Komunitas saya, dimana?

work from home

Pagi ini saya baru saja menemukan komunitas blogger isinya khusus perempuan, kebanyakan yang sudah menikah seperti saya dan mempunyai anak.

Saya berencana untuk ikut gabung di komunitas mereka, secara saya seorang blogger juga dan ingin punya teman yang ‘sejenis’ dengan saya. Tetapi setelah saya lihat lagi mengenai artikel-artikel yang mereka tulis, foto-foto kegiatan mereka.. rasanya saya tidak cocok berada di komunitas itu.

Bukan karena komunitas itu jelek atau mereka tidak akan menerima saya, hanya saja saya sendiri yang merasa kalau saya tetap memaksakan diri masuk di komunitas itu maka mau tidak mau saya harus menjadi orang lain, berfikir, bertingkah laku dan ber-style seperti mereka. Oh tidak! Rasanya itu sangat tidak cocok untuk saya.

Walaupun saya seorang ibu, tapi untuk bergaya seperti “emak-emak” itu rasanya bukan “gue banget”.

Nggak nyambung berada di antara orang-orang yang berhijab membicarakan curhatan tentang anak, resep masakan enak, dll sementara saya lebih nyaman memakai kaos dan celana pendek, lebih suka ngomongin tentang internet marketing, wordpress e-commerce, dll. Sangat bertolak belakang!

Maukan mereka berteman dan jalan bareng seseorang ibu yang lebih terlihat sexy dan muda daripada mereka? I think it’s so annoying for them. Atau pasti saya akan diceramahi tentang azab karena tidak menutup aurat. Ujung-ujungnya, saya pun akhirnya merasa sendiri juga :(.

Ada beberapa komunitas yang bikin saya contentnya bikin saya nyaman, tapi masalahnya isinya cowok semua. Hikss.. 🙁 kalaupun gathering, spesies perempuan pasti cuma satu dua, itupun ogah datang.

Am I real woman? Mengapa saya nggak begitu menyukai women’s stuff seperti memasak, ngobrol tentang anak, ngrasani orang lain, baca majalah perempuan, dll.

Ya sudahlah.. sepertinya memang harus jadi independent blogger lagi. Lanjut nyuci baju dulu guys,, see you tomorrow 🙂

You May Also Like..

0 comment on Komunitas saya, dimana?

  1. Vicky Laurentina
    18/01/2013 at 12:50 pm (4 years ago)

    Saya dokter dan ngeblog tentang kedokteran. Di Indonesia, jumlah dokter yang ngeblog secara teratur jumlahnya tidak sampai lima. Dengan begini, mau dibilang komunitas mana?

    Mau tidak mau, saya terpaksa nge-blend dengan blogger-blogger lain yang beda profesi, beda latar belakang, beda isi tulisan, supaya sekedar punya teman bicara di dunia maya.

    Reply

Leave a Reply


*