Archive of ‘Social Life’ category

Membuat Rumah Kontrakan Untung Terus

Rumah Kontrakan Untung

Satu lagi postingan iseng dimana tips ini nantinya juga akan saya praktekkan pada rumah saya sendiri yang dikontrakkan.

Cukup lama saya mengamati enak gak enaknya menjadi kontraktor (orang yang ngontrak rumah) tetapi saya sendiri juga punya rumah kontrakan.

Saya punya rumah baru, belum sempat dikontrakan eh.. kami harus pindah ke luar kota dan akhirnya mau tidak mau harus ngontrak!

Akhirnya kami merenovasi rumah baru dengan budget yang terbatas itu agar layak dihuni, ditinggali dan apabila dikontrakan pun cepat laku. Walaupun direnov seadanya, tetapi rumah tersebut sudah layak huni. Terbukti baru seminggu pasang iklan di tokobagus, banyak yang tertarik untuk mengontrak.

Berikut hal penting yang membuat rumah kontrakan lebih disukai dan dicari banyak orang. Tips ini hanya berlaku untuk rumah kontrakan di kota, di perumahan bukan di desa atau rumah di kota tapi di kampung.

1. Dapur
Buat dapur dengan sistem sanitasi yang bagus, ada tempat untuk meletakkan kompor, tempat untuk menaruh piring, dan tentunya ada space untuk meletakkan LPG.

2. Tandon Air + pompa air
Rumah kontrakan dengan tandon air sangat disukai, karena air adalah hal penting. Tidak peduli apakah rumahmu memakai air pam atau air sumur jet pump. Bayangkan jika tidak ada tandon air, ketika musim kemarau air berkurang kamu tidak mempunyai persediaan air. Lalu ketika rumahmu memakai air sumur, setiap kali kamu membuka keran air maka pompamu menyala, tagihan listrikmu akan mahal!

3. Teralis
Untuk menjamin keamanan, teralis adalah sesuatu yang sangat diperlukan. Teralis adalah investasi sekali dan selamanya untuk jangka panjang. Terlebih lagi jika kamu mempunyai anak kecil, sangat berbahaya jika rumah tidak memiliki teralis di jendela.

4. Pintu Espanda
Pintu espanda atau pintu seperti teralis yang ada kawat nyamuknya sangat diperlukan. Pintu espanda membuat sirkulasi udara di rumahmu lebih bagus. Jika tidak ada pintu espanda, pintu rumahmu akan tertutup terus, akibatnya rumah menjadi pengap. Pintu espanda juga menjaga anak balita keluar rumah tanpa pengawasan orangtua.

5. Canopy untuk teras
Walaupun tidak memiliki mobil, ada baiknya rumah dipasang canopi atau apalah sejenisnya untuk menutup teras agar tidak kehujanan. Fungsinya banyak: agar mobil atau motor tidak kehujanan dan kebasahan saat hujan, tidak panas pada saat siang hari.

6. Pagar
Walaupun kebanyakan rumah pasti sudah memiliki pagar, tetapi bagi beberapa perumahan baru yang sistemnya cluster dan one gate sistem, pagar bukanlah hal yang diberikan secara gratis dan cuma-cuma. Apabila perumahanmu yang sistemnya cluster membolehkan memasang pagar, maka pasanglah!

7. Bak Sampah
Banyak yang tidak memperhatikan hal penting ini. Tidak semua rumah punya bak sampah permanen di depan rumah. Buat saja bak sampah ukuran 0.5 meter x o.5 meter. Nggak perlu tinggi, asalkan ada penutup agar tidak bau dan tidak diobrak-abrik kucing.

Rumah tidak tingkat atau bukan lantai 2 yang paling disukai dan laris dikontrakan.

Kontrakan yang menguntungkan apabila:

1. Semua hal penting untuk menunjang kelayakan sebagai rumah tinggal itu ada (Dapur, tandon air, teralis, pintu espanda, canopy, pagar dan bak sampah).

