10 Tips Travelling Saat Pandemi Covid-19

Siapa yang kangen keluar rumah, liburan dan travelling? Ya, sudah 6 bulan ini kita mati gaya di rumah aja gara-gara covid-19. Jadi ketika sudah memasuki Adaptasi Kebiasaan Baru alias New Normal, banyak sekali masyarakat yang kembali beraktifitas seperti sedia kala, salah satunya ya liburan keluar kota.

Kita nggak akan tahu sampai kapan pandemi ini berakhir mengingat justru semakin banyak orang yang terkena covid-19 dan belum ada tanda jumlahnya akan berkurang. Walaupun tidak dianjurkan, tapi aku yakin banyak orang yang sudah tidak sabar ingin liburan.

Jadi aku ingin membahas beberapa tips jika ingin melakukan travelling atau liburan keluar kota namun tetap mematuhi protokol kesehatan covid-19.

Sudah boleh nggak sih keluar kota? Sudah boleh liburan? Syaratnya apa sih kalau mau travelling saat jumlah orang yang terkena covid-19 masih banyak?

Banyak sekali orang yang bertanya seperti ini. Sepertinya banyak orang yang sudah tidak tahan untuk sekedar refreshing meninggalkan rumah mereka, pergi ke suatu tempat baru karena sudah jenuh selama 6 bulan hanya di rumah saja.

Orang Yang Tidak Boleh Bepergian Selama Pandemi Covid-19

10 Tips Travelling Saat Pandemi Covid-19
Mempersiapkan Liburan Saat Pandemi Covid-19. Sumber: unsplash.com

Jika kita bepergian ke tempat yang jauh menggunakan kendaraan umum, tentunya syarat yang diterapkan lebih ketat daripada kita pergi menggunakan kendaraan pribadi. Oleh karena itu, sebaiknya tiga golongan orang di bawah ini tidak disarankan untuk melakukan pergi keluar rumah apalagi travelling menggunakan kendaraan umum:

  1. Ibu hamil
  2. Bayi dan Balita
  3. Manula
  4. Orang yang sedang tidak sehat atau memiliki riwayat penyakit berat
Baca Juga:  Cara Mendapatkan Ban Gratis di Ocean Park BSD Tangerang

Rapid Test Halodoc

Salah satu syarat agar bisa bepergian keluar kota menggunakan kendaraan umum baik itu pesawat atau kereta api adalah dengan menunjukan surat sehat dan hasil rapid test bebas covid-19. Rapid test kini lebih mudah dan murah daripada saat pertama kali muncul. Sejak 6 Juli 2020, harga rapid test termurah untuk virus COVID-19 sebesar Rp.150.000. Hal itu merujuk pada ketetapan Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan tentang batasan tarif pemeriksaan rapid test.

Untuk bisa mendapatkan surat keterangan bebas covid-19 melalui rapid test, kamu bisa menggunakan aplikasi halodoc. Berikut langkah-langkah mendaftar untuk rapid test melalui aplikasi halodoc.

Infografis cara melakukan rapid test drive thru lewat halodoc. sumber: halodoc.com
  1. Install aplikasi halodoc melalui App Store atau Playstore di handphone kamu
  2. Klik Tes Covid-19 pada halaman utama halodoc
  3. Pilih Jenis Test Covid-19, kamu bisa memilih PCR atau Rapid Test. Berhubung kamu hanya memerlukannya sebagai syarat agar bisa naik pesawat atau kerta api, maka pilih saja Rapid Test.
  4. Pilih Fasilitas Tes. Pada tahap ini, aplikasi halodoc akan membaca lokasimu dan menyesuaikan dengan faskes terdekat yang memiliki layanan tes covid-19. Salah satu rumah sakit yang memiliki fasilitas tes covid adalah RS Husada yang terletak di Sawah Besar, Jakarta Pusat.
  5. Pilih Jadwal Kunjungan. Kamu dapat menentukan kapan akan melakukan rapid test sesuai dengan waktu yang diinginkan.
  6. Mengisi identitas diri yang sesuai dengan kartu identitasmu (KTP).
  7. Melakukan pembayaran.
Baca Juga:  Mitos atau Fakta: Pacaran di Taman Gajah Tunggal Tangerang Bikin Putus!

Setelah proses tersebut selesai dilakukan, yang harus kamu lakukan selanjutnya adalah menunggu SMS konfirmasi jadwal sebelum berangkat ke lokasi tes. Hasil rapid test ini dapat diketahui dalam beberapa jam saja dan berlaku untuk 14 hari. Jika kamu travelling lebih dari 2 minggu, maka sebelum pulang ke kota tujuan, kamu wajib melakukan rapid test lagi.

10 Tips Liburan Saat Pandemi Covid-19

Jika kamu bukanlah golongan orang yang dilarang untuk melakukan perjalanan keluar kota, maka kamu bisa mengikuti beberapa tips melakukan travelling saat aturan New Normal diberlakukan.

  1. Melakukan Rapid Test jika bepergian menggunakan transportasi umum. Hal ini untuk berjaga-jaga apabila ada pihak tertentu yang mebutuhkan seperti petugas bandara atau kereta api.
  2. Selalu menggunakan masker dimanapun kamu berada. Bawalah masker cadangan sebanyak jumlah hari saat kamu bepergian.
  3. Apabila memutuskan untuk menginap, pilih hotel yang memperhatikan kebersihan serta menerapkan protokol kesehatan.
  4. Pergi pada saat low season atau hindari hari libur nasional serta sabtu minggu saat mengunjungi tempat wisata untuk meminimalisir kerumunan orang. Jika memungkinkan lebih baik diagendakan untuk mengambil cuti.
  5. Pilihlah tempat wisata outdoor yang tidak terlalu ramai dan menyediakan fasilitas wastafel untuk mencuci tangan.
  6. Hindari berdekatan dengan orang yang tidak menggunakan masker. Jika kamu segan untuk menegur orang lain apabila tidak mematuhi protokol kesehatan, lebih baik pergi menjauhi orang tersebut.
  7. Konsumsi supplemen makanan atau vitamin tambahan untuk menambah daya tahan tubuh.
  8. Jangan terlalu lelah atau capek agar daya tahan tubuh tidak menurun.
  9. Siapkan tempat khusus untuk meletakan pakaian yang kotor dan jangan dicampur dengan pakaian yang bersih. Jangan menggunakan pakaian yang sama berulang kali.
  10. Selalu menyempatkan membersihkan diri dengan mandi setelah sampai di rumah / hotel atau sebelum tidur.
Baca Juga:  Berpetualang ke Ibu Kota Tiongkok

Untuk sementara, hindari tempat wisata yang terlalu ramai. Tujuan dari liburan saat pandemi seperti ini hanya untuk refreshing sejenak agar tidak bosan namun tetap mengikuti protokol kesehatan (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak).

Jika selama liburan kamu membutuhkan konsultasi masalah kesehatan, selalu gunakan aplikasi halodoc kapanpun dan dimanapun kamu berada. Selamat liburan dan tetap jaga kesehatan ya.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like