Sudah Saatnya Indonesia punya Unit Kejahatan Korban Pelecehan Seksual

Beberapa hari ini banyak sekali berita mengenai anak-anak korban pelecehan seksual, mulai dari pelecehan oleh orang tua tirinya, teman sepermainan, hingga orang yang tidak dikenal seperti cleaning service.

Kasus ini sepertinya dianggap remeh oleh penegak hukum di Indonesia, pinter-pinternya pengacara membela terdakwa, dan alasan lain seperti kurangnya barang bukti dan pernyataan anak di bawah umur dianggap tidak valid.

Hukuman pada pelaku tindak kekerasan seksual pun maksimal 15 tahun, bahkan saya melihat di berita bahwa ayah yang juga menjadi terdakwa pelecehan seksual kepada anaknya cuma dijatuhi hukuman 5 tahun.

Helllo… 5 tahun itu waktu yang sebentar,, belum lagi nanti dapat pengurangan hukuman pas kemerdekaan RI, atau pas lebaran atau asalan lain (karena berperilaku baik selama di tahanan), dan akhirnya hukuman 5 tahun itu pun bisa menjadi 3 tahun atau kurang.

Special Victim Unit

Unit Kejahatan Korban Pelecehan Seksual

Saya sering ya menonton serial Law & Order SVU di Fox,, itu ceritanya bangus banget. Banyak kasus-kasus pelecehan seksual yang beragam yang bisa kita jadikan pelajaran untuk lebih waspada. Contohnya, jangan suka berhubungan sex sembarangan dengan orang yang tidak dikenal, apalagi tidak menggunakan kondom. Selalu awasi anak-anak, bisa jadi dia dilecehkan di sekolah atau saat bermain oleh temannya sendiri. Yang paling parah adalah, pedofil!

Berhati-hatilah pada perdator di luar sana yang mengincar anak anda. Bisa jadi orang terdekat anda seorang pedofil yang siap melecehkan anak anda dan pastinya menimbulkan trauma yang berat.

Entah karena itu film atau karena super powernya Amerika,, hasil tes DNA bisa cepat diketahui dalam beberapa hari (malah bisa 24 jam). Bandingkan jika di Indonesia, kenapa harus menunggu hingga 2-3 minggu. Menunggu selama itu, pelaku kejahatan sulit ditangkap, bisa-bisa dia sudah lari ke Timbuktu. Kesuen sih!

Di serial TV itu, kasus pelecehan seksual dianggap suatu kriminal yang berat, sehingga dibuat tim khusus untuk menyelidikinya. Dokter forensiknya khusus, psikolognya khusus, detektifnya khusus, dll. Dan tau nggak sih, di serial TV itu hukuman pelecehan seksual minimal 15 tahun penjara, itu minimal!

Saya harap Indonesia mulai berkaca deh untuk hal semacam ini, jangan dianggap remeh. Orang korban pelecehan seksual yang tidak mendapat perawatan khusus, dia akan trauma dan akhirnya melakukan hal yang sama di kemudian hari. Seperti lingkaran setan gitu deh (padahal saya juga belum pernah lihat lingkaran setan).

Entah kenapa korban pelecehan seksual itu selalu wanita dan anak-anak. Andaikan saya punya kekuatan super gitu.. saya akan main hakim sendiri. Buat pelaku yang sudah dewasa, saya akan potong alat kelamin si pelaku pelecehan seksual hingga habis dan hanya menyiksakan buah zakarnya saja. Saya nggak akan membunuhnya, biar dia menderita saja seumur hidup. Karena toh percuma, hukum di Indonesia tidak membuat jera pelaku dan calon pelaku.

Sudahlah.. saya cuma bisa bantu doa untuk para korban agar keadilan bisa ditegakan. Amin.

You May Also Like..

0 comment on Sudah Saatnya Indonesia punya Unit Kejahatan Korban Pelecehan Seksual

  1. ndop
    22/04/2014 at 11:15 pm (3 years ago)

    Ini apakah karena hukum di negara kta tercinta ini masih dibutakan sama uang ya.. Kalau uang bermain, udah deh, buyaaar kabeh..

    Cuma iso ngewangi dungo..

    Reply
  2. Vicky Laurentina
    26/04/2014 at 11:08 am (3 years ago)

    Sebenarnya di Indonesia, pemeriksaan DNA itu memang cuman 24 jam. Tapi untuk melakukan pemeriksaan (apalagi yang menyangkut keperluan acara pidana) kan perlu surat perintah dulu. Nah, mengetik suratnya itu yang lama, harus minta tanda tangan pejabat yang tidak selalu ada di mejanya setiap saat.

    Terus, tidak semua kota di Indonesia punya laboratorium DNA. Pemeriksaan DNA saat ini masih terpusat di laboratorium forensik di Eyckman, Jakarta. Bisa dibayangkan bahwa sampel yang mau diperiksa DNA bila berasal dari Jayapura, harus nunggu pesawat dulu untuk menerbangkan sampelnya ke Jakarta. Dan hal-hal lainnya yang bisa makan waktu 2-3 minggu.

    Reply
    • Brillie
      26/04/2014 at 7:36 pm (3 years ago)

      Sebenarnya nggak fair juga sih membandingkan Indonesia dengan negara maju seperti Amerika. Kita kan 1000 langkah terlambat di belakang (mungkin)
      Sepertinya di sana, di setiap departemen punya tim dokter forensik sendiri, lab pribadi yang memungkinkan penelitian dilakukan sesegera mungkin sehingga hasilnya dengan cepat bisa didapat. Soalnya dokternya itu-itu aja, dan akrab dengan detektif dari kepolisian sana.

      Indonesia perlu tuh menganggarkan dana untuk itu, membuat lab DNA di setiap kota, karena semakin tahun tingkat kejahatan semakin bertambah. Memang mahal, tetapi kan jika bisa meningkatkan kinerja penyelidikan bukankah justru hasilnya maksimal? Daripada duitnya dikorupsi..

      2-3 minggu, jika itu di Jayapura sih masih wajar. Tapi kalau di Jakarta, kasus JIS. Masa penelitian selama itu. Itulah perlunya lab DNA yang nggak perlu prosedur, yang langsung dimiliki oleh kepolisian seningga nggak perlu birokrasi surat perintah yang justru menyulitkan penyelidikan. Kalau bisa tanpa TTD pejabat, gimana caranya apapun yg membuat penyelidikan lelet ya didelete.

      Ah.. saya terlalu banyak nonton film. Menghadapi kenyataan hidup di Indonesia itu tidak mudah.

      Reply
  3. Advie Motor
    02/05/2014 at 11:59 am (3 years ago)

    Semoga aja kedepan nya Indonesia punya Tim khusus seperti itu ,,,

    Reply

Leave a Reply


*