Buku Siklus Misi Jiwa dari Pak Herwiratno

Buku siklus kenikmatan misi jiwa ini kalau nggak salah buku ketiga punya Pak Herwiratno. Aku bukan fansnya penulis, yang ngefans adalah suamiku. Setiap ada buku karangan Pak Herwiratno selalu dibeli. Tetapi karena aku juga orangnya agak kepo, jadinya ya aku baca juga buku ini. Sayangnya aku belum menyelesaikan keseluruhan isi buku ini. Aku hanya membaca bagian awal, tengah dan akhirnya saja. Tetapi walaupun bacanya nggak semua, kurang lebih aku tau maksud dari buku ini.

Membaca buku-buku karangan Pak Herwiratno seperti buku Mati tak berarti pergi, hidup tidak lenyap hanya berubah, dll mungkin akan sangat agak bertentangan dengan kepercayaan dalam agama islam ataupun kristen. Jadi dalam membaca buku ini, pikiran kita harus benar-benar terbuka, jangan ada pertentangan dulu. Karena kalau sudah defensif, ya pastilah buku ini useless dan hanya fiksi belaka. Pun jika ini ternyata cerita-cerita di buku ini hanya fiktif, paling tidak ada pesan moral yang bisa kita ambil.

Misi Jiwa

Buku siklus kenikmatan misi jiwa HerwiratnoSaat membaca buku ini, aku juga baru tau kalau tiap-tiap manusia itu unik dan mempunyai perannya masing-masing di bumi ini. Mereka mempunyai misi tertentu. Nah, kadang kita nggak paham sebenarnya apa sih yang dimaui atau apa sih yang paling ingin dilakukan.

Ada orang yang ibadahnya sangat khusyuk, tapi kadang-kadang hatinya hampa. Hanya melakukan rutinitas yang berulang-ulang mengikuti arus. Terjebak dalam doktrin lingkungan sekolah-kerja-menikah-punya anak-tua-mati.

Misi jiwa itu seperti panggilan jiwa yang nggak semua orang paham. Makanya kadang kita mendengar ada dokter yang tidak memungut bayaran sepeserpun dari pasiennya, guru yang rela mengajar di pedalaman dan keterbatasan sarana prasarana, atau aktivis lingkungan hidup yang sudah mahal2 sekolah di luar negri tetapi kerjanya keluar masuk hutan. Ada! Dan itu seperti panggilan terdalam dari diri. Kita yang lihat merasa aneh karena hidup bergelimang harta di kota bagi kebanyakan orang itu adalah surga, tetapi mereka merasa enjoy karena mungkin sudah mengetahui misi jiwa mereka.

Apa misi jiwaku?

Semenjak awal masuk kuliah, entah kenapa aku kok tercetus apa-apa yang ingin aku lakukan dengan hidupku. Nggak pernah aku rencanakan sebelumnya, muncul gitu aja.

1. Aku ingin menikah di usia muda dengan co ass di kampusku
2. Aku ingin menjadi ibu
3. Aku ingin menulis buku

Untuk keingan pertamaku, itu cukup aneh. Karena selama perjalanannya bertemu dengan banyak orang, aku tidak pernah punya pacar co ass seperti yang aku harapkan. Hingga aku pasrah dan ikhlas jika hal itu tidak tercapai, ya sudahlah.. Namun Tuhan berkata lain, dikabulkanlah keinginanku dengan cara yang tidak disangka dan pada waktu yang tepat. Hal itu sekaligus mengabulkan keinginanku yang kedua.

Dalam perjalanannya, menjadi seorang ibu itu tidak mudah. Aku merasa kok nggak seperti ibu-ibu lain pada umumnya. Apa aku gagal jadi ibu? Apakah menjadi ibu memang benar misi jiwaku?

Setelah baca buku itu, aku sadar bahwa setiap orang itu unik, termasuk peran menjadi seorang ibu. Akhirnya aku mantap lagi menjalaninya dengan ikhlas dan enjoy banget. Menurutku inilah yang ingin kulakukan sejak lama. Bisa menghabiskan waktu di rumah bersama anak-anak, mengajari mereka banyak hal, tanpa kehilangan hobi dan hal-hal lain yang aku sukai.

Aku juga nggak pernah berharap lebih pada anak, karena ketika dewasa biarlah mereka yang menjalaninya. Mau jadi apapun mereka, mau mengejar mimpi dan cita-cita, atau diantara mereka tidak menikah pun ya terserah mereka. Yang penting sebagai orangtua sudah ngasi landasan agama, cinta, kasih yang kelak akan menjadi bekal menjalani hidupnya. Aku nggak mau mengharapkan sesuatu kepada anak yang nantinya akan membebaninya.

Menulis buku

Nah ini, hal unik yang terakhir mau aku capai. Sebenarnya bukan karena aku tidak bisa menulis sesuatu, tetapi bingung mau menulis buku apa. Apu pernah nulis cerpen, novel, tutorial, pengalaman hidup dll, tapi semuanya nggak pernah tuntas. Soalnya aku merasa, rasanya bukan ini deh buku yang ingin aku cetak.

Jadinya sampai saat ini masih belum tercerahkan.

Kalau kamu, kira-kira misi jiwamu apa? Apa satu hal terpendam yang benar-benar ingin kamu lakukan?

Leave a Reply

*