Menjadi Blogger yang kritis kini semakin berbahaya!

Sudah baca berita terbaru dari Tempo dan Jakarta Globe? Dosen UI Jadi Tersangka Pencemaran Nama Baik karena postingan di blog. Ini beritanya, silahkan dibaca dulu:

http://en.tempo.co/read/news/2013/06/17/055489012/State-University-Lecturer-Declared-Suspect
http://www.thejakartaglobe.com/news/ui-lecturer-charged-with-defamation-over-blog-post/

Jadi, di dalam blognya Dosen FISIP Universitas Indonesia menulis tentang artikel berjudul “Bungkamnya BEM-BEM UI: Tak Peduli, Pengecut, atau Dikadali?” dan “BEM-BEM di UI SEGERA BERTINDAK; REKTOR DAN PARA KACUNGNYA GAGAL!”

Pada kedua artikel itu, Ade menjelaskan, dirinya tidak pernah menulis secara definitif bahwa Kamarudin korupsi. Dia hanya memaparkan adanya berbagai bentuk dugaan korupsi di UI, termasuk di dalamnya penyunatan uang beasiswa.

Tapi pada kenyataannya Ade Armando ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap mantan Direktur Kemahasiswaan UI, Kamarudin.

Mas Donny dari ICT Watch mengatakan:

makanya jgn mau jadi blogger yg kritis dan peduli isu sosial, korupsi, dll. udah gak ada duitnya, eh beresiko masuk penjara lagi. ya tho? 😉

semakin banyak blogger kritis yg dituntut atau dijadikan tersangka, semakin “baik” buat Indonesia. “sukur2” sampai di penjara tho… 🙂

Lha.. berarti Blogger yang punya blog harus nulis yang baik-baik aja gitu? Nulis yang kritis dikit aja langsung dituduh pencemaran nama baik. Ada apa dengan Indonesia? Mengapa primitif sekali.

Seharusnya tidak langsung dipanggil, dilaporkan trus dibawa ke ranah hukum. Seharusnya si pihak yang bersangkutan bisa menjelaskan lewat tulisan juga bahwa jika memang hal itu tidak benar (dugaan korupsi) maka harus bisa membuktikannya.

Jadi mungkin bagi orang-orang yang punya wewenang di negeri ini, lebih baik di dunia maya berisi autoblog spam, blog-blog yang isinya nggak bermanfaat yang membahayakan banyak pengguna internet di Indonesia daripada ada satu dua blog yang isinya kritis, tapi membahayakan satu dua orang saja. Aneh!

Eh denger-denger penulis kolom di Kompas juga dituntut hukum gara-gara tulisannya *no mention*.

You May Also Like..

    Leave a Reply


    *