Technopreneur in my spare time

Technopreneur in my spare time

Sekedar oleh-oleh dari seminar technopreneur di STIKOM kemarin #stikomcareerday yang saya isi pada tanggal 23 November 2011. Slide presentasi technopreneur ini saya buat malam hari, H-1 sebelum acara, mepeeeet banget. Padahal sudah dapat materi yang akan disampaikan jauh-jauh hari, tapi namanya ibu yang punya anak bayi rewel setiap hari, jadinya nggak sempat untuk punya waktu luang banyak untuk belajar, membuat presentasi yang sempurna seperti dulu jaman kuliah. Untunglah materi dadakan ini selesai tepat waktu 😀 Bagi yang mau download silahkan, judulnya “How to be a Success Technopreneur” – Technopreneur in my spare time.

How to Be a Success Technopreneur

Technopreneur versi Brillie

Dalam presentasi tentang technopreneur itu banyak point yang bisa saya rangkum, antara lain:

Gunakan rumus ATM – Amati Tiru Modifikasi bagi teman-teman yang ingin memulai bisnis tapi bingung mau memulai darimana. Solusinya, lihat bisnis yg sudah jalan dan sukses, cari kelemahannya, buat seperti itu dan modifikasi menjadi lebih bagus. Sepertinya Microsoft juga melakukan hal yang sama. Dia melihat kesuskesan Apple saat itu, dan membuat sistem operasi yang sekarang bisa bersaing dengan yang dimiliki Apple.

Bagi yang merasa gaptek dan tidak mempunyai keahlian IT tetapi ingin menjadi technopreneur, tetap bisa. Caranya mencari teman yang mau diajak kerja sama, yang mempunyai visi misi yang sama tentunya, yang bisa melengkapi dan menutupi kekurangan yang kamu miliki. Misal nggak bisa membuat website, serahkan saja pada ahlinya yang bisa membuat website, cari mahasiswa IT yang mau dibayar murah untuk membuat website.

Cari teman atau bergaul dengan teman yang mempunyai visi misi yang sama untuk sukses dan berjiwa enterpreneur, karena kesuksesan itu akan menular. Tinggalkan teman-teman yang membawa keburukan, kemalasan dan nggak ada jiwa untuk maju dan berkembang.

Selalu update informasi, belajar hal-hal baru. Informasi sekarang mudah didapatkan, nyari apapun di Google pasti ada. Dengan belajar hal-hal baru, maka ide akan muncul dan kreativitas pun akan berkembang.

Rencanakan business plan dengan penuh perhitungan, jangan sekedar ikut-ikutan jadi pebisnis tanpa perencanaan yang matang, jangan cuma sekedar emosi dan bondo nekat!

Modal bisa didapatkan melalui bekerja dulu di perusahaan orang lain (sambil belajar tentunya), ditabung sebagian penghasilannya untuk modal, minta kepada orangtua atau dapat dari passive income dari internet seperti Amazon, eBay, Google Adsense, dll.

Sebenarnya masih ada orang lain yang pantas berbicara tentang Technopreneur daripada saya. Saya cuma seorang ibu rumah tangga, pengangguran pula 😀 hehe,, semoga calon wisudawan STIKOM tidak “tersesat” setelah ikut seminar saya.

Technopreneur = Enterpreneur Modern

Mau jadi karyawan di perusahaan orang lain atau mencoba membuat bisnis sendiri, itu terserah Anda. Selama ilmu IT yang didapat waktu kuliah tetap dipakai, malah kalau bisa dikembangkan, itu bisa dibilang sebagai Technopreneur.

You May Also Like..

0 comment on Technopreneur in my spare time

  1. Den Bagus
    24/11/2011 at 6:03 pm (5 years ago)

    Inspiring Banget … thanx. Sayang kemarin gak sempat ngikutin acaranya di kampus.

    Reply
  2. munir_jb
    02/12/2011 at 9:48 am (5 years ago)

    manteb mbaknya, Insya Allah nanti diundang sharing lagi sama pihak lab buat tahun depan 😀

    Reply

Leave a Reply


*