Archive of ‘Religion View’ category

Perjalanan Waktu versi Isra Mi’raj, Doraemon dan Adegan di Film Tahun 1928

Artikel ini tidak pantas dibaca oleh anak dibawah umur, atau orang-orang yang mempunyai tempramental tinggi. Karena artikel ini mungkin akan sangat berbeda dengan apa yang kamu yakini dan kamu imani saat ini. Saya ingin mengajak pembaca Antie.info untuk sedikit menyimak teori persotoyan (sok tau) yang saya miliki. Yuk disimak…

Kemarin saya membaca berita tentang Time Traveller, bahwa di suatu film ada wanita tua atau seseorang lah yang terlihat sedang menggunakan benda seperti telepon genggam. Padahal.. itu tahun 1928 lho, kebayang betapa tuanya masa itu. Nenekku saja baru lahir tahun segitu. Apakah itu benar-benar telepon genggam? Rasanya tidak mungkin, karena BTS baru ditemukan sekitar tahun 70an (kata seorang narasumber). Kalau itu HT atau handy talky ya mungkin saja. Karena HT sudah ada pasa saat itu. Tetapi pada artikel yang diberitakan oleh news.com.au itu menyebutkan bahwa beberapa ahli meyakini bahwa benda itu adalah handphone.

Jadi… apa yang janggal?

Mungkinkah ada seseorang yang bisa kembali ke masa lalu, atau berita itu hanya hoax?

Terlepas dari hoax atau tidaknya.. tetapi keyakinan akan menjelajahi waktu, kembali ke masa lalu, pergi ke masa depan memang tidak lepas dari dongeng dan iman kita.

Masih ingat cerita Nabi Muhammad SAW yang melakukan perjalanan Isra’ Mi’raj?

Perjalanan Rasulullah SAW pada waktu malam hari dari Masjidil Haram sampai Masjidil Aqsa, perjalanan beliau yang dinamai Isra’. Demikian pula perjalanan Beliau dari Masjidil Aqsa dengan naik tangga ke langit pertama, kedua dan seterusnya, sampai langit ke tujuh kemudian ke Shidratul Muntaha perjalanan Beliau yang dinamai Mi’raj.

Sejak dulu banyak sekali orang-orang yang berpendapat bahwa itu hanya dongeng, karangan, bisa-bisanya saja Muhammad membohohi pengikutnya, dll.

Bagaimana Muhammad bisa melakukan perjalanan pulang-pergi dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem dalam satu malam? (TrulyIslam)

Ada yang berpendapat itu Ruh nya yang pergi, tetapi tubuhnya tetap berapa di Mekah. Aisyah (isteri Nabi) dan Muawiyah berpendapat bahwa Isra-Mikraj merupakan perjalanan ruhani dan bukan perjalanan fisik-jasmani. Menurut Aisyah, ruh Nabi Muhammad bergerak membelah semesta untuk berjumpa dengan Tuhan, sementara tubuhnya bersemayam di bumi. Pendapat ini ditolak jumhur ulama yang mengatakan bahwa Isra-Mikraj melibatkan jasmani-ruhani Nabi Muhammad secara sekaligus.

Apapun itu, wallahualam.. Hanya Allah yang tahu. Kita sebagai manusia hanya disuruh percaya, bukan dibohongi. Ingat, kita sebagai manusia hanya diberi otak keciiiil sekali untuk bisa memahami dan menerima seluruh pengetahuan di alam semesta ini.

Tidak diceritakan kisah secara keseluruhan, bukan berarti kita dibohongi.

Contohnya..

Saya punya suatu rahasia pribadi, yang hanya saya sendiri yang tau. Suatu hari orang lain menanyakan hal-hal yang menyinggung atau mengorek-ngorek rahasia pribadi saya. Mereka bertanya, tetapi saya menjawab sebagian. Kenapa? Karena saya tidak ingin mereka tahu semuanya. Apakah saya berbohong? Tidak.. karena saya mengatakan sejujurnya apa yang mau saya katakan, tetapi tidak seluruhnya.

Ingat ketika Uya Kuya menghipnotis “korbannya” untuk tampil di depan kamera? Dia selalu mengatakan “katakan apa yang ingin kamu katakan, tetapi jangan katakan apa yang tidak ingin kamu katakan”.

