Ibu Sotoy Bin Dodol

Postingan ini 100% curcol, unek-unek belaka.. Jadi maaf saja jika agak kurang sopan dibaca.

Kemarin sore ada seorang ibu (mantan tetangga di rumah lama) yang datang ke rumah untuk melihat bayiku, tujuannya sih baik, cuma endingnya bikin aku emosi jiwa. Pada saat itu aku dan mama sedang bersiap memandikan Nevan, kemudian si ibu itu datang melihat. Pertama, dia tanya apakah bayiku rewel apa enggak. Ya aku jawab aja beberapa hari ini, setiap malam selalu rewel gak bisa tidur. Lalu dia mulai berceramah, di tempat tidur bayi harus digantungin pisang, diberi bawang, lombok, garam (emangnya bayiku mau nyambel? mau rujakan? sekalian aja cobek ulek-ulek), cermin dan gunting. Tujuannya untuk mengusir ‘makhluk’ yang mengganggu bayiku sehingga agar tidak rewel. Ok.. untuk yang ini nggak kupedulikan, masuk kuping kiri keluar kuping kanan. Sotoy banget nih ibu, bayiku itu rewel karena dia kepanasan! Beberapa hari ini memang suhunya panas, walaupun sudah pakai kipas angin tetap saja bayiku gak nyaman. Bayiku itu kalo nggak nyaman pasti nangis, bukan karena diganggu makhluk halus. Biasanya juga tidur nyenyak kalau malam, cuma kebetulan aja beberapa hari kemarin rewel. Aku sih nggak percaya sama yang begituan, emangnya di kalimantan yang ada kuyang yang memang mengharuskan bayi dijaga ekstra ketat dan diberi penangkal macem-macem. Lagian aku tinggal di kota, bukan di tempat primitif asal si ibu yang mungkin banyak jin dan roh halusnya.

Kedua, dia berkomentar kenapa aku kok nggak pake gurita ibu di perut. Nyokapku juga komentar, “iya emang, anak sekarang begitu”. Hello… biasanya aku juga pake, tapi pakai gurita itu nggak bertahan lama! Baru satu jam ikatannya sudah nggak seret (tidak pas di badan), lalu aku juga pakai korset, tapi lagi-lagi memang harus ku lepas karena pada waktu menyusui, bayiku merasa nggak comfort kalau kena korsetku, jadinya dia nangis. Daripada nggak nyaman, ada waktu-waktu tertentu korset ku lepas. Komentar sotoy si ibu pun aku cuekin.

Ketiga, dia nyuruh nyokapku untuk memberiku jamu. Hello.. hari gini minum jamu?! Belum tau apa kalau ada beberapa jamu yang berbahaya untuk diminum oleh ibu menyusui!? Kalau jamu yang sifatnya dioles untuk obat luar mungkin tidak apa-apa, tapi kalau jamu tradisional yang nggak jelas asal usulnya, mending nggak deh. Alasannya agar jahitan melahirkan cepat kering, agar tetap kembali singset, dll. Trus aku jawab, “Minum jamu itu nggak boleh”. Dengan sinisnya si ibu bertanya, “Kata siapa? Kata dokter? Halah..” si Ibu pun melengos. Ya iyalah kata dokter, dokter kan lebih pintar, lebih tinggi ilmunya. Rasanya mau tak bantah aja si ibu itu, saking dia adalah orang yang lebih tua, takut gak sopan, jadinya aku cuma bisa berkomentar sendiri dalam hati. Emangnya ibu kata siapa nyuruh minum jamu? Katanya kata orang-orang jaman dulu kan? Nggak jelas sumbernya siapa, pokoknya diikutin aja tanpa bertanya. Hello.. ini tahun 2011, bukan jaman primitif. Anak jaman sekarang lebih kritis, karena ada sumber informasi yang akurat dan gratis, yaitu internet. Percuma dong di sekolah diajarin membuat makalah, paper, tugas akhir, skripsi, karena di setiap karya tulis memang harus menyertakan DAFTAR PUSTAKA! Begitu pula dalam hidup, perlu menyertakan bukti, bukan katanya, katanya, bukan kabar burung, simpang siur, atau informasi nggak akurat.

