Archive of ‘Personal Life’ category

Bisnis online untuk ibu rumah tangga, Jangan tergiur kalau..

Bisnis online untuk ibu Bisnis online

Sudah pernah melihat iklan FB seperti di atas?

Iming-iming bisnis online dari rumah untuk ibu rumah tangga, bahkan di salah satu iklan tersebut dia mengatakan bahwa ada ibu bekerja yang resign dan memutuskan bekerja online di rumah.

Suatu penawaran yang menarik bukan?

Jangan terlalu terlena dulu. Setelah linknya diklik, kamu akan mengisi email dan nama di sana. Dulu saya pernah ikut mengisinya, lalu saya unsubscribe karena bisnis online mereka tawarkan ternyata bukan seperti yang saya cari.

Bagi yang nggak tau iklan facebook bisnis online ibu bekerja itu tentang apa, mungkin saya bisa jelaskan sedikit. Itu adalah bisnis online oriflame. Yup, MLM is not my passion, not my style.

Tapi bukan itu yang sebenarnya mau saya bahas. Saya akan membahas kelemahan bisnis online. Mudah-mudahan ibu bekerja yang sedang membaca ini memikirkan baik-baik untuk tidak resign dulu dari pekerjaannya dan memilih berbisnis online.

Kelemahan Bisnis Online

Bisnis online tidak diakui oleh bank, tidak legal. Walaupun profitnya 5-7 jt per bulan lebih gede daripada kerja kantoran. Kecuali bisnis online itu berbadan hukum, minimal CV.

Walaupun kamu bisa menghasilkan dengan bisnis online, tetapi kamu tidak dapat:

  • Mengajukan KPR
  • Mengajukan kartu kredit
  • dll

Ceritanya begini. Saya mempunyai bisnis online, katakanlah pendapatan bersih per bulan sangat cukup untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan untuk berfoya-foya. Tapi saya lebih suka menabung sebagian hasil dari bisni online saya karena obsesi saya bisa mempunyai rumah besar di Tangerang.

Harga rumah di kota Tangerang melejit selangit. Bayangkan, rumah bekas di kota tipe 45 harganya sekarang sudah 600-700 jutaan. Kalau harga rumah baru di tingkat developer sudah 800 jutaan.

Hingga pada hari ini suami saya menyanyakan apakah pendapatan saya dan suami kalau digabungkan bisa untuk meminjam uang (KPR) di bank dengan nilai rumah 400-500 juta.

Saya dan istri ingin menggabungkan pendapatan untuk memperoleh nilai KPR 400-500jt.

Tapi pendapatan istri adalah tidak tetap (penghasilan dari bisnis online). Ada bukti pencairan/pemasukan dana tiap bulan ke rekening Mandiri istri rata-rata sebulan adalah (sensor yaw.. rahasia pribadi).

Pertanyaan :

  1. Apakah hal tersebut memungkinkan untuk menggabungkan pendapatan suami+istri?
  2. Dengan berbekal rekening koran tabungan istri, apakah bisa digunakan untuk gabungan penghasilan calon debitur dan istri?

Sayangnya.. pendapatan online itu tidak legal. Berikut jawaban dari Bank Mandiri.

Syarat pengajuan pinjaman Mandiri KPR adalah telah menjadi karyawan tetap di perusahaan minimal selama 1 tahun. Calon debitur (istri) dengan penghasilan tidak tetap dan bukan merupakan karyawan tetap sebuah perusahaan tidak dapat diajukan karena tidak memenuhi ketentuan pinjaman Mandiri KPR.

Rekening koran/tabungan 3 bulan terakhir tidak dapat dijadikan satu-satunya dasar dalam penggajuan pinjaman Mandiri KPR untuk gabungan penghasilan calon debitur dan istri. Setiap calon debitur Mandiri KPR harus dapat memenuhi semua ketentuan dan persyaratan dokumen yang telah dijelaskan pada email kami sebelumnya.

Demikian kami sampaikan, jika masih terdapat pertanyaan atau saran, Bapak dapat menghubungi kami kembali di alamat email ini atau Mandiri Call (layanan 24 jam) di nomor telepon (021) 5299 7777 atau 14000.

Atas perhatian dan kerjasama Bapak, kami ucapkan terima kasih.

Salam hormat,

Anggun
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Customer Care
Banking Contact Center
twitter: @mandiricare

Saya sempat hopeless, apakah saya harus bekerja demi bisa mendapatkan slip gaji agar bisa KPR rumah dengan pendapatan gabungan suami+istri. Saya sanggup membayar cicilan per bulan, tapi pihak bank yang tidak mau memberikan pinjaman.

Jadi buat kamu yang ingin banget terjun di bisnis online dan saat ini masih bekerja, ada baiknya memperhatikan poin-poin di bawah ini:

  • Cobalah untuk berbisnis online secara part time terlebih dahulu, jangan langsung meninggalkan pekerjaan kantoran.
  • Dari hasil berbisnis online, cobalah menabung untuk suatu goal besar, misalnya seperti saya yang mengumpulkan uang untuk uang muka KPR rumah.
  • Ajukan KPR rumah atau kartu kredit selama kamu masih bekerja.
  • Kalau semua goal besarmu sudah terpenuhi, silahkan fokus ke bisnis online.

yang terpenting, kalau kamu hanya sudah betekad bisnis online hanya untuk senang-senang ya go ahead jangan ragu. Pastikan suamimu mendukung. Karena percuma saja kalau kamu fokus bisnis online tapi tidak ada dukungan dari suami, kamu tidak akan sukses.