2. JANGAN PERNAH deal kontrak jika lebih dari 2 tahun. Kenapa? Karena selain kamu rugi, rumah itu akan cepat rusak.

Rugi kenapa? Misal dia ngontrak selama 5 tahun, maka harga yang kamu kenakan masih harga awal atau harga lama, padahal setiap tahun harga kontrakan naik. Jika mau 5 tahun, maka setiap 2 tahun sistemnya diperpanjang, begitu.

Selain itu, ada baiknya rumah setiap 2 tahun sekali dimaintenance, dicat ulang kalau perlu, diperbaiki jika ada kerusakan kecil. Apabila langsung kontrak 5 tahun, maka rumah akan jarang dimaintenance. Orang yang ngontrak rumah mana mau peduli rumah orang lain rusak atau tidak.

3. Melakukan seleksi secara ketat calon pengontrak rumah. Kamu berhak menolak apabila yang ngontrak mempunyai gejala orang yang bertempramen tinggi atau calon perusak rumah.

Selalu buat surat perjanjian tertulis kontrak rumah, sehingga apabila ada hal-hal yang dapat merugikanmu sebagai pemilik rumah maka bisa kamu perkarakan ke polisi. Biasanya yang paling sering si pengontrak rumah berlaku curang dengan tidak membayar tagihan listrik dan air selama beberapa bulan sebelum masa kontrak habis. Solusinya? Selalu cek tagihan listrik per bulan, kan sekarang bisa ngecek secara online. Kalau memang belum dibayar hingga akhir bulan, segera hubungi si pengontrak rumah agar menyelesaikan kewajibannya. Kalau nggak mau, laporkan ke polisi!

‘Pengemis’ Beramplop di ATM dan Mini Market

Postingan ini bukan untuk melukai atau meyinggung siapapun, ini hanya unek-unek semata yang ingin dikeluarkan melalui tulisan. Saya cuma meyoroti orang-orang yang meminta sumbangan dengan cara ‘halus’ yaitu memberikan amplop.

pengemis beramplop

Dua hari lalu, saya dan suami pergi ke mini market dekat rumah karena di dalam mini market itu ada ATM Mandiri. Yaps, saya mau mengambil uang gaji untuk dibelikan kebutuhan bulanan rumah tangga. Dari jauh saya sudah melihat ada seorang pria membaya map berdiri di depan pintu mini market. sewaktu suami saya akan masuk ke mini market itu, si pria itu mengeluarkan amplop dan memberikannya kepada suami saya. Suami saya menolak dan langsung masuk ke mini market.

Saya menyebut pria itu ‘pengemis’ beramplop, kenapa? Karena model meminta sumbangan seperti itu sama saja seperti mengemis kepada orang lain tetapi jauh lebih sopan karena menggunakan amplop dan tidak mengadahkan tangan seperti peminta-minta. Tetapi tetap saja saya menganggapnya pengemis.

Saya nggak suka orang yang bisanya cuma meminta uang kepada orang lain tanpa berusaha bekerja. Sebenarnya dia bekerja sich.. berdiri berjam-jam gak minum, gak pipis cuma untuk membagikan amplop, hehe.. Saya melihat fisik pria itu sehat jasmani, kenapa tidak bekerja saja? Menjadi kuli bangunan masih lebih berharga daripada meminta sumbangan.

Lain halnya yang meminta sumbangan itu cewek seksi nan menawan, pasti amplopnya langsung diambil oleh suami saya dan dikasi uang Rp 100.000 #Keplak!

Ada beberapa orang yang menganggap ‘tugas’ meminta sumbangan untuk pesantrennya atau panti asuhannya itu adalah pekerjaan juga, masuk surga, halal nan mulia. Tetapi tidak dengan pendapat saya!