Kalaupun minum jamu setelah melahirkan itu baik, harus dilihat dulu komposisinya, proses pembuatannya, pabriknya dimana, khasiatnya apa. Karena jaman sekarang apa pun dipalsukan (sering-sering lihat Reportase Investigasi deh). Emangnya situ.. percuma dong punya anak kuliah tinggi-tinggi, kalau pemikirannya masih primitif, NDESO! (niru gaya tukul). Nggak bayangin seumpama si ibu punya anak yang kuliah di kedokteran tapi ibunya masih menyangsikan ilmu yang dimiliki dokter, kasihan banget.. Nggak lama si ibu bilang, “Nanti anakku nggak gitu.. tak kasi jamu”. Ya itu kan anakmu, yo sak karepmu dewe! Nggak usah ngasi saran ke orang lain dengan sotoy!

Keempat, dia menyuruh memencet susu si baby pada saat mandi agar cairan keluar. Entah itu buat apa.. aku baca di panduan memijat bayi, nggak ada anjuran untuk memencet payudara baby. Aku nggak bisa komentar soal ini, karena aku belum tau faktanya.

Kelima, dia menyuruh memberikan bayi madu. GUOBLOOOK!!! Nih ibu benar-benar hidup di jaman purba ya.. kalau jaman dulu mungkin bayi-bayi diberi madu atau air putih anjuran orang tua, tapi sebenarnya itu salah. Karena ada penelitian yang mengatakan bahwa memberikan madu itu nggak boleh, karena antibodi bayi belum kuat. Kalau bagi orang dewasa, madu memang baik untuk kesehatan, tetapi tidak untuk bayi (paling tidak untuk bayi di bawah 1 tahun). Sedangkan untuk air putih, bayi di bawah 6 bulan tidak boleh diberi air putih, karena ginjal bayi belum kuat untuk mencerna air. Memangnya di madura (asal di ibu), bayi baru umur seminggu sudah diberi pisang kepok. Makanan yang paling baik untuk bayi adalah ASI. Sudah itu saja..

Keenam, aku disuruh cepat-cepat KB setelah 40 hari agar nggak hamil lagi. Kalau itu aku sudah tau bu.. gak perlu melotot-lotot ngasi tau sambil ngrasani anaknya tetangga lain yg baru punya bayi 2 bulan trus hamil lagi.

Ketujuh, saat ditawari minum (namanya juga tamu), dia lantas menjawab, “Nggak.. aku habis minum jamu, kalau minum air nanti khasiatnya hilang”. Ini aturan darimana ya? Dodol nih orang.. minum jamunya kapan? kalau nggak minum air dalam waktu yang lama, nanti bisa berakibat ke ginjal. Tau sendiri kan, ada beberapa orang yang minum jamu kental, kalau kurang minum air bukannya berkhasiat malah jamu itu akan menjadi penyakit bagi ginjal.

Dikiranya aku ini anak kemarin sore apa yang baru punya bayi dan nggak tau apa-apa. Walaupun aku bukan ibu yang sempurna, tetapi bayiku tetaplah anakku, yang baik untuk anak adalah ibunya sendiri, bukan seperti ibu sotoy itu yang masih menganggap hidup di jaman dinosaurus. Bukan dinilai dari banyaknya anak yang ibu itu lahirkan dan pengalaman bertahun-tahun. Buktinya, walaupun dia sudah mempunyai anak bertahun-tahun, tetap saja pemikirannya masih primitif, nggak pernah diupdate.

Mentolo tak usir ae orang iku (bahasa jawanya gitu..) yang artinya ingin aku usir saja orang itu dari rumah. Semoga aku tidak bertemu dengan orang seperti itu lagi (ibu sotoy bin dodol).

You May Also Like..

0 comment on Ibu Sotoy Bin Dodol

  1. xero
    20/10/2011 at 5:48 pm (5 years ago)

    wahahahahaha… opps malah ketawa, sorry.. sptnya emang menyebalkan sekali ibu nya, meski maksudnya benernya baik, cuma infonya kurang update aja ibunya… ngga tau internet si…..
    sabar aja Bri menghadapi orang spt itu… salam

    Reply
  2. Fenty
    21/10/2011 at 6:26 am (5 years ago)

    Hahaha, sabar bu yaaa …. kalo kamu yakin ya ndak usah direken lah 😀

    Reply
  3. Yuswar Achmadi
    16/11/2011 at 9:57 pm (5 years ago)

    selamat buat temenku yang jadi sudah jadi Ibu dari seorang anak laki-laki yang cakep, lucu banget tulisanmu ini, termasuk sabar tapi, marah-marahnya di blog, kalo aku yang jadi kamu udah pasti amarah tak terkendali, minimal nyuruh anjing peliharaan buat mengantarkan ibu sotoy itu pulang =))

    Reply

Leave a Reply


*