Archive of ‘Personal Life’ category

WooThemes DiHack dan data kartu kredit customer dicuri

Aha! Akhirnya ada bahan untuk ditulis di blog.

Berita menggemparkan dari jagad maya… WOOTHEMES DIHACK!

Ceritanya begini.. beberapa pelanggan WooThemes melaporkan kalau kartu kredit mereka dilaporkan atas tuduhan penipuan, kejadiannya tepat setelah transaksi di web WooThemes.

Sepertinya data kartu kredit mereka sengaja direkam oleh hacker dan dicuri tepat setelah bertransaksi di web WooThemes. Belum diketahui jumlah pasti pelanggan yang terkeda dampak pencurian data ini – WooThemes Hacked.

Pihak WooThemes sejak kemarin malam memperbaiki sistem checkout di website mereka, dan mengantisipasinya dengan hanya menggunakan PayPal sebagai payment gateway.

Sebenarnya kejadian ini sudah 3 hari lalu, tapi pihak WooThemes tidak memberitahu kepada publik karena mereka mungkin merasa bisa menangani ini secara “diam-diam” atau mungkin kasusnya hanya beberapa orang dan tidak serius. Padahal seharusnya berita ini menjadi berita umum (WooThemes Hacked) dan orang-orang bisa lebih mawas diri dan mengantisipasi agar tidak terjadi pada orang lain.

Salah satu pelanggan WooThemes, sebut saja namanya Thomas melaporkan hal ini kepada WooThemes. Kartu kredit dia baru, dan hanya digunakan untuk bertransaksi di WooThemes. Nggak lama setelah itu kartu kreditnya dipakai oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk memesan hotel di Paris. Wow!

Berikut percakapan isi percakapannya:

WooThemes.com — 3 days ago there was a leak of credit card data, and they didn’t tell anyone. I’ve had over 10k in charges on the two cards I have on file with them. They haven’t told their customers to warn them. This news needs to be made public so people can protect themselves and I just want to prevent this from happening to anyone else.
Here was my correspondence with support.

Thomas * May 08 18:54 Two credit cards that I have used on your system has ended up with credit card fraud. One card was only used on this website. It was a brand new card. I have read online that your checkout is not secure. You have cost my business thousands of dollars and time I can never recover. I will be reporting your company to the credit companies for further investigation.

Hi Thomas, I’m very sorry to hear that your card has been used fraudulently! We have had a few reports today of similar issues from other customers. You should contact your CC company and cancel the cards and report the fraudulent transactions if you haven’t already done so. The common practice is that they will not charge you for the fraudulent transactions, and issue you a new card. We take this very seriously and we are investigating this with our hosting provider and security experts, along with our current payment gateway. We will let you know once we have more information on this issue. Sorry for the inconvenience! Regards, Magnus Jepson Co-Founder

The scammers who used my credit card information decided to book hotel rooms in Paris under their real names and use their personal email addresses. The hotel was nice enough to disclosed the booking information to me. facebook/ajibola.moshood.10
facebook/ademosu.akintundemoses

Sumber: http://www.poststat.us/woothemes-investigating-alleged-website-vulnerabilities/

Jadi,, buat kamu yang memakai kartu kredit akhir-akhir ini untuk bertransaksi di WooThemes, ada baiknya kamu langsung mengecek ke bank penerbit kartu kreditmu apakah ada transaksi beberapa jam setelahnya. Kalau kamu rasa itu transaksi mencurigakan, lebih baik segera minta untuk dibatalkan.

Berita yang agak lumayan melegakan, untungnya ini tidak berdampak pada checkout di WooThemes menggunakan PayPal dan yang penting tidak ada pengaruhnya untuk plugun WooCommerce. Yah.. semoga!

Kesemrawutan Kota Tangerang,, kalah jauh sama Surabaya

Kesemrawutan Kota Tangerang,, kalah jauh sama Surabaya

Sudah hampir tiga tahun saya tinggal di Kota Tangerang, bukan di Kabupaten Tangerang atau Tangerang Selatan lho ya.. Soalnya Tangerang itu luas, dan ada banyak!

Saya merasakan perbandingan yang luar biasa MENCENGANGKAN ketika terbiasa tinggal di Sidoarjo dan Surabaya lalu pindah ke kota yang lebih ramai lagi seperti Tangerang.