See.. tidak semua ibu bekerja dari rumah dengan bisnis online dan mendapatkan uang itu nggak punya masalah, kan?

Orangtua Idaman, Kamu ingin jadi orangtua seperti apa?

Apakah orangtuamu tipe orangtua idaman yang suka nyuruh2 anaknya belajar, ngerjain PR, pokoknya terima beres rapot anaknya bagus? Kalau rapot jelek pastinya bikin malu dan ujung-ujungnya menghalalkan segala cara agar nilai dan rapot bagus. Salah satunya mencontek!

Saya mengakui, saya adalah salah satu produk anak gagal yang pernah mencontek. Hanya takut bikin malu orangtua.

Sebagai orangtua, pokoknya gimana caranya anaknya dapat nilai bagus, pinginnya sih nggak mencontek, sampai diikutkan les bimbingan belajar dimana-mana.

Tapi harapan yang begitu tinggi dari orangtua membuat anak tertekan,, naluri anak adalah malas belajar. Saya akui itu.

Jadi, sebagai orangtua baru saya nggak pingin anak saya dapat nilai bagus. Ya! saya nggak pingin nevan punya rapot bagus tapi saya nggak punya andil di dalamnya.

Orangtua Idaman

Orangtua harus legowo dan bangga kalau nilai anaknya jelek. Harus bisa membuat anak comfort dan membantunya melewati masa-masa down ketika dia merasa bodoh dengan nilai yang didapatnya, bukan malah memarahi dan menjadi malu. Seakan-akan membiarkan dan menyalahkan kepada anak kalau dia nggak belajar.

Orangtua harus menerapkan nilai kejujuran. Terapkan kalau orangtua nggak keberatan nilainya jelek, nggak marah, nggak malu asal memang itulah hasil yang didapat, bukan hasil mencontek.

Ketika ada PR, orangtua ikut membantu memberikan solusi jika anak bertanya. Ketika akan menghadapi ujian, orangtua ikut mengawasi anak belajar di rumah. Orangtua ikut memotivasi anak setiap hari.

Sepintar apapun (S1,S2,S3) dan setinggi apapun jabatan ayah atau ibunya di kantor (ceo, manager, direktur) tapi nggak bisa bantuin anaknya mengerjakan PR sekolah,, itu dimata seorang anak kalau ortuanya goblok! Mau jadi orangtua goblok dimata anak? Jadilah orangtua idaman dengan menyempatkan diri mengecek dan membantu PR anakmu sesibuk dan secapek apapun kondisimu.

Hingga pada saatnya orangtua menerima rapot anaknya,, hal itu tidaklah menjadi penting lagi. Karena penilaian orangtua tentang kemampuan anaknya sudah dapat dia ketahui sendiri, tanpa bantuan rapot dari sekolah.

Orangtua yang melihat nilai akademis anaknya jelek di beberapa mata pelajaran, jangan justru memaksa anak untuk ikut les pada mata pelajaran itu agar nilainya bagus. Tanyalah padanya kenapa nggak suka pelajaran itu? Biasanya,, nilai jelek dipengaruhi oleh banyak faktor: Guru yang nggak enak, pelajaran yang memang tidak disukai anak, atau anak yang kesulitan memahami.

Coba bantu anak memahami pelajaran yang nilainya jelek itu dengan cara yang menyenangkan, misal belajar melalui Youtube, buku bergambar atau mencari narasumber lain untuk menjelaskan dengan fun!

Kembangkan kreativitas anak. Jangan melarang anak bermain bola, ngeband, menggambar, dll hanya karena takut nilai sekolahnya jelek dan nggak fokus belajar. Justru kembangkanlah kreativitas anak itu, karena skill itulah yang akan menghasilkan uang dan membuat sukses anak dikemudian hari.

Tanyalah kepada anak, dia ingin orangtua yang seperti apa? Terimalah kritik dan saran yang anak berikan.

Semua hal-hal itu yang pernah saya rasakan,, saya merasa sebagai anak yang hidupnya nggak nyaman. Tapi saya nggak bisa menyuruh orangtua saya stop menyuruh-nyuruh saya belajar daripada mengembangkan kreativitas.

Saya mungkin tidak mendapatkan orangtua idaman yang sesuai keinginan saya. Saya belajar dari orangtua saya dan mertua, mengambil hal-hal yang menurut saya baik yang akan saya terapkan dalam mendirik anak. Selebihnya yang buruk dari orangtua dan mertua saya ya tidak saya ambil.

Saya mungkin belum menjadi orangtua yang baik, masih suka marah, suka pukul anak, belum sabar, dsb. Tapi saya berusaha untuk memperbaikinya, belajar agar menjadi orangtua yang lebih baik lagi.

Orangtua Idaman

1 2 3 4 5 16