Backup Hosting dan Migrasi Website dengan Cepat dan Mudah

Hi,
Akhirnya kesampaian juga membuat tutorial migrasi hosting cara cepat. Cara ini juga berlaku bagi kamu yang ingin melakukan backup secara keseluruhan dengan cepat tetapi tidak memakan bandwith internet yang banyak, cocok bagi kamu yang fakir bandwith, hehe.. kalau saya kan ulimited #GakSombongTapiCongkakDikit

Ok deh, langsung saja ya, silahkan disimak mulai awal hingga akhir.

Buka dua web browser, misalnya chrome dan mozilla firefox. Satu browser login ke dalam webhosting lama dan satunya lagi login ke webhosting baru. Mengapa menggunakan dua browser? Karena ada beberapa webhosting yang gak misa multi session pada saat login dalam satu web browser. Contoh yang saya gunakan adalah hosting justhost dan saya ingin memindahkan web punya client saya berbasis wordpress ke server yang baru.

Buka file wp_config pada website, kalau websitemu itu enginenya wordpress, catat nama database lama, username dan passwordnya di notepad. Pastikan kamu melakukan backup database sesuai dengan nama database yang tertera di wp_config itu ya.. jangan sampai salah.

Pada web hosting lama, yang pertama kali dibackup adalah database. Buka PHPMyAdmin untuk backup database.

Pilih database yang akan dibackup kemudian pilih Export. Pilih Export Method: Quick dengan Format: SQL.

Langkah kedua adalah backup file. Buka File Manager, pilih folder tempat file-file web yang akan dibackup berada.

Lakukan select all semua files, kemudian tekan menu Compress. Compress file menjadi namaWebsite.zip.

Selesai.

Untuk memindahkan file-file tersebut, gunakan Rapid Leech. Sebelumnya download dulu RadidLeech di http://www.rapidleech.com/ atau bisa juga download di sini.

Upload dan extract file rapidleech ke dalam webhosting baru.

Buka link http://namawebsitedihostingbaru/Rapidleech%20PlugMod%20v41/index.php

Maka akan muncul halaman transload rapid leech.

Masukan URL dimana file compressan di webhosting lama berada, contohnya http://namawebsite/namawebsite.zip Setelah itu tekan tombol Transload File. Voila.. dalam hitungan detik file sudah pindah dari server lama ke server baru.

Langkah selanjutnya yaitu membuat database baru dan assign user ke database itu. Import database kemudian mengubah wp_config.

Untuk membuat database baru, klik MySQLDatabase. Create New Database dan Add New User. Pastikan mencentang semua checkbox pada saat Manage User Privileges (add user ke database).

Untuk melakukan import database, masuk ke dalam PHPMyAdmin. Pilih database yang tadi dibuat kemudian pilih export. Jangan lupa pilih Format: SQL yach.. :)

Kalau name server hosting baru kamu berbeda dengan hosting yang lama, kamu harus merubah name server pada domainmu agar menuju ke name server hosting yang baru. Kalau domain kamu berada di name.com namecheap.com atau godaddy.com tinggal login aja dan cari menu manage atau edit name server.

Langkah selanjutnya adalah melakukan add on domain ke webhosting yang baru. Klik add on domain dan masukan nama domainnya. Setiap webhosting berbeda tampilan add on domainnya. Biasanya pada saat add on domain akan tercipta folder baru secara otomatis.

Sekarang buka folder Rapid Leech yang ada di public_html/Rapidleech PlugMod v41/files kemudian dengan menggunakan menu Move File, pindahkan file compressan backup website kamu ke folder baru yang tadi terbentuk secara otomatis pada saat add on domain misal public_html/namafolderbaru

Setelah file dipindahkan, jangan lupa untuk melakukan Extract. Buka file wp_config kemudian ubah nama database, username dan password lama menjadi nama database, username dan password yang baru yang telah dibuat menggunakan menu Edit.

SELESAI

Nah.. nggak sampe satu jam kan prosesnya? Cara ini sudah saya gunakan lebih dari setahun yang lalu untuk berpindah-pindah hosting, memindahkan 70 website wordpress bisa dalam 1 hari saja. Selamat mencoba..

1 Comment on Backup Hosting dan Migrasi Website dengan Cepat dan Mudah

  1. aasaad
    7 May 2013 at 6:44 PM (12 months ago)

    mantap mba
    ijin bookmark dulu :D

Leave a Reply