Kota Tangerang ini.. saya menganggapnya ya seperti sidoarjo, kota di pinggiran kota metropolitan. Hampir semua penduduknya mencari nafkah di Jakarta. Sama seperti Sidoarjo hampir, semua penduduknya mencari nafkah di Surabaya. Bedanya adalah… warga kota Tangerang ini terdiri dari berbagai macam suku, terutama Jawa yang paling banyak. Mulai dari pedagang kaki lima, penjual sayur, pembantu, baby sitter bahkan di komplek perumahan saya tetangga paling banyak orang jawa! Saya berfikir…

Wah.. orang jawa sudah menjajah JABODETABEK!

Padahal masih nempel di kepala saya bagaimana dulu orang tangerang, orang betawi, yang rasanya jijik gitu sama orang jawa. Sampai kalau merasa kesal, menyindir, selalu bilang “JAWA LU!”

Kesannya orang jawa tuh ndeso banget gitu, kampungan, berada di luar planet antah berantah. Orang Jakarta dulu, menganggap dia buka tinggal di pulau Jawa. Itu tuh aneh banget!

Oh ya.. balik lagi ke topik awal, kesemerawutan Kota Tangerang.

1. Kota Tangerang ini tidak punya banyak taman kota, gersang! Bandingkan dengan Surabaya yang hijau, asri, rapi, bersih.

2. Polisi di Kota Tangerang kurang garang, kurang care! Ada anak SMA bersepeda motor, goncengan nggak pakai helm dibiarkan saja. Waktu itu kan saya lagi berhenti di traffic light, bersama anak-anak SMA itu dan di sebelah jalan ada pos Polisi. Eh polisinya diem saja, pura-pura nggak melihat ada anak SMA yang nggak tertib.

Mungkin lho ya pikir polisi itu, anak SMA nggak ada duitnya, ah biarin saja. Coba kalau di Surabaya, mau anak sekolah kek, mau pengendara umum, namanya salah ya salah harus ditindak. Sehingga hukuman itu membuat efek jera.

3. Saya paling benci kalau melintasi pasar bengkok kunciran kalau mau ke rumah adik ipar. Itu jalan sempit banget, macet, semerawut. Kalau saya jadi walikota Tangerang, langsung saya gusur tuh pasar, saya pindahin agar jalan bisa lebih lebar. Why? Karena untuk akses ke perumahan BPKP cuma melalui jalan itu dan nggak ada jalan lain. Jadi mau nggak mau harus menerima kenyataan kalau jalan di situ macet dan kumuh.

Pasar bengkok kunciran itu seperti pasar manyar,, jadi alangkah indahnya kalau pasar itu bisa digusur, direlokasi sehingga jalan raya bisa lega untuk dilewati seperti jalan bekas pasar manyar di Surabaya.

4. Ada aturan dimana kalau kita mendengar sirine ambulance, kita WAJIB memberikan jalan agar mobil ambulance itu bisa jalan tanpa terjebak macet. Kita kan nggak tau apa yang terjadi di dalam mobil ambulance itu, pertaruhan antara hidup dan mati. Jadi ketika bunyi sirine itu meraung-raung, lebih care lah.

Bagaimana dengan warga kota Tangerang? Orang-orangnya kurang teredukasi. Terbukti dari 2 kali saya berhenti di perempatan traffic light dekat TangCity Mall, mobil ambulance berada di belakang mobil saya, tapi orang-orang di depan mobil saya nggak mau maju terus menerobos lampu merah. Suami saya sampai menekan klakson mobil beberapa kali, saya pun sampai memberi isyarat agar motor dan mobil di depan saya langsung maju saja karena mobil ambulance mau lewat. Gitu aja orang-orang nggak paham.

Ketika ada mobil ambulance di traffic light, kamu DIPERBOLEHKAN menerobos traffic light apabila kamu berada di depan mobil ambulance tersebut dengan tujuan memberikan jalan.

Coba kalau di Surabaya,, nggak tau aturan mobil sirine bunyi langsung jadi bulan-bulanan orang se-Surabaya.

Di Tangerang saya rasa walikotanya kurang care, nggak seperti di Surabaya bu Risma yang totalitas banget mengurus Surabaya.

Di Tangerang itu perlu ada radio seperti Suara Surabaya (radio SS e100), yang bener-bener memantau kota, memantau warganya. Jadi kalau ada warganya dan hal-hal yang nggak bener sedikit bisa langsung ditindak.

Sudah Saatnya Indonesia punya Unit Kejahatan Korban Pelecehan Seksual

Beberapa hari ini banyak sekali berita mengenai anak-anak korban pelecehan seksual, mulai dari pelecehan oleh orang tua tirinya, teman sepermainan, hingga orang yang tidak dikenal seperti cleaning service.

