Penipuan Modus Baru, Beli Laptop Malah Dikirim Susu Milo

Kemarin saya membaca link yang dishare Ridu, isinya tentang penipuan online lagi (doh), kali ini si penipu memasang iklan di Berniaga.com. Si pembagi pengalaman itu untungnya beruntung lolos dari penipuan, ternyata bukan hanya dia yang kena tipu, melainkan sudah banyak orang yang kena tipu penjual yang sama.

Yang bikin saya kesal baca thread yang dishare di forum Kaskus itu adalah para korban-korbannya sudah tau kena tipu, malah diem aja, cuma bisa curhat di forum. Gimana sih. Sudah jelas-jelas kalau kena tipu lapor polisi, apalagi sudah banyak korbannya gitu, jadi makin membuat semangat pak polisi untuk mengusut tuntas kasus ini, jangan diam saja!

Si penipu ini bermodal, dia berani ngasi jaminan transfernya nanti aja setelah barang datang. Itulah yang kemudian membuat kita sebagai pembeli lupa walaupun dia terlihat ‘tidak mungkin ada niat menipu’ tetapi kita tetap harus waspada!

Berikut linknya, silahkan bisa kamu baca di sini.

Hari kamis kemarin tanggal 9 mei 2013 sekitar jam 3 sore’an si pembeli/pembuat thread di link atas melihat iklan di salah satu website jual beli online (Berniaga.com),dan dia tertarik sama salah satu iklan yang menjual netbook lumayan murah. Ini iklannya :

Penipuan Modus Baru, Beli Laptop Malah Dikirim Susu Milo

Jadi si pembeli ini melihat ada iklan notebook lumayan murah di Berniaga.com

Berikut data si pemasang iklan

Nama pengiklan : Lara Ferdiana Maria
Nama si orang yang negosiasi sama ane :
Fani ariaditya
Jl.H.Abdulah
Jakarta selatan
No. Hp : 0878 8711 6622 (dia cari nomer lumayan bagus untuk aksinya)
Rek BCA : 6120214444 a/n Fani Ariaditya

Lokasi penjual dan pembeli sama-sama di Jakarta, tetapi si penjual atau si penjual ini nggak mau diajak ketemuan untuk COD, alasannya si penjual lagi ada di Bandung. Si penjual menawarkan untuk kirim barang dulu, nanti transfer setelah terima resi JNE.

Tetapi si pembeli setelah menerima resi JNE tidak segera transfer seperti yang diminta, alasannya ATM tutup. Nah, di sini kecurigaan pembeli karena penjual maksa suruh transfer.

Besoknya si pembeli a.k.a yang buat thread di forum itu dapat paket yang dikirim dari si penjual. Pas dibuka isinya susu milo. Ya ampun…

Alhamdulillah si pembeli gak ketipu. Si pembeli sudah SMS dan nanya mau ditransfer berapa untuk harga susunya? tapi si penual malah diam seribu bahasa, mungkin karena malu sudah nipu jadinya si penjual anggap dia ikhlas ngasih susunya, hehe..

Ok, jadi saya sarankan kalau mau membeli barang elektronik secara online:

  1. Jangan pernah tergiur oleh barang elekrtonik yang dijual secara online.
  2. Kalau mau membeli barang elektronik secara online, belilah di situs jual beli yang terpercaya atau dari perusahaan besar seperti Rakuten, BliBli, Lazada, Bhineka, dll.
  3. Transaksi diatas 1 juta rupiah WAJIB menggunakan jasa REKBER atau rekening bersama. Kamu bisa menggunakan KasPay, IPAYMU, dll.
  4. Carilah penjual yang satu kota denganmu, ajak untuk ketemuan, COD. Itulah mengapa Berniaga.com selalu ngomong gini di iklannya “Klik, Ketemuan, Deal”. Intinya harus ketemuan kalau mau transaksi barang diatas 500ribu dan nggak rela atau nggak ikhlas kalau ketipu.

Apa yang terjadi kalau sudah tertipu?

