Turut Berduka Cita Untuk Korban Lion Air JT610

Postingan ini bertema apa yang kamu ingat dari hari ini dan ingin dikenang. Sayangnya ini bukanlah kenangan manis atau baik, melainkan tragedi duka. Seperti yang kita tahu, beberapa hari lalu pesawat Lion Air rute Jakarta – Pangkal Pinang mengalami lost contact setelah sekitar 13 menit take off. Hal yang bikin menyentuh karena beberapa penumpang pesawat dikenal oleh teman-teman dan saudaraku.

Korban Lion Air JT 610

Setidaknya ada 3 orang yang dikenal oleh kerabatku. Pertama adalah tetangga cluster perumahanku. Suami mengenal orang tersebut karena biasanya suka sholat isya berjamaah dan pengajian di musholla perumahan. Beliau anggota KPP yang bertugas di Pangkal Pinang.

Kedua adalah co-pilotnya, beliau adalah mantan ATC semarang yang baru beberapa tahun ini menjadi pilot. Adik-adikku mengenal pilot ini karena sama-sama ATC Air Nav.

Ketiga adalah adik dari teman masa kecil waktu aku masih tinggal di Balikpapan. Gadis ini ceritanya delay penerbangan hari minggu, akhirnya dia mendapat reschedule penerbangan pagi harinya. Rencananya gadis ini juga akan menikah beberapa bulan lagi. Ibu dan kakaknya shock, keluarganya dari Balikpapan juga langsung terbang ke Jakarta. Gadis ini kerja di Air Nav Pangkal Pinang.

Read:  Langganan Air PAM atau tidak ya?

Penyebab Lion Air JT 610 Jatuh

Turut Berduka Cita Untuk Korban Lion Air JT610

sumber: bbc.com

Belum diketahui kenapa pesawat ini jatuh. Tetapi menurut desas-desus orang dalam dan kesaksian beberapa penumpang Bali-Jakarta saat itu, sebenarnya pesawat ini sudah nggak enak. Kemungkinan sih ada masalah di mesinnya saat itu. Makanya pada saat itu Pilot meminta ijin untuk balik ke home base Jakarta. Tetapi sebelum hal itu terjadi, pesawat sudah hilang kontak.

Beberapa orang di darat yang rumahnya sering dilewati jalur pesawat juga mengatakan keanehan kenapa tumben ada pesawat terbang rendah banget tidak seperti biasanya. Ternyata bukan hanya satu orang saja, banyak yang melihat seperti itu.

Untuk lebih jelasnya, diperlukan penelitian oleh yang berwenang.

Turut Berduka Cita Untuk Korban Lion Air JT610

Aku sendiri mengucapkan turut berbelasungkawa atas musibah ini, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan dan kesabaran.

Hikmah dari kejadian ini, dan beberapa bencana alam beberapa bulan belakangan ini mengajarkan kita bahwa ajal kapanpun dapat menjemput kita. Lagi-lagi kita harus siap apakah kita yang akan ditinggalkan atau kita sendiri yang meninggalkan orang-orang tersayang.

Read:  Hidup Sebagai Seorang Thalasemia (Minor)

Kalau misalnya aku sebagai korban, aku harap suami dan anak-anakku tetap kuat dan tetap mengingatku. Ku harap mereka bisa tetap menjalani hidup dengan semangat, senyuman, karena kematian hanya bagian dari proses hidup yang sudah diatur Allah. Kita nggak boleh takut berlebihan, karena Allah Maha Besar.

Kalau misalnya suamiku yang sebagai korban, mungkin itu yang agak berat. Karena ditinggalkan selalu lebih berat daripada meninggalkan. Mungkin aku akan sedih banget, karena selama ini nggak pernah pisah jauh dan lama dari suami dan anak-anak. Mungkin juga aku menganggap hal ini nggak pernah terjadi. Aku ingin hal ini cepat berlalu, supaya aku bisa cepat move on.

Disadari atau enggak, musibah nasional itu energy negatifnya menyebar. Beberapa hari ini aja aku kurang bersemangat.

Akhirnya aku memutuskan untuk menulis blog post ini sebagai pengalaman yang mungkin akan dikenang beberapa tahun kemudian. Sambil menyebarkan aura positif dengan mendoakan korban tenang dan diberikan tempat terindah di SisiNya. Aaamiin…

Read:  Perlengkapan Melahirkan Untuk Dibawa ke Rumah Sakit

Leave a Reply

*