Manusia saja bisa begitu, apalagi Tuhan??

Tuhan itu Maha Tau, jadi apa yang tidak kita ketahui pasti ada sebabnya, selain untuk melindungi umat manusia akan perubahan yang drastis, juga agar kita tidak bingung dengan apa yang kita percaya sebelumnya. Manusia itu kan keras kepala. Jadi Tuhan perlahan-lahan membuka rahasia alam semesta ini kepada umatnya. Untuk saat ini, kamu diwajibkan untuk percaya saja. Nggak susah kok…

Penjelajah Waktu dan Kembali ke Masa Lalu

Ok, sekarang apa kaitannya perjalanan Isra Nabi Muhammad SAW dengan berita di News Australia itu? Ada!

Saya percaya orang bisa melakukan perjalanan waktu, ke masa apapun yang mereka percaya atas ijin Tuhan (apapun Tuhan yang kamu sebut dan sembah, dari agama apapun). Contohnya aja Doraemon, hehehe.. (b’canda).

Kalau menurut ilmu sotoy saya.. Nabi Muhammad SAW itu melakukan perjalanan waktu. Jadi, kyk di film Heroes gitu lho… si Hiro cuma memejamkan mata trus waktu berhenti. Nah pada waktu itu Allah menghentikan waktu. Selama waktu berhenti, Nabi Muhammad SAW dan Malaikat Jibril itu melakukan perjalanan dengan “Buraq”.

Nah.. bagi sebagian orang yang percaya, Buraq itu mungkin saja makhluk bersayap seperti kuda (pegasus kali), berkepala wanita cantik yang terbangnya super cepat. Bagi saya, Buraq mungkin pesawat jet super sonic yang cepaaaat banget yang bisa mengantarkan penumpangnya dalam waktu satu malam. Ok, kalau dua paragraf di atas dianggap sotoy, ya itu hak Anda :)

Teori sotoy kedua adalah.. ya karena pada saat itu kan waktu sedang berhenti, orang-orang pada diem, cuma Nabi Muhammad SAW dan Malaikat Jibril saja yang “gerak”, maka dengan mudah melakukan perjalanan ke Yerusalem, berapapun waktu yang mereka tempuh itu tidak masalah, toh waktu sedang berhenti berputar. Bagi kita yang tidak ikut perjalanan itu, menganggapnya itu perjalanan 1 malam yang mustahil.

Nah, yang teori sotoy ketiga adalah perjalanan antar waktu dan dimensi itu diibaratkan dengan huruf U. Untuk memahami perjalanan antarwaktu, kita ibaratkan ada alam dua dimensi berbentuk bidang “U” besar. Sebut saja makhluk di alam itu serupa semut. Semut tersebut untuk berpindah dari ujung “U” yang satu ke ujung yang lain harus menempuh jarak yang jauh.. Kita yang hidup di ruang tiga dimensi dengan mudahnya mengangkat semut tersebut dari satu ujung ke ujung lainnya. Mengajak semut tersebut keluar dari dimensi dua menuju dimensi tiga. Jaraknya jelas lebih pendek. Demikianlah analogi sederhana perjalanan antardimensi. Mekanismenya di luar kemampuan sains, tetapi Allah telah memperjalankan hamba-Nya, Rasulullah SAW bersama Jibril yang memang berada di luar dimensi rlebih tinggi dari dimensi ruang-waktu. Logika sains seperti itu hanya untuk menunjukkan bahwa Isra’ Mi’raj dengan jasadnya (bukan sekadar dengan ruh) bukan hal yang mustahil. (IslamLib.com)

Apapun itu,, nggak seharusnya dipermasalahkan, tetapi diyakini saja dengan caramu masing-masing. Karena manusia punya intepretasi yang berbeda-beda setiap individu, itu sudah kodratnya.

Nah, kalau berita yang di News Australia itu.. entah hoax atau bukan. Tetapi menurut sotoy saya.. itu  ada ibu-ibu numpang mesin waktunya Doraemon, trus nyasar ke jamannya film Charlie Caplin, narsis seperti Alay, tapi gak sadar saking narsisnya dia lupa kalau lagi ada di masa lalu. Akibatnya?? Orang-orang jaman sekarang pada mempermasalahkan itu.

