Hidup Sebagai Seorang Thalasemia (Minor)

Banyak yang tidak tahu bahwa aku adalah pengidap Thalasemia. Aku sendiri nggak tau sampai suatu hari sebelum nikah, aku melakukan cek lab di Prodia dan dokter memberitahu suatu hal yang baru dan mengagetkanku. Dokter menduga kalau aku seorang Thalasemia.

Thalassemia adalah kelainan darah yang sifatnya menurun (genetik), di mana penderitanya mengalami ketidakseimbangan dalam produksi hemoglobin (Hb). Hemoglobin sendiri adalah komponen sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen.

Penderita Thalassemia tidak mampu memproduksi salah satu dari protein tersebut dalam jumlah yang cukup, sehingga sel darah merahnya tidak terbentuk dengan sempurna. Akibatnya hemoglobin tidak dapat mengangkut oksigen dalam jumlah yang cukup. Hal ini berujung dengan anemia (‘kekurangan darah’) yang dimulai sejak usia anak-anak hingga sepanjang hidup penderitanya.

Thalassemia Minor, yaitu kelainan yang diakibatkan kekurangan protein beta. Namun, kekurangannya tidak terlalu signifikan sehingga fungsi tubuh dapat tetap normal. Gejala terparahnya hanya berupa anemia ringan sehingga dokter seringkali salah mendiagnosis. Penderita Thalassemia Minor sering didiagnosis mengalami kekurangan zat besi. Individu yang memiliki gejala seperti ini

sumber: https://armeinachevana.wordpress.com/2012/03/30/thalassemia-minor/

Kabar buruknya adalah, aku hanya seorang thalassemia minor, artinya aku akan membawa membawa kelainan genetik ini kepada anak cucuku kelak. Kabar baiknya adalah, calon suamiku tidak ada gen pembawa Thalassemia sehingga aman bagi kami menikah dan memiliki keturunan. Apa jadinya kalau kami berdua adalah thalassemia minor, bisa dipastikan akan sangat berbahaya jika memiliki keturunan. Kasihan lebih tepatnya.

Read:  HP SleekBook Core i3 Pengganti si VivoBook

Gejala Thalasemia Umum

Dari pengalaman yang aku rasakan, gejalanya berupa lemas, lesu, nafsu makan menurun, kepala sakit, menggigil kedinginan, kadang sesak nafas seperti kekurangan oksigen. Kondisi ini tidak dapat dihindari karena penyakit ini merupakan faktor genetik, terlebih lagi ketika sedang datang bulan / haid / menstruasi.

Hidup sebagai penderita anemia

Sebagai penderita thalassemia minor, biasanya aku akan mengalami anemia yang cukup parah sebulan sekali, bisa hampir pingsan. Untuk itu, suamiku sangat protected banget agar anemiaku nggak kambuh. Beberapa upaya yang sering aku lakukan antara lain:

1. Melakukan diet zat besi
Kesalahan fatal orang yang anemia adalah meminum supplemen penambah darah yang kaya zat besi. Padahal belum tentu dia anemia biasa, bisa jadi seorang Thalassemia seperti aku. Sebelum mengetahui bahwa aku seorang thalassemia minor, mamaku sering menyuruhku minum supplemen penambah darah. Namun setelah aku mengetahuinya, aku hanya mengkonsumsi supplemen asam folat apabila dalam beberapa hari makanan yang aku konsumsi tidak mengandung zat tersebut.

Read:  Modus Penipuan Baru Nigeria

2. Konsumsi makanan dengan kandungan tinggi kalsium dan vitamin D
Kini aku rutin mengkonsumsi susu yang tinggi kalsium. Karena aku juga menyusui, aku takut tulangku keropos lebih cepat.

3. Konsumsi asam folat
Nggak perlu minum supplemen asam folat, makan sayur dan buah yang tinggi asam folat aja setiap hari cukup untuk mengganti darah yang mati lebih cepat dengan darah yang baru.

4. Olahraga teratur
Biasanya perempuan males banget olahraga, tapi demi kesehatan aku rela berkeringat hanya untuk sekedar home workout atau jalan kaki.

Thalassemia mirip dengan Vampire

Kadang aku suka membandingkan diriku sendiri yang mirip dengan vampire apabila anemia parah sudah menyerangku. Hanya bedanya, wajahku cuma putih pucat saja dan nggak sampai membutuhkan darah orang lain. Aku tidak membayangkan bagaimana dengan thalassemia mayor yang butuh transfusi darah, jadi mirip vampire kan?

Oleh karena itu, untuk memastikan seseorang mengalami thalasemia atau tidak, dilakukan dengan pemeriksaan darah. Gejala thalasemia dapat dilihat pada anak usia 3 bulan hingga 18 bulan.Bila tidak dirawat dengan baik, anak-anak penderita thalasemia mayor ini hidup hingga 8 tahun saja.

Read:  Ribetnya Mengurus Double Record E-KTP Bag I

Satu-satunya perawatan dengan tranfusi darah seumur hidup. jika tidak diberikan tranfusi darah, penderita akan lemas, lalu meninggal.

Mencegah Perkembangan Thalassemia

Sebagai orang yang patut disalahkan atas berkembangnya Thalassemia, aku tidak mau nanti keturunanku ikut menanggung beban ini. Untuk itu aku tidak ingin memperbanyak keturunan. Punya 2 anak saja sudah cukup, dan aku berharap anak-anakku tidak ada yang memiliki gen thalassemia sepertiku. Kalaupun ada, semoga kelak dewasa nanti mereka menemukan calon istri yang sama-sama bukan penderita thalassemia juga.

thalasemia minor

Pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari pernikahan antar pembawa sifat thalassemia, yaitu dengan melakukan pemeriksaan laboratorium skrining thalassemia sebelum melangsungkan pernikahan. Yup, seperti yang aku dan calon suamiku lakukan sebelum menikah.

Kesimpulan

Aku sih ingin sehat.. aku tidak ingin mati di usia muda. Aku ingin menua bersama suami dan anak-anakku. Mempunyai kerutan, rambut beruban, dan melihat anak-anakku sukses hingga dewasa. Semoga Allah mengabukan doaku. Aamiin YRA.

Leave a Reply


*