Kasus ini sepertinya dianggap remeh oleh penegak hukum di Indonesia, pinter-pinternya pengacara membela terdakwa, dan alasan lain seperti kurangnya barang bukti dan pernyataan anak di bawah umur dianggap tidak valid.

Hukuman pada pelaku tindak kekerasan seksual pun maksimal 15 tahun, bahkan saya melihat di berita bahwa ayah yang juga menjadi terdakwa pelecehan seksual kepada anaknya cuma dijatuhi hukuman 5 tahun.

Helllo… 5 tahun itu waktu yang sebentar,, belum lagi nanti dapat pengurangan hukuman pas kemerdekaan RI, atau pas lebaran atau asalan lain (karena berperilaku baik selama di tahanan), dan akhirnya hukuman 5 tahun itu pun bisa menjadi 3 tahun atau kurang.

Special Victim Unit

Unit Kejahatan Korban Pelecehan Seksual

Saya sering ya menonton serial Law & Order SVU di Fox,, itu ceritanya bangus banget. Banyak kasus-kasus pelecehan seksual yang beragam yang bisa kita jadikan pelajaran untuk lebih waspada. Contohnya, jangan suka berhubungan sex sembarangan dengan orang yang tidak dikenal, apalagi tidak menggunakan kondom. Selalu awasi anak-anak, bisa jadi dia dilecehkan di sekolah atau saat bermain oleh temannya sendiri. Yang paling parah adalah, pedofil!

Berhati-hatilah pada perdator di luar sana yang mengincar anak anda. Bisa jadi orang terdekat anda seorang pedofil yang siap melecehkan anak anda dan pastinya menimbulkan trauma yang berat.

Entah karena itu film atau karena super powernya Amerika,, hasil tes DNA bisa cepat diketahui dalam beberapa hari (malah bisa 24 jam). Bandingkan jika di Indonesia, kenapa harus menunggu hingga 2-3 minggu. Menunggu selama itu, pelaku kejahatan sulit ditangkap, bisa-bisa dia sudah lari ke Timbuktu. Kesuen sih!

Di serial TV itu, kasus pelecehan seksual dianggap suatu kriminal yang berat, sehingga dibuat tim khusus untuk menyelidikinya. Dokter forensiknya khusus, psikolognya khusus, detektifnya khusus, dll. Dan tau nggak sih, di serial TV itu hukuman pelecehan seksual minimal 15 tahun penjara, itu minimal!

Saya harap Indonesia mulai berkaca deh untuk hal semacam ini, jangan dianggap remeh. Orang korban pelecehan seksual yang tidak mendapat perawatan khusus, dia akan trauma dan akhirnya melakukan hal yang sama di kemudian hari. Seperti lingkaran setan gitu deh (padahal saya juga belum pernah lihat lingkaran setan).

Entah kenapa korban pelecehan seksual itu selalu wanita dan anak-anak. Andaikan saya punya kekuatan super gitu.. saya akan main hakim sendiri. Buat pelaku yang sudah dewasa, saya akan potong alat kelamin si pelaku pelecehan seksual hingga habis dan hanya menyiksakan buah zakarnya saja. Saya nggak akan membunuhnya, biar dia menderita saja seumur hidup. Karena toh percuma, hukum di Indonesia tidak membuat jera pelaku dan calon pelaku.

Sudahlah.. saya cuma bisa bantu doa untuk para korban agar keadilan bisa ditegakan. Amin.

Bisnis online untuk ibu rumah tangga, Jangan tergiur kalau..

Bisnis online untuk ibu Bisnis online

Sudah pernah melihat iklan FB seperti di atas?

Iming-iming bisnis online dari rumah untuk ibu rumah tangga, bahkan di salah satu iklan tersebut dia mengatakan bahwa ada ibu bekerja yang resign dan memutuskan bekerja online di rumah.

Suatu penawaran yang menarik bukan?

Jangan terlalu terlena dulu. Setelah linknya diklik, kamu akan mengisi email dan nama di sana. Dulu saya pernah ikut mengisinya, lalu saya unsubscribe karena bisnis online mereka tawarkan ternyata bukan seperti yang saya cari.

Bagi yang nggak tau iklan facebook bisnis online ibu bekerja itu tentang apa, mungkin saya bisa jelaskan sedikit. Itu adalah bisnis online oriflame. Yup, MLM is not my passion, not my style.

Tapi bukan itu yang sebenarnya mau saya bahas. Saya akan membahas kelemahan bisnis online. Mudah-mudahan ibu bekerja yang sedang membaca ini memikirkan baik-baik untuk tidak resign dulu dari pekerjaannya dan memilih berbisnis online.

