MOS/OSPEK di Indonesia vs di Luar Negri

Hari ini baca artikel menarik di Kaskus seputar OSPEK, Orientasi Mahasiswa di luar negri VERUS Orientasi Mahasiswa di dalam negri (Indonesia).

http://www.kaskus.co.id/thread/51dfc1803dcb17470800000e/yuk-mengintip-photo-ospek-maba-aka-mahasiswa-baru-di-luar-negeri/

Dari jaman mama saya sekolah tahun 70an, sampai adik saya yang paling kecil masuk sekolah hari ini, namanya Masa Orientasi Siswa atau MOS benar-benar menjadi momok yang sangat menakutkan.

MOS/OSPEK di Kampus Luar Negri

MOS/OSPEK di Kampus Luar Negri

OSPEK/MOS di Luar Negri
Mengenalkan mahasiswa baru pada lingkungan kampus, lingkungan tempat tinggal, makanan di sana, dll.

OSPEK/MOS di Indonesia

OSPEK/MOS di Indonesia

OSPEK/MOS di Indonesia

  • Lebih mengedepankan “siksaan” fisik daripada tujuan orientasi sekolah itu sendiri.
  • Sebagai ajang balas dendam senior ke junior.
  • Kegiatan yang dilakukan selama MOS nggak ada hubungannya dengan pendidikan yang kita ambil dan gak ada manfaatnya ketika kita hidup bermasyarakat.
  • Kalau ada maba cantik dikit langsung didekati senior cowok dan diperlakukan istimewa, tapi dijutekin senior cewek.

Mengutip dari salah satu komentator di therad post itu.

Buat apa mereka melakukan aksi tersebut (mempermalukan maba, membentak, memarah2i, menyuruh dengan alasan yang tidak logis)? untuk solidaritas? untuk mengenal senior lebih dekat? untuk mengenal kampus beserta civitas akademika nya? ane pernah merasakan ospek kampus, dan sampai sekarang pun ane ga pernah deket ama tuh senior. ane rasa ospek udah bikin tembok antara junior dan senior nya. mungkin mereka ingin menerapkan bahwa senior harus dihormati, tapi apakah ini caranya? justru mereka (senior) akan dibenci oleh sebagian besar junior nya. junior yang berbicara sopan pun itu hanya sandiwara belaka, bukan tulus dan segan. ~psychokinesis

Beruntung waktu jaman saya sekolah, melewati hari-hari seperti tersiksa di neraka nggak terlalu berat. Beruntungnya lagi saya kuliah di perguruan tinggi swasta yang OSPEKnya nggak  aneh-aneh, tetapi menyenangkan. Tapi tetep.. memusingkan orangtua saya karena harus membantu menyediakan perlengkapan aneh-aneh yang diminta panitia MOS/OSPEK.

Stop lah membuat masa orientasi itu seperti 3 hari atau 1 minggu penuh penderitaan, stress kepada calon siswa baru. Kita di sini tuh untuk belajar, mengenal lingkungan sekolah baru, bukan untuk diberikan tugas konyol dan dibentak-bentak.

Seandainya kamu mau berontak, coba deh kamu bales ganti bentak seniormu yang sok itu. Katakan orangtuamu saja nggak pernah membentak. Persetan dengan Pasal 1 senior selalu benar dan Pasal 2, kalo senior salah kembali ke pasal 1. Sayangnya pasti kamu nggak berani kan?

Sekolah yang masih membolehkan aktifitas MOS seperti itu terutama untuk anak SMP dan SMA benar-benar primitif. Apalagi ada kampus yang mewarning mahasiswanya bahwa kalau absen sehari saja dari kegiatan OSPEK, maka akan dipersulit saat akan wisuda. Gilak gak tuh.

Semoga yang hari ini (15 July 2013) masuk sekolah SMP dan SMA lebih sabar dan kuat ya menghadapi MOS selama 3 hari – 1 minggu ini. Stress aja gpp, toh selama 3 tahun sekolah nggak seberat ini kok yang akan kamu hadapi.

Es Biji Salak, Sajian Ta’jil dari Ubi

Akhirnya bulan puasa tiba, saatnya kita mensucikan diri di bulan ini. Tetapi bagi saya, bulan puasa adalah saat yang tepat untuk belajar masak.

Nama sajian ta’jil buka puasa ini namanya es biji salak, tetapi bukan terbuat dari biji salak yang direbus lho ya.

Sebenarnya es biji salak ini nggak hanya dijual di bulan puasa aja, tetapi setiap hari di Tangerang. Tetapi bagi saya, rasanya akan pas banget jika minuman ini dijadikan sajian buka puasa.

Rasanya enak dan cara buatnya gampang.

Resep Es Biji Salak

Bahan :

  • 1 kg Ubi jalar
  • 250 gr Tepung Sagu
  • Gula jawa / gula merah
  • 2 sendok makan gula pasir
  • 1 Cangkir Air
  • 1 Bungkus Santan Sun Kara
  • 2 lbr Daun pandan
  • Garam secukupnya

Cara Membuat :

  • Cuci bersih ubi, rebus hingga lembek, buang kulitnya.
  • Lumatkan ubi jalar, dan campur dengan tepung sagu serta garam.
  • Bentuk bulat – bulat seperti biji salak.
  • Didihkan air dalam panci, masukkan adonan biji salak kedalamnya.
  • Masak hingga terapung, angkat dan tiriskan.
  • Masak gula jawa dan air secukupnya hingga larut, tambahkan gula.
  • Masak santan sun kara, daun pandan, dan garam secukupnya dengan 1 cangkir air. Gunkan api kecil dan jangan lupa mengaduk – aduk waktu memasak santan.

Sajikan es biji salak dengan air gula jawa dan santan.

Pada saat membuat bola-bola biji salak, saya dibantu oleh anak saya yang berusia 22 bulan.

Adonan Biji Salak

Adonan Biji Salak

Inilah hasilnya…

Es Biji Salak

*Akhirnya saya bisa masak juga* #MenangisHaru

1 13 14 15 16 17 129