Kesalahan Fatal Internet Marketer

Tulisan ini mungkin mengundang kontroversi, dari judulnya saja sudah nggilani.

Semenjak kuliah saya sudah mempelajari tentang internet marketing, dari yang nggak tau apa itu afiiliate hingga mendapatkan $200/hari. Hingga sebelum lulus kuliah pun saya bekerja pada salah satu internet marketer asal Surabaya.

Mencari uang di internet ini itu sudah saya pelajari, walaupun nggak sampai level master. Maklum, saya bukan tipe orang yang betah mempelajari sesuatu yang monoton, akibatnya.. ya ilmunya juga ga tuntas.

Tapi pada awal Januari saya memutuskan untuk tidak terlalu fokus pada pelajaran internet marketing. Karena ada sesuatu yang lebih penting, yaitu keluarga.

Berawal dari chatting dengan mantan teman sekantor dulu dan menanyakan gimana kabar kantor, perkembangan bisnis yg dilakukan oleh bos, dll. Ternyata hanya berselang 3 bulan saja semua sudah berubah. Member forum yg tadinya newbie-newbie dan sedikit para master di sana, sekarang sudah ‘diracuni’ oleh master-master dari forum sebelah. Kasihan para newbienya, jadi plonga plongo nggak ngerti, hehe..

Penghasilan para master-master internet marketer Indonesia itu gila-gilaan! Jangan dihitung berapa nol di belakangnya, ngerii… Sampai saya mikir, sebenarnya yang diajarkan oleh bosku dulu adalah part time, yang tidak meninggalkan pekerjaan utamanya sebagai pekerja kantoran atau pebisnis offline. Tapi kalau melihat dari usaha mereka hingga penghasilannya ribuan dollar per bulan, sepertinya mereka bukan pekerja kantoran atau dilakukan benar-benar full time.

Ada sich salah satu master yang saya kenal, dia memang awalnya pebisnis, dia cerdas, lalu kenalan dengan internet marketing bisnis online, tambah kaya raya dia :)) dia bebas melakukan bisnisnya full time, lha wong dia ga kerja aja sudah ga mikir besok makan apa.

Jangan salah.. internet marketer yang sukses di Indonesia yang penghasilannya gila-gilaan banyak lho, tetapi mereka rata-rata tidak ingin berbagi ilmunya, karena takut suatu hari nanti akan dikenai pajak. Oh ya, sampai saat ini sepertinya belum ada ya undang-undang atau aturan pajak yg mengenakan pada pajak penghasilan offline? Oh.. pantas saja orang lebih memilih berbisnis offline daripada online.

Oh ya, darimana kesalahannya?

Sama seperti pebisnis, semakin sukses dia akan semakin sibuk, bukan mempunyai banyak waktu luang lho ya.. Menurutku sih seperi itu. Okelah para internet marketer itu bekerja di rumah, tapi ya masak di rumah terus? Terus tiba-tiba kaya apa orangtuanya, mertuanya, tetangganya, nggak curiga? Darimana dia mendapatkan banyak uang tapi dirumah aja? Sedangkan bisnis saja dia ga punya. Apa melihara babi ngepet? Atau menggelapkan uang nasabah? Atau menipu lewat facebook? Pasti yang diutamakan adalah curiga negatif thinking. Biasalah.. terlebih lagi kalau suaminya yg ga kerja yg jadi internet marketer, terus istrinya yang kerja. Pasti dicap suami malas, yang kerja banting tulang istrinya, karena yang kelihatan tetangga adalah istrinya yang pergi pagi pulang sore. Tetangga-tetangga nggak akan mau mengerti hal seperti itu, namanya juga hidup di Indonesia. Beda dengan orang Amerika sana, mereka kan cuek-cuek, ga percaya sama namanya pelihara tuyul2an, babi ngepet2an, pesugihan, dll.

Makanya.. buat teman-temanku yang cowok, yang mikir untuk resign dari pekerjaannya dan memilih kerja online di rumah, coba pikir lagi dech.. Ada baiknya yang bekerja di rumah online itu istrimu. Kalau istri wajar di rumah, terlebih lagi apabila bisa menghasilkan uang tambahan yang halal, itu adalah nilai plus! Tapi efeknya.. istrimu jarang dandan, gak terlihat cantik dan mempesona, dan cepat tua karena terus berada di rumah dan gaulnya dengan internet saja. Beda dengan istri yang kerja kantoran, yang selalu tampil cantik, wangi, mempesona!

Sekarang dari sudut pandang orangtua dan mertua. Mertua pasti ingin anak gadisnya mendapatkan calon suami yang lulus kuliah dengan tepat waktu, nilai bagus, diterima di perusahaan terkenal walau gaji ga seberapa daripada penghasilan online. Mereka punya nilai plus untuk membanggakan menantunya di depan teman-temannya, tetangganya, kerabatnya, dll. Mereka tidak akan bangga dengan penghasilanmu 100.000 juta dollar per bulan tapi mereka nggak ngerti kamu kerja di mana. Paling-paling yang ngerti tentang pekerjaanmu adalah teman-temanmu di dunia maya, teman-teman sepergaulanmu, dll.

