Outsourcing Tidak Diperbolehkan, Tenaga Kerja Diganti Mesin. Apakah Ini Solusi?

Sesuai dengan Permenakentrans No 19 tahun 2012 bahwa tenaga outsourcing (alih daya) hanya diperbolehkan pada 5 sektor. Keputusan ini diambil karena banyaknya demo buruh yang menuntut penghapusan tenaga kerja outsourcing atau kerja kontrak.

Buruh atau pegawai yang bekerja di perusahaan swasta tuh maunya dijadikan pegawai tetap, seperti pegawai negri yang ada tunjangan ini itu, ada asuransi kesehatan lengkap, ada uang pensiun dan yang terpenting ada pensangon yang cukup gede apabila di-PHK sepihak (Pemutusan Hubungan Kontrak).

Tapi kalau saya melihat dari sisi perusahaannya sendiri, mereka juga kan bukan badan amal, mereka profit oriented. Semasa SMP sampe kuliah mungkin diajarkan prinsip ekonomi yang dengan modal minimal keuntungan maksimal. Jadi, buat apa menggunakan karyawan tetap hingga mereka pensiun jika mereka bisa mendapatkan pegawai produktif, fresh setiap tahunnya melalui sistem kontrak.

Men vs Robot

image @ savgraphics.com

Coba bayangkan kalau mempertahankan 100 karyawan hingga mereka tua dan pensiun, kinerja mereka menurun dan perusahaan akan rugi. Faktanya, karywan yang terlalu dimanjakan dengan kata ‘uang pensiun’ biasanya kerjanya santai-santai, syukur-syukur nggak ada resiko dipecat.

Okelah peraturan berjalan. Akhirnya perusahaan memilih untuk mengganti para pekerjanya dengan sistem mekanisasi. Di Indonesia sudah dilakukan. Contohnya dulu palang pintu tol dijaga orang, sekarang sudah mesin. Trus ada pabrik susu yang dulu manual oleh tenaga kerja manusia, sekarang mesin.

Akhirnya peraturan itu bukannya membuat impian buruh menjadi nyata melainkan semakin menambah mimpi buruk. Maksud hati merubah nasib menjadi lebih baik, akan tetapi justru nasib mereka yang sekarang tambah galau nggak jelas. Banyak buruh yang akan kehilangan pekerjaan mereka karena digantikan mesih.

Bahkan ada pabrik yang berniat pindah ke negara lain gara-gara nggak dibolehin pake sistem outsourcing ini. Waduh, apa nggak menambah jumlah pengangguran aja nih kalau banyak pabrik yang hengkang dari Indonesia.

Repot juga ya.. maksudnya ingin efisien dan efektif, tapi berasa 50 tahun tertinggal di belakang dengan bangsa-bangsa lain kalau masih menggunakan tenaga manusia yang lambat dan segala macam tuntutannya.

Jangan-jangan akhirnya ada revolusi industri di Indonesia, trus orang Indonesia pindah ke pulau lain membangun negara lain yang semua dikerjakan tenaga manusia. Ah.. ngaco nih saya.

Makanya orang tua selalu berpesan kepada anaknya, belajar yang pintar. Agar jika dewasa kelak nggak jadi buruh tapi bisa jadi bos yang punya banyak pabrik untuk menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang lain.

Kalau menurutmu?

Cara Mudah dan Cepat Menutup Kartu Kredit

Blog post hari ini menjelaskan bagaimana caranya dengan cepat dan mudah menutup kartu kredit kamu agar terbebas dari hutang.

Sebelumnya banyak sekali laporan ke YLKI terkait kesulitan konsumen dalam menutup kartu kreditnya, seakan-akan hal tersebut dipersulit oleh bank yang bersangkutan.

Banyak alasan mengapa orang ingin menutup kartu kreditnya, mulai dari kebanyakan kartu, kebanyakan hutang, orang yang bersangkutan (pemilik kartu kredit) sudah meninggal, dsb.

Cara Mudah Cepat Menutup Kartu Kredit

Saya mendapatkan artikel ini dari detikFinance dan saya tulis ulang dengan cara berbeda, semoga bermanfaat ya!

