Ketika anakku terkena campak dan cacar air

Hal yang akan dialami setiap orangtua yang memiliki anak kecil adalah ketika mereka mendapatkan penyakit sekali seumur hidup padahal kita sudah antisipasi dengan imunisasi dan vaksin. Aku mau cerita tentang pengalaman ketika dalam 1 tahun anakku terkena campak dan cacar air.

Vaksinasi & Imunisasi

Anakku sudah melakukan imunisasi dasar lengkap yang dianjurkan pemerintah, termasuk imunisasi MR tahun kemarin. Namun begitu, tidak serta merta anak-anakku tidak akan kena salah satu penyakit tersebut contohnya campak. Pun dengan teman-teman yang memberikan vaksin varicella kepada anak-anaknya, tetap saja ketika mereka terkena virus varicella zoster maka akan kena cacar air juga.

Jangan karena beranggapan bahwa orang yang diimunisasi dan tidak akan sama saja. SALAH BESAR! Imunisasi bertujuan untuk memperkecil resiko terkena penyakit tersebut. Apabila tetap kena maka tidak akan separah orang yang sama sekali tidak diimunisasi.

Aku sebagai orang dewasa yang dulu pernah kena campak dan cacar air pun akhirnya kena juga. Jadi jangan anggap kalau campak dan cacar air itu penyakit seumur hidup sekali, SALAH BESAR! Jika kondisimu sedang tidak fit, maka akan sangat mudah virus tersebut masuk dan menginvasi tubuh kita.

Berikut adalah bedanya penyakit campak dan cacar air berdasarkan pengalamanku merawat dua anak-anakku dan terkena sendiri penyakit tersebut.

Gejala Campak dan Cacar Air

Campak

  • Orang yang terkena virus ini biasanya butuh waktu 10-14 hari hingga menunjukan tanda-tanda bahwa dia sakit.
  • Demam tinggi, badan rasanya sakit semua.
  • Sering disalah artikan dengan batuk atau pilek.
  • Tenggorokan rasanya sakit, agak susah menelan.
  • Setelah dua hari muncul merah-merah di tangan, tangan rasanya panas, kasar seperti digremet-gremet gitu. Apa ya bahasa Indonesia gremet2 😀 Jangan digaruk jika ingin jadi luka dan membekas.
  • Setelah beberapa hari, merah-merah di tangan akan hilang sendirinya.
  • Jika tubuhmu kuat, imunnya baik, campak bisa sembuh dalam 3-7 hari. Berlaku untuk dewasa dan anak-anak.
Read:  Menu Diet Sehat dan Makanan Diet untuk Menurunkan Berat Badan

Cacar Air

  • Sama seperti campak, orang yang terkena virus ini biasanya butuh waktu 10-14 hari hingga menunjukan tanda-tanda bahwa dia sakit.
  • Demam rendah. Kalau orang jawa bilangnya summer.
  • Pada saat demam tersebut muncul lentingan dan bintik merah pada badan, kaki dan tangan.
  • Pada hari kedua mulai muncul bintik-bintik di wajah.
  • Lentingan di tubuh akan terasa gatal, jangan digaruk apabila tidak ingin pecah. Biarkan kering dengan sendirinya.
  • Cacar air bisa sembuh dengan sendirinya hingga bekas luka hilang dalam 2 minggu.

Cara mengobati campak dan cacar air

Campak
Untuk treatment campak sendiri aku nggak ada obat, cuma beli stimuno atau imboost untuk meningkatkan imun tubuh. Jangan lupa untuk banyak minum air putih. Mengkonsumsi vitamin C dan madu juga bisa jadi pilihan untuk memulihkan kondiri tubuh yang drop akibat virus campak ini.

Cacar Air
Berbeda dengan campak yang tidak ada obatnya selain daya tahan tubuh, cacar air ini sudah ditemukan obatnya (anti virus). Jadi pada saat anak-anakku demam dan curiga kalau dia terkena cacar air, aku membawanya ke dokter. Lalu dokter meresepkan 5 obat. Acyclovir tablet yang dimunum 4×1 hari, acyclovir salep yang dioleskan ke bintik-bintik dan lentingan di kulit, paracetamol, bedak salycil jika diperlukan dan salep garamycin untuk mengobati luka basah akibat lentingan yang pecah.

Sebenarnya tanpa mengkonsimsi obat acyclovir juga bisa, yang penting tingkatin daya tahun tubuh aja agar cepat pulih.