Solusinya.. kamu tetap bekerja di kantor dan menjadi internet marketer secara part time untuk mengumpulkan modal usaha. Lalu dari uang tabunganmu itu kamu wujudkan untuk bisnis offline. Istri/pacarmu kamu ajarin tentang internet marketer. Setelah dia mahir, dia yg menghandle usaha onlinemu. Kamu bisa resign dari pekerjaan kantoran dan fokus pada bisnismu yg kamu bangun dari nol tsb, dari modal bekerja di kantoran dan bisnis online. Dengan begitu semua sama-sama enak. Kamu punya banyak waktu luang untuk keluarga/pacar. Bisa keliling dunia sesuka hati, beli gadget terbaru yang kamu mau, ga pusing mikirin besok makan apa.

Intinya adalah, jangan pernah meninggalkan tugasmu sebagai anak kuliahan yang lulus kuliah dengan nilai bagus. Buat apa punya banyak uang kalau kuliah aja sampe 7 tahun, paling parah ya ga lulus kuliah. Malu sama anakmu kelak.. masa tahun 2000an masih ada yang gak lulus kuliah (kecuali emang dari keluarga yang tidak mampu). Tapi saya yakin, kamu semua mampu kok. Buktinya ngerti bisnis2 online gitu, punya komputer/laptop, bisa langganan internet, punya blackberry, dll.

Tulisan ini untuk teman-temanku yang masih kuliah/kerja yang lahir tahun 1980 ke bawah yang sekarang lagi bergelut dengan bisnis online. Kalo yg lahir 1980 ke atas, sudah uzurr.. percuma dinasehati, sudah bau tanah, terserah mau full time apa engga, EGP. Hehehe..

Have a nice monday..

9 Comments on Kesalahan Fatal Internet Marketer

  1. novi
    11 April 2011 at 7:03 PM (4 years ago)

    mencerahkan.

    tapi endingnya ga enak banget. masa saya bau tanah :p

  2. aRuL
    11 April 2011 at 7:31 PM (4 years ago)

    wah… setelah nikah terbuka semua pemikiranmu ya brill :)

  3. Brillie
    11 April 2011 at 7:35 PM (4 years ago)

    Makanya dari dulu saya nggak suka pacaran apalagi punya suami blogger atau internet marketing minded, bukan tipe saya!

  4. Frenavit
    11 April 2011 at 8:32 PM (4 years ago)

    Alhamdulillah saya terjun di dunia PR ing.. hehe.. Bisnis Online, cuma sampilan mbak.. Siip.. Mantap tulisannya!!

  5. arif
    11 April 2011 at 8:43 PM (4 years ago)

    gt y..dr dl aq pngen msuk k dunia itu.tp smp skrng msh goblok,lum ngerti sma sx mslh seluk bluk dunia itu.
    d otakku ada 2 jl:
    1)mau msuk dunia maya.
    2)sbg orng teknik.
    akhirnya aq cnderung k opsi k 2.jd orng teknik mesin.bsa dblng aq bsa smua tntng mesin.dr rncng bngun smp repair.
    nah opsi p1 smp skrng msh jd cita2.cma bngung memulainya gmn?
    beri masukkan jg petunjuk dong :).please.

  6. Vay
    11 April 2011 at 10:48 PM (4 years ago)

    sing penting duite akeh.
    isok gawe buka bisnis liyane, macam cafe, stock barang.
    isok invest property, ruko, apartemen.
    duit bukan segalanya, tapi dengan duit bisa beli barang, bisa bersedekah.
    Jadi setelah punya duit banyak dari internet.
    sewalah kantor yang murah, yang 500.000 sebulan. kerjanya dari sana, keliatan kalo kerja. hire pegawai juga biar mudah kerjanya ada yang bantuin nulis artikel dan cari backlink.
    hasilnya juga bisa buat nyicil beli property, bisa buat kantor juga bisa buat usaha, dilihat ama mertua atau ortu juga sip.
    cobalah liat para startup lokal, yang kemaren di acara suwec. itu juga hebat-hebat. Salut pokoknya dengan mereka, sekarang masih mimpi mo buat applikasi begituan dan start up kayak nulisbuku.com
    So tinggal bagaimana melihat dari sudut pandangnya. so apakah tetap berkutat dengan internet marketing selamanya ataukan melakukan pengembangan bisnis setelah internet marketingnya maju?
    its up to you guys.

  7. sibair
    12 April 2011 at 9:09 AM (4 years ago)

    Sepertinya ini pengalaman pribadi yang tertuang jadi tulisan ya mbak.. apa tetangga juga mikir yang enggak2 gitu? padahal klo di jelasin kan bisa-bisa saja ya.. tapi tetep aja culture orang Indonesia yang selalu beranggapan kerja itu ya di kantor bukan di rumah.. hehe

    Tapi kuliah ya harus tetep dong :D

  8. Kimya
    28 April 2011 at 7:21 PM (4 years ago)

    hehehe…aku baca postingnya full.. rasanya aku koq seperti dimarahi senior ospek di kampus ya? ni q coba belajar dikit2 yang namanya bisnis online sperti apa sich.. thx banyak dah ngingetin.. aku sepakat dengan @ kang Sibair, tetangganya mestinya diajarin juga mbak.. aku banyak kenal lho orang2 berpendidikan rendah suka ngajak ke warnet.. urusan Togel mestinya.. nach orang-orang yang kaya gini nich daripada ke warnet urusan togel kan mending diajari bisnis online yang halal.. betul tidak?

    Yang setuju tunjuk jari :)

  9. tukag bacot
    10 May 2011 at 1:06 AM (3 years ago)

    eee.. ternyata malah curhat.. ha ha ha haha hahahahhahahhaha

Leave a Reply