Lunasi seluruh tagihan

Jika dalam tagihan kartu kredit kamu masih ada hutang, sebaiknya kamu harus melunasi dulu seluruh hutang tersebut. Karena jika masih ada hutang maka kartu kreditmu tidak bisa ditutup. Jika kamu tidak mampu membayar hutangmu sekaligus, mulailah bayar tagihan dari kartu kredit yang punya bunga lebih rendah. Kamu juga bisa membayar tagihan dengan cara mengalihkan utangnya ke kartu kredit yang lain, cari yang bunganya paling rendah.

Tapi harus diperhatikan bahwa pemindahan tagihan seperti ini dikenakan biaya, umumnya sekitar 1-5% dari total tagihan yang akan dialihkan. Hubungi customer service bagian kartu kredit untuk info dan prosedur lebih lanjut mengenai pemindahan tagihan ke kartu kredit lain.

Baca ketentuan dan peraturan di dokumen kartu kredit

Kamu harus dengan jeli membaca ketentuan dan peraturan dalam menutup kartu kredit. Harus diperhatikan jika ada beberapa denda yang harus kau bayar jika umur kartu kredit masih muda, biasanya ada denda untuk penutupan dalam waktu singkat.

Kumpulkan semua bonus hadiah

Jika kamu mempunyai bonus (seperti poin, cashback, dan lain-lain) dari kartu kredit, ada baiknya hadiah atau bonusnya diambil sebelum menutup kartu kredit. Jika hadiahnya lebih kecil dari jumlah kredit ditambah bunga, lebih baik potong kerugian Anda dengan membayar tagihan dan menutup kartu kredit. Maksudnya jika bonusnya hanya bernilai Rp 500.000 tapi tagihan bulan selanjutnya beserta bunga mencapai Rp 1 juta, lebih baik tutup sekarang juga.

Batalkan seluruh pembayaran otomatis

Banyak sekali pembayaran otomatis yang dibebankan ke kartu kredit, contohnya seperti cicilan elektronik, tagihan telpon, tv kabel, internet, dll. Sebelum menutup kartu kredit, pastikan seluruh pembayaran otomatis terhadap kartu tersebut telah ditutup atau dialihkan ke cara bayar manual.

Telepon untuk minta tutup kartu kredit

Cara tercepat agar kartu kredit kamu segera ditutup adalah dengan menelpon CS bank bagian kartu kredit. Biasanya kamu dimintai alasan mengapa ingin menutup kartu kredit dan CSnya pun akan membujukmu agar tidak jadi menutupnya. Jawab saja dengan singkat, “Tidak terima kasih, saya hanya ingin menutup kartu kredit.

Oh ya, jangan beranggapan setelah menelepon, kartu tersebut sudah tidak berlaku. Tanyakan dan pastikan kepada CSnya tanggal efektif kartu sudah tidak berlaku.

Minta konfirmasi tertulis

Setelah selesai dengan urusan dengan costumer service bagian penutupan kartu kredit, kamu wajib minta konfirmasi tertulis dari pihak bank yang membenarkan bahwa kartu kredit kamu sudah tidak berlaku lagi. Jangan lupa simpan bukti surat itu dengan baik apabila suatu hari ada kasus kamu mendapatkan tagihan kartu kredit. Dengan adanya bukti konfirmasi tertulis bahwa kartu kreditmu sudah ditutup, maka jika ada sesuatu yang salah bisa segera ditangani tanpa harus menunggu lama.

Agak rumit juga sih menutup kartu kredit ini, tetapi selama kamu tidak mempunyai hutang dan tunggakan tagihan maka segalanya bisa mudah dan cepat diselesaikan.

Kalau dari pengalaman mama saya, justru yang punya kartu kreditnya adalah papa dan beliau sudah meninggal. Akhirnya mama yang ribet nelpon cs beberapa bank agar kartu kredit papa ditutup. Katakan saja bahwa orang yang bersangkutan sudah meninggal. Ada beberapa bank yang membutuhkan konfirmasi tertulis berupa surat kematian si pemilik kartu kredit, ada pula yang tidak dan hanya cukup melalui telpon.

1 48 49 50 51 52 122