Selain di mini market, ‘pengemis’ beramplop itu juga biasanya mangkal di dekat ATM. Pintarnya, mereka berakhis setiap awal bulan, terutama tanggal 30, 31, 1 hingga minggu pertama karyawan yang bekerja gajian. Mengapa? Karena banyak orang yang sudah terima gaji, sedang mengambil uang di ATM. Kalau yang di mini market, awal bulan biasanya banyak orang yang ke mini market (seperti indomart, alfamart, alfa midi, dll) untuk belanja bulanan, sehingga pasti mini market ramai dikunjungi. Ini trik pintar atau licik ya?

Jadi secara tidak langsung mereka ‘memaksa’ orang untuk infaq. Padahal kalo memakai amplop itu orang akan minimal ngasi uang kertas, minimal Rp 1000, karena pecahan uang kertas paling kecil sekarang Rp 1000. Coba kalau masih ada pecahan uang Rp 100 rupiah atau Rp 500 uang monyet seperti dulu. Bayangkan saja jika sehari dia dapat minimal 100 orang yang memberi sumbangan, sehari sudah mengantongi Rp 100.000. Padahal gak semua orang ngasi Rp 1000, ada yang ngasi Rp 5000 ada juga yang ngasi Rp 10.000. Kalau ada yang ngasi Rp 50.000 atau Rp 100.000 itu goblok, mending langsung datang ke yayasan atau lembaga amil zakat yang bisa dipercaya semacam rumah zakat atau YDSF.

Pasti kamu sudah pernah mengalami sebelumnya, bagi yang belum tahu pasti akan menerima saja amplop itu. Saya pun sebenarnya agak sebal, pada saat antri di ATM belum apa-apa, uang juga belum diambil eh sudah disodori amplop. Kalau saya sedang baik hati, suasana hati sedang bahagia, dan ada uang lebih, saya biasanya mengambil amplop itu dan memberikan uang setelah saya keluar dari ATM. Tetapi jika lagi kesal dengan ‘pengemis’ beramplop itu, ada dua kemungkinan. Saya tetap mengambil amplop itu dan tidak mengisinya dengan uang, atau kalau lagi terburu-buru ya saya langsung menolak amplop itu. Paling extrem ya tetep ngambil amplopnya dan menulis memo “Lain kali jangan ngemis ya..”, memo tersebut dimasukan ke dalam amplop dan dikembalikan ke orangnya. Hehehe.. kalau cara ke-3 itu terlalu extrem, jangan ditiru ya :) Kadang setelah menerima amplop itu, trus keluar dari mini market lupa dikembalikan, akhirnya terbawa sampai pulang ke rumah, hehe..

Sebenarnya, daripada mereka ‘mengemis’ seperti itu, ada baiknya mencontoh pesantren-pesantren yang lebih terhormat. Salah satunya pesantren favoritku, istiqomah. Mereka membuka usaha untuk mencari dana bagi pesantrennya, salah satunya adalah usaha jual beli kambing untuk aqiqah. Trus menjual hasil karya handmade anak-anak pesantren sebagai cindera mata bagi donatur, sehingga tidak semata-mata meminta sumbangan dengan kasar. Nggak seperti ‘pengemis’ beramplop itu.

Bahkan di suatu vihara di Blitar, mereka membuat DVD ceramah bhante kemudian bagi donatur yang menyumbangkan dananya, maka DVD itu akan diberikan, sebagai timbal balik dan ucapan terima kasih. Jadi nggak semata-mata meminta kepada umat.

Miris memang, memperburuk citra Islam saja di mata pemeluk agama lain :( Atau karena yang meminta sumbangan nggak cantik, kalaupun perempuan pasti pake jilbab, coba kalau yang minta sumbangan perempuan cantik, gak usah seksi cukup cantik aja dan sopan, mirip girlband korea, pasti banyak yang mau ngasi sumbangan. Yang minta bikin mereke enek kali, apalagi gak pake senyum, makanya males..

1 2 3 4 5