12 Tips Mencegah Facebook AME

Saya bukan ahli facebook ads,, tapi sering mempelajari teori tentang facebook marketing. Secara teori mungkin saya bisa, tetapi ketika praktek saya selalu rugi. Hahaha.. Nggak tau mungkin karena produk saya kurang menarik, deksripsi iklannya yang biasa saja, gambar iklan yang gitu-gitu aja, harga produk yang mahal bagi customer, dsb.

Tapi bagi-bagi tips gpp kan?

Bagi pemain facebook ads, pasti takut kalau sampai kena facebook AME.

Apa itu Facebook AME ? Facebook AME (Ads Manager Error) sama artinya dengan akun facebook ads kamu dibanned.

Lho, kenapa kok facebook ads bisa dibanned? Ada banyak faktor kenapa fb ads bisa dibanned.

12 Tips Mencegah Facebook AME

1. Kamu ngiklankan produk dengan link affiliatemu langsung. Seharusnya link yan keluar dari FB ads adalah link menuju web milikmu sendiri (sales page). Di sales page itu baru ada tombol beli menggunakan link affiliatemu.

2. Kamu menggunakan kupon facebook.

3. Kamu menggunakan CC atau kartu kredit sebagai primary payment, tetapi langsung beriklan facebook. Itu rawan sekali kena AME.

4. Kamu baru punya paypal umurnya kurang dari 1 bulan, langsung masukin ke fb ads maka hal itu akan rentan kena AME.

5. Kamu memasukan CC tetapi juga memasukan PayPal, tetapi nama antara CC dan PayPal tidak sama. Itu salah satu penyebab kena AME.

6. Nama di akun facebookmu tidak sama dengan nama di CC atau di PayPal.

7. Jangan terlalu bernafsu langsung beriklan setelah memasukan metode pembayaran di fb ads, biarkan dulu beberapa hari atau minimal 1 minggu.

8. Kamu sering ganti device / komputer saat login ke fb ads manager.

9. Adanya perbedaan IP address saat mengakses fb ads manager dan saat memasang iklan. Itu bisa dikategorikan unusual login / unusual activity.

10. FB akan curiga kalau facebookmu itu pasif, kamu jarang update status, share, like. Intinya kamu cuma gunakan FB itu untuk beriklan.

11. Kalau sudah pernah kena AME sebelumnya, jangan gunakan facebook, kartu kredit, atau PayPal yang sama. Idealnya 1 kartu kredit = 1 Akun.

12. Kalau kamu melakukan custom audience, jangan sekali-kali grab dan buat list daftar orang-orang yang mempunyai nama depan atau nama belakang yang sama.

Facebook AME

Kalau saya sih alhamdulillah belum pernah kena facebook AME, dan semoga sih enggak. Karena memang jarang beriklan lagi akhir-akhir ini.

Trus bagaimana saya bisa tau tentang AME kalau belum pernah mengalaminya? Yaa.. saya merangkum dari pengalaman teman-teman yang mainan fb ads dan pernah kena AME.

Untuk mengatasinya.. ya mau tidak mau bermain aman saja. Ikuti rambu-rambu di atas. Kalau faceboook adsmu sudah kena facebook AME, ya silahkan buat akun facebook baru, bikin paypal baru, paling extrim ya bikin kartu kredit baru :D

Kesemrawutan Kota Tangerang,, kalah jauh sama Surabaya

Kesemrawutan Kota Tangerang,, kalah jauh sama Surabaya

Sudah hampir tiga tahun saya tinggal di Kota Tangerang, bukan di Kabupaten Tangerang atau Tangerang Selatan lho ya.. Soalnya Tangerang itu luas, dan ada banyak!

Saya merasakan perbandingan yang luar biasa MENCENGANGKAN ketika terbiasa tinggal di Sidoarjo dan Surabaya lalu pindah ke kota yang lebih ramai lagi seperti Tangerang.

