Menghasilkan Uang Menggunakan Twitter dan Instagram

Menghasilkan Uang Menggunakan Flattr
Kini kamu bisa dengan mudah menghasilkan uang secara online menggunakan akun Twitter dan Instagrammu.

Flattr Adalah sebuah startup baru yang berdiri pada tahun 2010 oleh Linus Olsson dan Peter Sunde.

Dengan menggunakan aplikasi Flattr, kamu bisa mendapatkan uang dari Twitter’s Favorite, Instagram’s Likes dan cara sejenis dari sebagian social media yang saat ini sedang populer.

Flattr memungkinkan penggunanya untuk memasukan uang ke accountnya dan menggunakannya untuk memberi tip kepada content creator (pencipta konten) yang menurut mereka karyanya pantas dihargai dengan cara mengklik tombol di situs mereka.

Bagaimana cara kerjanya:

  • Daftar di website Flattr dan melakukan donasi secara berkala (bayar) setiap bulan ke dalam akunmu.
  • Gunakan akun social mediamu seperti biasa, Like atau jadikan Favorite apa saja yang kamu suka di Twitter, Instagram, SoundCloud, 500px, Vimeo, Flickr, App.net dan Github. Belum support untuk Facebook.
  • Diakhir bulan, donasimu akan dibagi antara konten orang-orang yang kamu like tadi.
  • Untuk mengkalim uangnya (tent saja ada potongan 10% untuk Flattr), orang yang kontennya kamu like tadi harus juga sebagai member Flattr.

Flattr ini sebagai cara kita memberi ucapan terima kasih kepada pemilik konten (gambar, artikel, dll) yang kita share karena konten mereka bermanfaat. Diharapkan orang akan berlomba-lomba menciptakan konten yang original, menarik dan bermanfaat untuk orang lain supaya dapat tips banyak.

Sayangnya hanya sesama member Flattr yang bisa memberikan tips dan untuk mengambil uangnya.

Bagi sebagian orang sih males melakukan hal ini, karena beranggapan konten internet itu gratis. Tetapi bagi yang beranggapan bahwa semua usaha berhak mendapat imbalannya ya pasti join Flattr.

Buyer Israel dan China Penipu?

Beberapa hari ini saya sudah menolak order dari buyer Israel dan China, Taiwan sih tepatnya..

Soalnya mengingat banyaknya teman-teman seller yang kena tipu buyer Israel membuat saya sedikit waspada. Padahal jumlah order dari merek lumayan lho. Cuma saya nggak mau gelap mata.

Oh ya, modusnya begini.. mereka (buyer Israel dan China) membeli banyak barang, tetapi beberapa hari kemudian melakukan dispute PayPal. Padahal sudah dijelaskan kalau waktu pengiriman 2-4 minggu. Kasus kedua adalah setelah 2 minggu mereka menanyakan “Where is my item?” kemudian open dispute ke PayPal. Kalau sudah open case di PayPal biasanya saya sebagai seller pasti kalah dan akhirnya rugi. Karena kiriman internasional menggunakan RLN atau USPS itu nggak ada tracking number uptodate sampai rumah si pembeli. Kecuali kalau pakai FedEx, UPS, DHL atau EMS, itu baru bisa menang.

Kasus ketiga adalah, barang sudah sampai, TN sudah uptodate, tapi mereka tetap open dispute dengan alasan item not as describe. Lha piye toh.. dan bodohnya lagi PayPal membela si buyer. Alhasil udah seller rugi, buyer penipu itu dapat barang gratis plus uang refund. Sial!

Daripada saya rugi, mending saya ngembalikan urang si buyer (refund) dengan alasan ada technical isuue, nggak mau ngecewain customer karena handling time yang lama makanya order dicancel dan uang dikembalikan 100%.

Sekarang saya cuma melayani buyer dari USA aja dan beberapa negara di Eropa seperti Italia, Prancis, Jerman, Belanda, UK. Kalau untuk Asia, yang dihindari cuma China dan Israel, selebihnya sih… bungkus!

Sebenarnya nggak hanya buyer dari dua negara itu aja sih yang rawan penipuan, banyak juga buyer dari negara lain seperti UK dan USA yang emang nipu. Untungnya saya udah nggak jualan di ebay lagi, jadinya kalau ada indikasi buyer mau komplain ya nggak saya balas email mereka.

1 38 39 40 41 42 129