Ribetnya Mengurus Double Record E-KTP Bag II

Postingan ini adalah sambungan dari cerita sebelumnya tentang double record e-ktp.

Di Tangerang, aku melakukan rekam e-ktp lagi dengan NIK baru (NIK yang berasal dari Surabaya). Tetapi dataku ditolak dengan alasan double record. Sidik jadi, tanda tangan, dll sudah ada di database, sehingga e-ktpku tidak bisa dicetak. Salah satu caranya adalah meminta dispenduk Sidoarjo memberikan rujukan agar data tersebut dihapus oleh pusat.

Setelah mendapatkan kesempatan untuk pulang kampung ke Sidoarjo, akhirnya kami ke Dispenduk Sidoarjo. Pihak Sidoarjo tidak dapat semerta-merta menghapus data NIK lama karena tidak ada surat permintaan tertulis dan resmi dari Dispenduk Tangerang. Wah gimana ya.. dari Tangerang kami juga nggak diberikan apa-apa, cuma disuruh ke Sidoarjo.

Akhirnya kami diberikan dua solusi saat meninggalkan Dispenduk Sidoarjo.

(more…)

Ribetnya Mengurus Double Record E-KTP Bag I

Sebelum menikah, aku tercatat sebagai penduduk di Kab. Sidoarjo. Aku melakukan rekam e-ktp pun di Sidoarjo dan masih ikut masuk ke dalam Kartu Keluarga orangtuaku.

Setelah menikah dan melahirkan, suamiku berencana membuat Kartu Keluarga sendiri dengan menyatukan nama kami berdua dan memasukan nama anak kami ke dalam kartu keluarga. Rujukan alamatnya adalah ke Surabaya.

Pada tahun 2011, aku mengurus sendiri surat pengantar cabut berkas mulai dari RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, hingga ke Dispenduk Sidoarjo. Saat mengajukan pindah ke Surabaya, NIK E-KTP dari Sidoarjo belum keluar, sehingga oleh kecamatan Karangpilang Surabaya dibuatkan NIK Baru. KK dan KTPku pun keluar, tetapi saat itu adalah KTP manual, bukan E-KTP.

(more…)

1 6 7 8 9 10 130