Membuat E-Mail Template di Gmail

Sering kali dalam sehari kita sering mengirimkan email yang hampir sama kepada beberapa orang, tetapi ada bagian-bagian tertentu yang kita ubah. Salah satunya yang sering saya lakukan adalah mengirim email pemberitahuan bahwa barang sudah terkirim ke alamat pembeli. Maklum, online shop saya tidak otomatis memberitahu bahwa barang sudah dikirim ke alamat pembeli. Jadinya mau tidak mau saya harus mengirim email secara manual lewat email.

Cara memudahkan kita mengirim email secara masal dan unik ada 2.

  1. Menggunakan template email.
  2. Mengirimkan melalui kolaborasi mail merge microsoft words, ambil datanya melalui excel dan mengirimkan emailnya menggunakan outlook email.

Saat ini yang mau saya bahas adalah yang no 1, menggunakan template email. Berikut saya membuat template email di Gmail untuk memudahkan pekerjaan saya,

Langkah 1 – Setting

Klik Setting di pojok kanan atas dari Gmail kamu. Pilih tab Labs. Pilih opsi enable pada Canned Response. Klik save.

01-Setting 02-Canned Responses

Langkah 2 – Membuat Template

Compose Email, masukan kata-kata yang akan kamu jadikan template email. Setelah itu klik tombol panah di sebelah pojok kanan bawah. Pilih Canned responses –> New canned response. Setelah itu beri nama templatenya.

03-Compose

04-Save New Canned Response

05-Canned Response Name

Langkah 3 – Insert Template

Langkah terakhir jika ingin menggunakan email template ini adalah Compose Email, kemudian klik tombol panah di sebelah pojok kanan bawah. Pilih Insert [nama template].

06-Insert Canned Response

Gimana, gampang kan membuat email template di Gmail?

Berhati-hatilah Memilih Smart Phone Touch Screen

Semenjak Apple meluncurkan iPhone beberapa tahun lalu, sekarang marak banyak bermunculan smartphone android sejenis yang touch screen. Harganya pun terbilang cukup murah, mulai dari harga 1,2 juta milik Smartfren hingga 4 jutaan punya Samsung. Tetapi yang akan saya bahas di sini adalah ponsel pintar touch screen atau layar sentuh android yang menggoda untuk dibeli.

Menurut pengalaman pribadi, smartphone dengan layar sentuh itu rawan rusak, ringkih, dan jatuh sedikit aja bisa rusak. Beda dengan handphone jaman dulu, Nokia N78 punya saya misalnya, bolak-balik jatuh nggak pernah hang tuh, trus kecelup bak waktu nyuci baju juga Alhamdulillah masih bisa dipakai. Kasus kedua adalah handphone monochrome punya Samsung yang harganya 100ribuan, itu tahan banting banget!

Sparepart untuk ponsel layar sentuh itu lebih mahal daripada beli handphone baru, jadi bagi sebagian orang males memperbaikinya karena ongkos servisnya lebih mahal dan setara dengan membeli hp baru. Akhirnya, hp android touch screen mereka menjadi bangkai.

Berdasarkan pengalaman saya, sebelum membeli ponsel pintar, ada baiknya mempertimbangkan hal-hal di bawah ini.

Merk Produsen Handphone
Cari produsen handphone yang sudah terkenal, sudah bergerak di dunia penjualan handphone bertahun-tahun, seperti Nokia, Samsung, BlackBerry, Apple iPhone. Banyak sih produsen handphone baru bertebaran dimana-mana yang menawarkan handphone degan spesifikasi sama tetapi harga yang lebih murah. Contohnya saja seperti Smartfren, Lenovo, Polytron, Acer, dan yang terbaru Oppo.

Menurut pengalaman, saya tidak menyarankan untuk memilih produsen baru tersebut terlebih lagi kamu tipe orang kaya nanggung, memilih smart phone dengan dana terbatas alias kebeli smartphone diatas 2 juta aja sudah Alhamdulillah.

Kecuali kamu gadget mania, suka bereksperimen hal-hal baru, boleh lah mencoba membeli handphone dari produsen hp baru tersebut. Hitung-hitung nantinya berbagi pengalaman kepada orang lain bagaimana kesan-kesannya selama menggunakan hp tesebut.

Handphone Tipe Pasaran
Pilih handphone yang banyak dimiliki banyak orang (pasaran), mengapa?