Kota Tangerang ini.. saya menganggapnya ya seperti sidoarjo, kota di pinggiran kota metropolitan. Hampir semua penduduknya mencari nafkah di Jakarta. Sama seperti Sidoarjo hampir, semua penduduknya mencari nafkah di Surabaya. Bedanya adalah… warga kota Tangerang ini terdiri dari berbagai macam suku, terutama Jawa yang paling banyak. Mulai dari pedagang kaki lima, penjual sayur, pembantu, baby sitter bahkan di komplek perumahan saya tetangga paling banyak orang jawa! Saya berfikir…

Wah.. orang jawa sudah menjajah JABODETABEK!

Padahal masih nempel di kepala saya bagaimana dulu orang tangerang, orang betawi, yang rasanya jijik gitu sama orang jawa. Sampai kalau merasa kesal, menyindir, selalu bilang “JAWA LU!”

Kesannya orang jawa tuh ndeso banget gitu, kampungan, berada di luar planet antah berantah. Orang Jakarta dulu, menganggap dia buka tinggal di pulau Jawa. Itu tuh aneh banget!

Oh ya.. balik lagi ke topik awal, kesemerawutan Kota Tangerang.

1. Kota Tangerang ini tidak punya banyak taman kota, gersang! Bandingkan dengan Surabaya yang hijau, asri, rapi, bersih.

2. Polisi di Kota Tangerang kurang garang, kurang care! Ada anak SMA bersepeda motor, goncengan nggak pakai helm dibiarkan saja. Waktu itu kan saya lagi berhenti di traffic light, bersama anak-anak SMA itu dan di sebelah jalan ada pos Polisi. Eh polisinya diem saja, pura-pura nggak melihat ada anak SMA yang nggak tertib.

Mungkin lho ya pikir polisi itu, anak SMA nggak ada duitnya, ah biarin saja. Coba kalau di Surabaya, mau anak sekolah kek, mau pengendara umum, namanya salah ya salah harus ditindak. Sehingga hukuman itu membuat efek jera.

3. Saya paling benci kalau melintasi pasar bengkok kunciran kalau mau ke rumah adik ipar. Itu jalan sempit banget, macet, semerawut. Kalau saya jadi walikota Tangerang, langsung saya gusur tuh pasar, saya pindahin agar jalan bisa lebih lebar. Why? Karena untuk akses ke perumahan BPKP cuma melalui jalan itu dan nggak ada jalan lain. Jadi mau nggak mau harus menerima kenyataan kalau jalan di situ macet dan kumuh.

Pasar bengkok kunciran itu seperti pasar manyar,, jadi alangkah indahnya kalau pasar itu bisa digusur, direlokasi sehingga jalan raya bisa lega untuk dilewati seperti jalan bekas pasar manyar di Surabaya.

4. Ada aturan dimana kalau kita mendengar sirine ambulance, kita WAJIB memberikan jalan agar mobil ambulance itu bisa jalan tanpa terjebak macet. Kita kan nggak tau apa yang terjadi di dalam mobil ambulance itu, pertaruhan antara hidup dan mati. Jadi ketika bunyi sirine itu meraung-raung, lebih care lah.

Bagaimana dengan warga kota Tangerang? Orang-orangnya kurang teredukasi. Terbukti dari 2 kali saya berhenti di perempatan traffic light dekat TangCity Mall, mobil ambulance berada di belakang mobil saya, tapi orang-orang di depan mobil saya nggak mau maju terus menerobos lampu merah. Suami saya sampai menekan klakson mobil beberapa kali, saya pun sampai memberi isyarat agar motor dan mobil di depan saya langsung maju saja karena mobil ambulance mau lewat. Gitu aja orang-orang nggak paham.

Ketika ada mobil ambulance di traffic light, kamu DIPERBOLEHKAN menerobos traffic light apabila kamu berada di depan mobil ambulance tersebut dengan tujuan memberikan jalan.

Coba kalau di Surabaya,, nggak tau aturan mobil sirine bunyi langsung jadi bulan-bulanan orang se-Surabaya.

Di Tangerang saya rasa walikotanya kurang care, nggak seperti di Surabaya bu Risma yang totalitas banget mengurus Surabaya.

Di Tangerang itu perlu ada radio seperti Suara Surabaya (radio SS e100), yang bener-bener memantau kota, memantau warganya. Jadi kalau ada warganya dan hal-hal yang nggak bener sedikit bisa langsung ditindak.

1 5 6 7 8 9 122