Bayar Mahal Agar Tidak Hamil

Jika postingan ini ada yang menganggap sebagai kebodohan dalam membuka aib, ya itu adalah hak masing-masing orang untuk berpendapat. Tapi tujuanku mempunyai blog dan menulis pengalaman untuk mengedukasi orang lain. Pasti banyak orang yang memiliki permasalahan sama tetapi bingung mau tanya ke siapa. Karena kemajuan teknologi, googling lah dia di internet dan semoga dengan pengalamanku ini bisa membantu banyak orang yang membaca.

Aku punya pengalaman yang unik. Setiap kali setelah melahirkan, aku tidak mendapapatkan haid atau menstruasi SAMA SEKALI. Setiap dokter Spog dan bidan yang aku tanya juga bingung tidak bisa memberikan jawaban. Padahal nggak menggunakan KB hormonal apapun, tapi tidak mendapatkan mens selama hampir 2 tahun. Kok bisa?

mengobati keputihan

Akhirnya ada jawaban dokter yang mengatakan bahwa itu NORMAL karena aku menyusui full ASI hingga sekarang tanpa ada jeda. Sehingga hormon estrogen dan progesteron saling bertarung, dan menanglah hormon yang memproduksi ASI tersebut sehiggga menyebabkan tidak haid selama ini.

Harusnya aku bersyukur lho ya karena tidak haid ini ibadah sholat dan puasaku bisa aja full 1 bulan. Tapi nggak enaknya adalah aku pingin bgt pasang KB IUD/Spiral. Konon katanya, kalau pasang IUD pada saat tidak menstruasi, itu susah dan sakit banget.

Singkat cerita.. aku ke bidan, minta obat agar cepat haid. Obat diminum selama beberapa hari dan kemudian aku haid. Selang 1 hari setelah haid selesai, aku ke bidan lagi untuk pasang IUD (kali ini bidan yang beda pahadal kliniknya sama).

Pemasangan IUD

Pada saat aku dan suami tanya bisa nggak bu bidan pasang IUD, beliau menjawab agak ragu-ragu “Hmm.. bisa”. Dan bener aja, pada saat pemasangan IUD butuh waktu lama karena dikerjakan sendiri tanpa asisten. Terlihat unprofessional dan parahnya aku membutuhkan pemasangan 2x IUD karena pemasangan yang pertama IUDnya tiba2 terpental dan keluar sendiri.

Beda banget kalau pasang di dokter langganaku yang prosesnya 5 menit dan nggak sakit.

Minggu depannya aku disuruh kontrol lagi ke sana untuk pengecekan dan pemotongan benang IUD.

Karena aku males ke klinik itu lagi, akhirnya aku ke RS Hermina Tangerang. Aku bertemu dengan dokter yang menanganiku saat persalinan. Dokter tersebut akhirnya yang memotong benang IUDku.

Terkena keputihan akibat pemasangan IUD

Pada saat dokter spog memeriksaku ternyata ada radang merah banget di leher rahim plus keputihan (yang menurut beliau parah). Akhirnya diputuskan untuk meresepkanku obat keputihan.

Keputihan ini sepertinya murni karena efek samping pemasangan IUD. Dulu aku pasang IUD malah kena kista ovarium. Duh! Entah karena bidannya yang selebor pada saat pemasangan IUD atau karena faktor lain.

Aku diberikan obat Albothyl Ovula dan Trichodazol yang mengandung metronidazole 500 mg.

albothyl ovula: Obat ini dimasukan ke dalam vagina setiap 2 hari sekali. Sebaiknya dimasukan pada malam hari. Efek samping obat ini nggak ada sih, setidaknya itu yang aku rasakan. Residu dari obat ini akan keluar gumpalan seperti tissue atau kertas berwarna putih setelah 2 hari pemakaian. Dan itu normal!

Trichodazol adalah antibiotiknya yang diminum 3x sehari selama 7 hari.

Manjakani Aceh

Aku melihat efek pemakaian obat herbal Majakani Aceh ini mirip albothyl ovula, keluar gumpalan putih. Tapi entahlah aku juga nggak tau kandungan obat herbal manjakani aceh ini apa, efek sampingnya apa, dll. Jaman sekarang semua bisa ngomong herbal, tapi apa benar-benar herbal ya kita nggak tau. Karena keputihan itu adalah akibat bakteri, jamur yang berkembang biak terlalu banyak. Jadi ya menurut nalar hanya bisa diobati dengan antibiotik dan itu ada rentang waktunya misal harus minum selama 7-10 hari.

Saranku sih.. buat yang sudah mencoba manjakani aceh itu agar yakin apakah keputihan abnormal sudah benar-benar hilang, harus periksa ke dokter kandungan spog.

Crystal X

Jangan juga mencoba-coba memasukan crystal x ke dalam vagina. Karena kandungan crystal x adalah tawas. Kamu tau apa itu tawas? Selain itu kandungan biru berlian pada crystal x bisa bikin alergi lho. Jangankan obat dalam yang dimasukan, dokter juga melarang penggunaan cairan pembersih kewanitaan yang digunakan diluar, yang mengandung antiseptik, pewangi, pemutih dll karena bisa bikin alergi. Lagipula crystal x ini kan sudah ditarik dari peredaran kalo nggak salah. Silahkan googling untuk info lebih lanjut mengenai pro kontra crystal x ini.

Biaya periksa dokter yang mahal

Sebenarnya bukan rahasia lagi ya kalau periksa ke dokter spesialis di rumah sakit itu biayanya mahal. Aku melakukan USG transvaginal di RS Hermina Tangerang biayanya USG aja 400ribuan. Belum lagi biaya konsultasi dokter dan tindakan lainnya. Total kemarin habis hampir 800ribu. Aku dan suami sempat shock, kenapa biaya USG yang cuma beberapa detik itu mahal banget. Harusnya diinfokan dulu biayanya sebelum tindakan. Tapi mau gimana lagi… semua sudah terjadi. Mirisnya lagi.. namanya keputihan itu bisa kambuh lagi walau sudah diobati. Yasalam… habis dah duit untuk ngurusi per-memekan gini (maaf vulgar).

Efek samping pemakaian IUD memang keputihan. Sepertinya aku emang nggak cocok pakai KB IUD. Tapi aku nggak ada pilihan lain. Aku nggak mau pakai KB hormonal seperti suntik, implan / susuk atau minum pil. Suami juga ga bisa terus2an disuruh pakai sarung (baca: kondom). Mau disteril? Masih belum berani menanggung sakit dan harganya juga masih WOW.

Jika orang lain bayar mahal agar bisa hamil, kalau aku bayar mahal agar nggak hamil.

Ya mau gimana lagi, ini anugrah Allah. Sekali senggol langsung mblendung. Kalau gak pake KB, mungkin di tahun ke-7 pernikahanku bisa lahir 4 anak kali ya. Semoga Allah mau menukar anugrah ini untuk orang lain yang lebih membutuhkannya. Aamiin.

You May Also Like..

Leave a Reply


*