Tuh kan bu… lain kali kalau ke masa lalu, jangan meninggalkan jejak dong. Jangan sampai terlihat orang lain. Makanya di film-film futuristic yang masuk akal, orang dari masa depan jangan sampai ketahuan atau terlihat oleh orang masa lalu, karena akan mengacaukan sistem waktu dan akan berpengaruh pada kehidupan sosial, intelektual dan spiritual orang-orang pada jaman itu. Itu sebabnya UFO tidak menampakan diri secara terang-terangan kepada umat manusia di bumi ini.

Sudah cukup ya cerita sotoynya, boleh diamini, dipercaya atau ditentang. Bagi yang punya pendapat lain silahkan dikemukakan… Tapi ingat, komentar dengan emosi berlebih akan saya hapus. Be Smart, ok!

Selamat hari sabtu semuanya.. selamat menunaikan ibadah kencan bagi yang merayakannya ^_^

Chinese, Islam dan Kristen di Indonesia

Courtesy by Flicker @jasnimuda

Courtesy Flickr @janismuda

Artikel ini tidak bertujuan untuk memecah belah bangsa, ini bukan pula SARA. Ini hanya artikel yang saya buat dari pengalaman beberapa hari yang lalu. Selamat menyimak.

Salah satu akun FB yang saya punyai isinya kebanyakan dari golongan chinese, kristen, katolik, buddha dan Alay.

Nah,, lalu muncul pertanyaan di benak saya “koq begitu banyak chinese kristen di indonesia?”

Memangnya tidak ada apa chinese yang islam?

Saya pun mencari informasinya dari internet, lalu bertemu dengan artikel yang ditulis oleh di blog Putra Hermanto ini mengenai Sejarah Chinese Muslim di Indonesia.

Untuk lebih jelasnya saya kutip di bawah ini:

Sejarah Chinese Muslim di Indonesia – Bag I

berawal dari pertanyaan seorang member di versi milist “koq begitu banyak chinese kristen di indonesia?” (padahal mostly orang tionghoa menganut buddha/kong huchu, dan menurut sejarah dan sensus, islam agama terbesar kedua di china)

Kalau boleh saya ceritakan sedikit, sejarah kedatangan orang2 china ke indonesia. referensi saya buku tulisan “H.J. de Graff” yang berjudul “Catatan Melayu”, di sadur menjadi judul “Cina-Muslim”.

Selama ini di sekolah dasar kita diajari guru sejarah kita, bahwa islam masuk ke indonesia melalui pedagang2 arab-gujarat. tapi ternyata tidak seperti itu, walaupun ada pengaruh penyebarannya gak sesignificant yg dilakukan orang2 china pada masa lalu. dimana ulama2 tionghoa sengaja datang ke nusantara untuk memperkenalkan risalah ini. mungkin di daerah pesisir lebih banyak dilakukan pedagang2 arab-gujarat.

Dalam catatan sejarah, tercatat sejak zaman sam po bo pada 1368 sampai kedatangan arus orang2 tionghoa-hokkian (non-muslim) 1585. mula2 disebarkan adalah mahzab hanafi, karena saat itu dinasti Ming banyak mempekerjakan pejabat2 tionghoa yang bermahzab hanafi. sejak 1368, muslim tionghoa banyak mewarnai percaturan politik di nusantara, kita bisa mengenal2 nama seperti sunan ampel (bong swi hoo), Haji Ma Feng Tsih, Haji Ma Hong Fu, Haji Gan En Wang (tekenal sebagai mubaligh sohor di Tuban pada zamannya).

1546, adalah masa penyebaran islam oleh cina-muslim yang beraliran syi’ah, dimana kesultanan Pajang mulai berdiri menggantikan kesultanan Islam Demak yang telah runtuh.hal ini juga menyebabkan sisa2 penganut mahzab hanafi mengungsikan diri ke daerah kaki gunung ciremai (Cirebon). ~makanya di jawa barat banyak kota2 diawali dengan nama ci. Itu kata2 bawaan dari china…

Tahun 1985, imigran cina non-muslim (hokkian) mulai berdatangan. orang hokkian yang tercatat pertama kali ada Haji Tan Eng Hoat (Cirebon), sebelumnya kebanyakan orang cina yang datang berasal dari Yunnan dan Swatow.