  1. Sebagai korban, kamu jangan diam saja. Langkah pertama adalah mengancam di penipu kalau nggak balikin duitmu, kamu akan lapor polisi dan menyebarkan data diri si penipu di internet.
  2. Kalau masih nggak berhasil, segera lapor polisi. Sertakan bukti-bukti transaksi kamu dengan si penjual, simpan bukti rekaman telpon kalau ada, bukti pembayaran, bukti SMS dengan si penjual penipu, dsb.
  3. Sharing pengalamanmu di forum-forum di internet. Tujuannya bukan mencemarkan nama baik si penipu, tapi mengingatkan orang untuk lebih berhati-hati kalau transaksi online.
  4. Ikhlas.

Semoga jangan pernah ada lagi pengalaman orang yang ketipu. Oh ya, baca juga artikel-artikel di bawah ini tentang penipuan:

Berikut cara memberantas penipuan online:

Menjadi Blogger yang kritis kini semakin berbahaya!

Sudah baca berita terbaru dari Tempo dan Jakarta Globe? Dosen UI Jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik karena postingan di blog. Ini beritanya, silahkan dibaca dulu:

http://en.tempo.co/read/news/2013/06/17/055489012/State-University-Lecturer-Declared-Suspect
http://www.thejakartaglobe.com/news/ui-lecturer-charged-with-defamation-over-blog-post/

Jadi, di dalam blognya Dosen FISIP Universitas Indonesia menulis tentang artikel berjudul “Bungkamnya BEM-BEM UI: Tak Peduli, Pengecut, atau Dikadali?” dan “BEM-BEM di UI SEGERA BERTINDAK; REKTOR DAN PARA KACUNGNYA GAGAL!”

Pada kedua artikel itu, Ade menjelaskan, dirinya tidak pernah menulis secara definitif bahwa Kamarudin korupsi. Dia hanya memaparkan adanya berbagai bentuk dugaan korupsi di UI, termasuk di dalamnya penyunatan uang beasiswa.

Tapi pada kenyataannya Ade Armando ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap mantan Direktur Kemahasiswaan UI, Kamarudin.

Mas Donny dari ICT Watch mengatakan:

makanya jgn mau jadi blogger yg kritis dan peduli isu sosial, korupsi, dll. udah gak ada duitnya, eh beresiko masuk penjara lagi. ya tho? 😉

semakin banyak blogger kritis yg dituntut atau dijadikan tersangka, semakin “baik” buat Indonesia. “sukur2” sampai di penjara tho… 🙂

Lha.. berarti Blogger yang punya blog harus nulis yang baik-baik aja gitu? Nulis yang kritis dikit aja langsung dituduh pencemaran nama baik. Ada apa dengan Indonesia? Mengapa primitif sekali.

Seharusnya tidak langsung dipanggil, dilaporkan trus dibawa ke ranah hukum. Seharusnya si pihak yang bersangkutan bisa menjelaskan lewat tulisan juga bahwa jika memang hal itu tidak benar (dugaan korupsi) maka harus bisa membuktikannya.

Jadi mungkin bagi orang-orang yang punya wewenang di negeri ini, lebih baik di dunia maya berisi autoblog spam, blog-blog yang isinya nggak bermanfaat yang membahayakan banyak pengguna internet di Indonesia daripada ada satu dua blog yang isinya kritis, tapi membahayakan satu dua orang saja. Aneh!

Eh denger-denger penulis kolom di Kompas juga dituntut hukum gara-gara tulisannya *no mention*.

E-Tiket Commuter Line Bisa Menuai Masalah Baru

Mulai 1 Juli 2013, PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan menghapuskan tiket kertas untuk KRL Commuterline dan mengganti dengan tiket elektronik berupa kartu.

Kelebihan e-tiket KRL Commuterline:

  • Tidak perlu menyediakan uang cash, uang receh.
  • Tidak perlu mengeluarkan dompet ditengah keramaian orang, mencegah dari dompet jatuh, ketinggalan dan kecopetan.
  • Kartu e-tiket KRL cukup ditaruh di saku baju, dipakai ketika akan memasuki stasiun.
  • Menghindari tiket kertas yang rusak, sobek, hilang karena jatuh, dll.
  • Mengurangi sampah kertas di JABODETABEK.

Tetapi yang akan saya bahas adalah satu kekurangan e-tiket commuterline yang kalau tidak segera ditangani dengan baik atau kita tidak mencari solusinya, maka akan fatal akibatnya.

images @ Tempo.co

images @ Tempo.co

Biasanya orang kantoran itu selalu terburu-buru, datang ke stasiun selalu mepet waktu KRL pas akan berangkat. Dengan adanya tiket kertas KRL, maka orang akan langsung masuk kereta saja, dan resiko ketinggalan kereta sedikit.