Kelemahan Bisnis Online

Bisnis online tidak diakui oleh bank, tidak legal. Walaupun profitnya 5-7 jt per bulan lebih gede daripada kerja kantoran. Kecuali bisnis online itu berbadan hukum, minimal CV.

Walaupun kamu bisa menghasilkan dengan bisnis online, tetapi kamu tidak dapat:

  • Mengajukan KPR
  • Mengajukan kartu kredit
  • dll

Ceritanya begini. Saya mempunyai bisnis online, katakanlah pendapatan bersih per bulan sangat cukup untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan untuk berfoya-foya. Tapi saya lebih suka menabung sebagian hasil dari bisni online saya karena obsesi saya bisa mempunyai rumah besar di Tangerang.

Harga rumah di kota Tangerang melejit selangit. Bayangkan, rumah bekas di kota tipe 45 harganya sekarang sudah 600-700 jutaan. Kalau harga rumah baru di tingkat developer sudah 800 jutaan.

Hingga pada hari ini suami saya menyanyakan apakah pendapatan saya dan suami kalau digabungkan bisa untuk meminjam uang (KPR) di bank dengan nilai rumah 400-500 juta.

Saya dan istri ingin menggabungkan pendapatan untuk memperoleh nilai KPR 400-500jt.

Tapi pendapatan istri adalah tidak tetap (penghasilan dari bisnis online). Ada bukti pencairan/pemasukan dana tiap bulan ke rekening Mandiri istri rata-rata sebulan adalah (sensor yaw.. rahasia pribadi).

Pertanyaan :

  1. Apakah hal tersebut memungkinkan untuk menggabungkan pendapatan suami+istri?
  2. Dengan berbekal rekening koran tabungan istri, apakah bisa digunakan untuk gabungan penghasilan calon debitur dan istri?

Sayangnya.. pendapatan online itu tidak legal. Berikut jawaban dari Bank Mandiri.

Syarat pengajuan pinjaman Mandiri KPR adalah telah menjadi karyawan tetap di perusahaan minimal selama 1 tahun. Calon debitur (istri) dengan penghasilan tidak tetap dan bukan merupakan karyawan tetap sebuah perusahaan tidak dapat diajukan karena tidak memenuhi ketentuan pinjaman Mandiri KPR.

Rekening koran/tabungan 3 bulan terakhir tidak dapat dijadikan satu-satunya dasar dalam penggajuan pinjaman Mandiri KPR untuk gabungan penghasilan calon debitur dan istri. Setiap calon debitur Mandiri KPR harus dapat memenuhi semua ketentuan dan persyaratan dokumen yang telah dijelaskan pada email kami sebelumnya.

Demikian kami sampaikan, jika masih terdapat pertanyaan atau saran, Bapak dapat menghubungi kami kembali di alamat email ini atau Mandiri Call (layanan 24 jam) di nomor telepon (021) 5299 7777 atau 14000.

Atas perhatian dan kerjasama Bapak, kami ucapkan terima kasih.

Salam hormat,

Anggun
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Customer Care
Banking Contact Center
twitter: @mandiricare

Saya sempat hopeless, apakah saya harus bekerja demi bisa mendapatkan slip gaji agar bisa KPR rumah dengan pendapatan gabungan suami+istri. Saya sanggup membayar cicilan per bulan, tapi pihak bank yang tidak mau memberikan pinjaman.

Jadi buat kamu yang ingin banget terjun di bisnis online dan saat ini masih bekerja, ada baiknya memperhatikan poin-poin di bawah ini:

  • Cobalah untuk berbisnis online secara part time terlebih dahulu, jangan langsung meninggalkan pekerjaan kantoran.
  • Dari hasil berbisnis online, cobalah menabung untuk suatu goal besar, misalnya seperti saya yang mengumpulkan uang untuk uang muka KPR rumah.
  • Ajukan KPR rumah atau kartu kredit selama kamu masih bekerja.
  • Kalau semua goal besarmu sudah terpenuhi, silahkan fokus ke bisnis online.

yang terpenting, kalau kamu hanya sudah betekad bisnis online hanya untuk senang-senang ya go ahead jangan ragu. Pastikan suamimu mendukung. Karena percuma saja kalau kamu fokus bisnis online tapi tidak ada dukungan dari suami, kamu tidak akan sukses.

See.. tidak semua ibu bekerja dari rumah dengan bisnis online dan mendapatkan uang itu nggak punya masalah, kan?

1 2 3 4 5 6 11