Lalu kalau dilihat dari sejarah ini, kenapa banyak chinese yang kristen di indonesia??

Dari buku yang dulu pernah saya baca waktu kuliah yg kalo gak salah judulnya “Etnis Tionghoa dan pembauran”. berawal sejak masuknya imperialisme belanda di indonesia. orang cina muslim banyak yg membaur dg masyarakat pribumi karena kedekatan akidah dan merasa nusantara sudah bagian dari diri mereka. penjajah belanda saat itu melakukan politik memecah belah, diantaranya membagi kelas dalam masyarakat, kelas 1 orang2 bule (belanda), kelas 2 orang2 tionghoa, dan masyarakat pribumi menjadi kelas no.3. selain itu di masa ini terjadi pemulangan besar2an orang china-muslim ke china, pada masa itu orang china-muslim disebut “Huakiao” (cmiiw, karena saya hanya mengandalkan ingatan saya tentang buku ini, saya lupa dimana buku ini). “huakiao” kalo ngelihat dialect mirip “huijiao” yg artinya “islam”, mungkin maksudnya sama, wallahu’alam. Namun demikian, tetap saja masyarakat tionghoa non-muslim ini masih banyak yang menganut buddha, dan kong hu chu.

Titik tolak perpindahan orang tionghoa di indonesia non-muslim mulai terjadi setelah revolusi tahun 1965, dimana rezim baru saat itu, mulai memutuskan diplomasi dg china, dan secara tidak langsung menuduh warga tionghoa ikut terlibat dalam komunisme. hal ini memberikan option bagi warga tionghoa untuk menyembunyikan identitas etnis mereka dengan berbaur memeluk agama2 non-tionghoa yang ada di indonesia saat itu. pilihan yang mungkin adalah katolik dan protestan, kebanyakan memilih katolik karena menurut mereka relatif lebih gampang beribadahnya. sedikit yg memilih untuk masuk islam, karena image yg dibentuk penjajah mengenai pembagian kelas dalam masyarakat. islam dipandang agama orang2 terbelakang, dan masyarakat rendahan (kelas 3). image ini masih banyak melekat pada masyarakat tionghoa non-muslim sampai saat ini. ini juga dikonfirm pak syafei antonio, waktu saya dengar ceramahnya dulu, reaksi yg dia dapat saat dia memutuskan utk menjadi muslim.

Mungkin ini sejarahnya kenapa banyak chinese christian di indonesia, kebanyakan diluar indonesia masyarakat tionghoa lebih banyak yang memeluk agama leluhur mereka (kong huchu/buddha). ini menurut buku yg saya baca lho?! wallahu’alam.

Itulah mengapa ada chinese yang namanya Suparno, Tejokusumo, dsb. Coba seandainya pada era order baru tidak dibuat aturan seperti itu, mungkin tidak ada chinese yang namanya seperti orang jawa ;) IMHO

Padahal.. Orang-orang China telah mengenal Islam di saat masyarakat Jawa hidup dalam dunia berhala dan klenik. Seperti yang ditulis pada situs Suara Merdeka – Dampak Pengakuan Keislaman Cheng Ho. Cheng Ho saja muslim kok…

Siapa sangka sebenarnya agama islam yang kamu anut itu sebenarnya berasal dari nenek moyangmu yang ternyata chinese, diturunkan turun temurun hingga padamu. Hanya karena warna kulit gelap sehingga kita menyebutnya pribumi, sedangkan orang chinese disebut pendatang. Wah.. itu rasis sekali saudara saudara :)

CMIIW.. jika ada pendapat lain dan sumber lain, silahkan berkomentar. Tujuannya hanya untuk sharing saja, tidak ada unsur menjelek-jelekan antar umar beragama, ras atau golongan. Ok…

Nah, jadi untuk pertanyaan saya yang terakhir bisakah kamu menjawabnya.. ;)

Apa nggak boleh ya chinese agamanya islam?

Selamat pagi, have a nice day ^_^