  1. Sebelum membeli, kamu akan memiliki banyak pertimbangan dari review orang-orang yang sudah membeli dan menggunakannya. Dari situ kamu bisa memperkirakan kekurangan apa yang akan kamu dapatkan, apakah itu masih bisa ditolerir olehmu atau enggak.
  2. Kalau terjadi kerusakan sedikit maupun paruh, bisa dicari masalah dan solusinya lewat googling di Internet. Banyak orang yang share tentang masalah mereka, karena handphonemu pasaran!
  3. Kalau mau service bukan di service center resmi, banyak tukang servis yang bisa memperbaikinya karena handphone itu pasaran. Jadi secara tidak langsung mereka sudah biasa dan terlatih untuk memperbaiki handphone tersebut.
  4. HP pasaran punya kelebihan yaitu perlengkapan aksesorisnya mudah ditemui dan dijual, misalnya baterai, charger, casing (hardcase, softcase), dll.
  5. Beli handphone cina? Wah.. saya nggak rekomen kalau yang harganya diatas 1,5 juta, mending nabung lagi untuk dibelikan yang lebih mahal, lebih bermerk, dan lebih bagus. Karena handphone cina harganya murah tapi sparepartnya susah dan kalaupun ada harganya mahal. Tapi kalau hp cina dibawah 1 juta, biasanya justru awet dan tahan banting. Karena harganya yang murah, gak perlu disevis kalau rusak, tingal LEMBIRU aja (lempar beli baru).

Jangan bangga kalau handphonemu itu langka, karena apabila terjadi masalah akan susah menemukan solusinya. Percaya deh! Biarin deh hp pasaran, hp sejuta umat, yang penting nggak bikin kamu pusing dikemudian hari.

Service Center

Kebanyakan produsen handphone baru belum berpengalaman dengan after sales menangani kerusakan handphone beberapa bulan setelah produk mereka diluncurkan. Apalagi kalau kamu tinggal di luar Jakarta, ketika kamu bawa ke servis resmi maka handphonemu akan menginap minimal 3 minggu dengan alasan menunggu spare part dari Jakarta.

Menurut pengalaman saya, penantian service handphone smartfren andromax selama 3 minggu berbuah sia-sia. Mereka tidak dapat memperbaiki handphone andromax suami saya tanpa alasan yang jelas. Sedangkan menurut pengalaman seseorang yang sharing di forum Kaskus, biaya service penggantian sparepart LCD Lenovo seharga membeli handphone baru. Wew.. gila gak tuh! Jadi percuma saja ada garansi 1 tahun, lha baru beberapa bulan handphonenya nggak bisa diperbaiki.

Beli handphone yang ada service center resminya di kota kamu! Jika tidak ada, jangan beli merk tersebut.

Setelah mengalami kejadian kurang menyenangkan dengan Smartfren Andromax, akhirnya suami saya beli Lenovo. Baru beberapa minggu, hpnya jatuh sedikit langsung konslet, layarnya nggak mau nyala. Beruntung saya pintar *cieee**, baterainya saya copot selama 1 jam, kemudian dinyalain dan akhirnya bisa dipakai kembali.

Samsung Galaxy Tab saya jatuh dari ketinggian 1 meter, tanpa casing (hardcase/softcase), Alhamdulillah nggak kenapa-kenapa.

Oke saya ulang dan saya rangkum lagi agar lebih singkat:

  1. JANGAN tergiur oleh handphone murah dengan spesifikasi yang sama dengan handphone mahal apabila itu dikeluarkan oleh produsen handphone baru. Kecuali kalau kamu memang niat bereksperimen dan uang tidak menjadi masalah.
  2. JANGAN membeli handphone murah sebelum membaca pro dan kontra review di internet, pastikan kamu sudah mengetahui kelemahan agar tidak sakit hati apabila ada hal-hal yang tidak sesuai harapanmu dikemudian hari.
  3. Pilih produsen handphone yang sudah terbukti serius bergerak di bidang handphone.
  4. Pilih produsen handphone yang mempunyai service center di kotamu, jangan cuma punya satu cabang di Jakarta.
  5. Pilih tipe handphone pasaran, agar mudah diperbaiki di tukang servis manapun.
  6. Pilih tipe handphone pasaran, agar mudah dicari aksesorisnya seperti casing, baterai, charger, dll dan agar mudah dan murah sparepartnya.

FYI, handphone itu masa hidupnya bisa 2 tahun atau lebih kalau kamu pintar merawatnya dengan baik. Sampai sekarang saya punya handphone N78 sejak tahun 2008 dan BlackBerry Curve sejak 2012.

Saran buat orangtua yang ingin membelikan anak mereka handphone: Pilih handphone dibawah 1,5 juta dan pasaran!

Saran buat yang sudah beli handphone android touch screen baru: Segera beli screen protector, hard case dan wallet case agar terhindar dari kecelakan hp jatuh dan rusak!

1 13 14 15 16 17 121