Tetapi dengan adanya e-tiket KRL ini akan memunculkan masalah baru yaitu apabila penumpang yang ingin memasuki stasiun membludak, KRL sudah hampir datang dan mau berangkat lagi, KRL kan tidak bisa menunggu penumpang (beda dengan bus), sehingga meningkatkan resiko penumpang ketinggalan kereta, dan tentunya terlambat sampai di kantor atau terlambat pulang karena mau tidak mau dia harus menunggu kereta yang berikutnya.

Anggap saja apabila kartu sukses dibaca oleh mesin pintu masuk (discan) sekitar 2 detik. Apabila ada kartu penumpang yang gagal terbaca, akhirnya harus diulang scannya, dan itu butuh waktu lebih dari 5 detik. Bayangkan apabila ada lebih dari 10 orang kartu penumpang yang gagal terbaca, maka butuh waktu berapa lama untuk antri di depan mesin scan tiket?

Nggak mungkin kan petugasnya bilang, “ya udah masuk aja sana”. Eh gila aja.. padahal pada saat discan, pada saat itu nominal yang ada di kartu akan terpotong sebagai biaya tiketnya, trus penumpang nggak bayar dong, gratis? Asyiikk…

Solusinya mungkin kita bisa berangkat lebih awal pada saat akan berangkat kerja sehingga tidak sampai antri di depan mesin tiket masuk dan ketinggalan kereta. Tapi kalau untuk pulangnya agak susah, karena semua kantor pulangnya barengan jam 5 sore, semuanya langsung menuju stasiun, masuk bersamaan. Jadi ada kemungkinan penumpang akan ketinggalan kereta.

Jika ada yang punya solusinya di sini, silahkan share ya..

BBM Naik, Tarif KRL Jabodetabek Turun

Kabar gembira ditengah demo-demo mahasiswa yang gajebo menuntut BBM nggak dinaikan. Berita baik ini untuk warga JABODETABEK yang kantornya di Jakarta dan sering menggunakan KRL. Pemerintah akhirnya memberikan subsidi berupa Public Service Obligation (PSO) untuk layanan KRL AC senilai Rp 286 miliar.

KRL Jabodetabek

images @ berita8.com

Direktur Utama PT Kereta Api Persero (KAI) Ignasius Jonan mengaku pasca subsidi untuk penumpang ini, harga tiket dipastikan turun drastis. Seperti dari Bogor-Jakarta Kota, pasca subsidi penumpang cukup membayar Rp 5.000 dari sebelumnya Rp 9.000.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pasca adanya penerapan tarif progresif dan pemberian subsidi untuk penumpang KRL AC oleh pemerintah, KAI akan menambah jumlah armada secara berkala hingga akhirnya per 1 September 2013, tidak ada lagi KRL Jabodetabek non AC.

BBM Premium Naik, Tarif KRL Jabodetabek Turun Per 1 Juli 2013

Naik KRL itu lebih cepat, nggak macet, dan pastinya pulang tepat waktu. Suami saya aja sehari-hari naik KRL dari Tangerang ke Sudirman, Jakarta. Lebih mahal naik angkot + nitip sepeda motor daripada KRL. Bayangkan kalau bawa kendaraan sendiri, motor atau mobil? Sudah stress di jalan, bensin cepat habis, pengeluaran rumah tangga membesar dan pastinya nggak bisa diprediksi nyampe kantor atau rumah jam berapa.

Biasanya suami saya berangkat dari rumah di Tangerang naik KRL ke Jakarta maksimal cuma 1,5 jam. Wah, jauh lebih hemat daripada menggunakan mobil pribadi atau angkutan umum, bisa lebih dari 2 jam hanya untuk perjalanan.

Thanks buat pemerintah. Kalau bisa berikan subsidi kepada PT Pos Indonesia juga, agar tarif kiriman ke luar negri juga diturunkan seperti China. Agar UKM bisa menjual barang mereka ke luar negri, dan bisa bersaing di luar negri. Selama ini barang dari Indonesia mutunya bagus, nggak kalah dengan luar negri, tapi gara-gara ongkos kirim yang mahal dari Indonesia, makanya banyak pembeli yang membatalkannya. *curhat lho ini pak, curhat*

1 18 19 20 21 22 68