Cacar air yang dialami anak-anakku sepertinya bebeda dengan cacar air yang aku alami beberapa tahun lalu saat aku masih kuliah. Cacar air yang menyerang anak-anakku lebih cepat pecah dan menimbulkan borok / koreng. Terbukti ada 4 luka membesar di tubuh anak-anakku. Sedangkan dulu aku kena cacar cuma bintik-bintik doang. Aku compare dengan foto anak-anak kecil di instagram yang terkena cacar atau chicken pox, bentuknya juga kecil-kecil.

Read:  Halangan dan Cobaan Buat yang Akan Menikah

Oh iya, di luar negri sana kenapa ya anak-anak bule kalau kena cacar air bisa parah banget. Aku bandingkan dengan cacar di tubuh anakku, rasanya nggak separah dan nggak sebanyak itu. Apa mungkin karena anak-anakku mengkonsumsi anti virus acyclovir ya? Sedangkan bayi dan anak-anak bule itu rata-rata memang tidak ada obat yang diminum dan hanya diolesi salep pereda gatal saja.

Perbedaan mencolok cacar dan campak adalah demam dan bintik-bintik merah yang muncul. Kalau campak tidak meninggalkan bekas, sedangkan cacar air itu meninggalkan bekas luka yang sangat menyebalkan.

Penyakit Keluarga

Penyakit campak dan cacar air adalah penyakit keluarga. Jika salah seorang anggota keluarga ada yang terkena, maka yang lainnya akan ikut juga. Kecuali memang daya tahan tubuh sangat baik sehingga dia kebal.

Nevan
Orang yang paling berpengaruh dengan membawa penyakit ini ke dalam rumah. Diantara aku dan adiknya, Nevan lah yang paling lama dan paling parah terkena campak dan cacar air. Kadang aku juga curiga, kenapa Nevan sering banget sakit ya. Dalam 1 bulan pasti ada sakit, sepertinya sistem imunnya lemah banget. Walaupun dia sudah dikarantina berada di kamar sendiri dan nggak boleh keluar, tetap saja anggota keluarga lainnya kena.

Levin
Berbeda dengan kakaknya. Saat terkena campak dan cacar air, dia lebih cepat untuk sembuh. Hanya dalam 5 hari dia sudah bisa bermain-main seperti biasanya. Bitik-bintik yang timbul pun tidak banyak dan tidak separah kakaknya. Aku jadi mikir, apakah karena ini virusnya sisa, jadi yang kena paling parah adalah kakaknya yang sebagai SHIELD? Ah entahlah, namanya juga dugaan.

Read:  5 Alasan Tidak Menghabiskan Malam Tahun Baru 2013 di Luar Rumah

Pada hari ke-1 dan ke-2 itu Masya Allah lebay banget tuh bayik. Nangis jerit-jerit, teriak-teriak nggak bisa nahan sakit sedikit saja. Jadinya sebagai ibu aku emosi banget menghadapi anak satu ini.

Ketika kita sudah melangkah jauh untuk menjadi orangtua, maka akan banyak tantangan dan ujian seberapa layak kita merawat titipan Allah tersebut. Salah satu ujian sebagai orangtua adalah ketika anak sakit.

Kita nggak bisa menyalahkan keadaan, karena bagaimanapun juga sistem imun anak-anak itu lemah. Cepat atau lambat, suka maupun tidak suka pasti akan kena juga. Nah, karena kita sudah tau hal itu akan terjadi, maka seharusnya kita sudah siap melawannya.

Langkah 1: Selalu lengkapi imunisasi dasar wajib yang gratis dari pemerintah. Jika perlu dan uangnya ada, bisa ikut vaksin tambahan. Walaupun begitu, vaksin tidak serta merta menjamin anak terbebas dari penyakit tersebut, khususnya campak dan cacar air. Tetapi imunisasi itu meminimalkan agar penyakitnya tidak separah orang yang sama sekali tidak divaksin.

Langkah 2: Selalu cepat dan tanggap ketika anak demam. Jangan pernah sepelekan ketika anak demam, walaupun cuma demam ringan. Berikan obat penurun panas dan segera bawa ke dokter.

Langkah 3: Ketika dokter sudah memberitahu penyakit yang diderita anak, segera tingkatkan imunitas tubuh anak dengan banyak istirahat, makan makanan yang bergizi, jika perlu menggunakan vitamin C dan suplmen seperti stimuno, imboost atau H booster.

Bagaimanapun juga cobaan ini pasti ada hikmahnya. Hikmahnya adalah, nevan terkena penyakit-penyakit ini ketika masih TK. Sehingga dia tidak harus ketinggalan pelajaran. Ijin tidak masuk sekolah saat TK lebih mudah daripada sakit ketika sudah masuk SD.

Ada satu lagi penyakit yang aku takutkan, yaitu gondongan. Hufft… soon or later pasti anak-anakku akan menghadapi itu. Kita harus siap!

Leave a Reply

*