju-baju tersebut ada yang menjadi favorit. Apalagi kalau harganya mahal, mau dipaksa tetap dipakai jatuhnya nggak bagus. Mau dikecilkan, takut hasilnya zonk. Ya terpaksa akhirnya baju-baju lama yang jelek dibuang dan yang masih bagus disumbangkan ke orang lain.

2. Jadi doyan shopping

Berhubung stok baju lama di lemari menipis karena sudah banyak yang dibuang atau disumbangkan, makanya lihat baju lucu dikit langsung add to cart. Ada baju murah muat di badan, beli. Jalan ke mall nemu baju yang limited edition, langsung borong. Sudah gak perlu pakai baju yang itu-itu aja.

Aku sekarang jadi lebih suka thrifting baju-baju di mall, di toko online atau di live streaming orang yang berjualan baju premium ex butik. Harganya murah-murah coy. Sekarang dengan percaya diri aku nanya ke penjualnya, “kak, dress LD 80-annya keluarin”.

Jadi lebih boros daripada sebelumnya, mungkin ya. Hehehe…

Kalau dulu mau beli baju di toko online mesti ngecek LD sama LPnya dulu. Biasanya LDnya muat, tapi berhubung aku kurus tapi perutku buncit, jadi agak tricky nyari baju yang nggak bikin perut buncitku kelihatan.

3. Jadi lebih sering selfi dan ngaca

Punya badan baru bisa bikin mood dan percaya diri meningkat lho. Kini nggak perlu lagi sembunyi di belakang teman untuk menutupi badan saat grup foto. Aku jadi lebih sering upload foto full badan di sosmed. Sudah nggak pernah pakai ilmu tahan napas lagi saat difoto demi menghasilkan gambar yang paripurna.

Yaa.. agak narsih juga sih akhir-akhir ini. Apalagi setiap ada cermin sedikit langsung selfi. Alay bin norak, apalagi usiaku juga sudah nggak muda lagi. Ganteng dikit cekrek. Ganteng banyak cekrek. Cekrek cekrek upload.

4. Makin percaya diri pakai ‘baju dinas’ di depan suami

Bagi beberapa perempuan, mau dia punya body gitar spanyol atau body blackpink, kalau PD pakai ‘baju dinas’ di kamar di depan suami sih mereka oke-oke aja. Tapi ada beberapa orang yang insecure parah, ya sehari-harinya pakai daster karena lebih nyaman. Padahal kalau ditanya, suami ya pasti pinginnya sekali-kali istrinya tampil sexy.

Kalau dulu sukanya dasteran terus di rumah, sekarang bakal lebih sering pakai lingerie di dalam kamar. Yaa… minimal sekarang lebih suka pakai dress tali satu saat mau tidur. Biar unboxingnya bisa lebih greget.

5. Hilangnya rasa sayang

Kalau aku, sejak awal mulai program sampai sekarang sudah mulai kehilangan rasa sayang. Iya, kalau dulu saat makan di luar dan ada anggota keluarga yang makanannya nggak habis pasti selalu bilang, “sayang makanannya nggak dihabisin. sini buat mama”.

Lalu kalau ada makanan kue, snack di rumah yang mau expired dan nggak ada yang makan, akhirnya daripada mubazir ya aku makan sendiri.

Hayoo.. siapa yang begitu? Ngaku!

Padahal porsi makan kita tuh sudah cukup kenyang, tapi karena SAYANG ya akhirnya dimakan juga lah sisa-sisa makanan anggota keluarga yang lain. Lama-kelamaan akibatnya timbangan makin geser ke kanan.

Kalau sekarang, aku sudah nggak mau menjadi ‘tempat sampah’ pembuangan makanan mereka lagi. Sekarang aku sudah bisa kontrol diri untuk makan sesuai dengan yang dibutuhkan tubuhku. Penuhi dulu kebutuhan makro dan mikro nutriennya, setelah itu kalau masih kepingin banget ya boleh mencoba dessert.

Aku rasa itu saja pengalaman efek samping yang aku alami saat menjalani program fat loss 90 hari. Semoga bermanfaat bagi teman-teman yang juga sedang melakukan diet, baik untuk penampilan maupun karena alasan kesehatan.

1 comment
  1. Ini hampir semuanya kecuali nomor 4 sebenernya dampak positif sih, tapi kerasa jadi negatif ya hahahaha.
    Aku mau coba juga ah, udah berkali kali diet hasilnya ga ada perubahan, sedih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like