Orangtua Idaman, Kamu ingin jadi orangtua seperti apa?

Apakah orangtuamu tipe orangtua idaman yang suka nyuruh2 anaknya belajar, ngerjain PR, pokoknya terima beres rapot anaknya bagus? Kalau rapot jelek pastinya bikin malu dan ujung-ujungnya menghalalkan segala cara agar nilai dan rapot bagus. Salah satunya mencontek!

Saya mengakui, saya adalah salah satu produk anak gagal yang pernah mencontek. Hanya takut bikin malu orangtua.

Sebagai orangtua, pokoknya gimana caranya anaknya dapat nilai bagus, pinginnya sih nggak mencontek, sampai diikutkan les bimbingan belajar dimana-mana.

Tapi harapan yang begitu tinggi dari orangtua membuat anak tertekan,, naluri anak adalah malas belajar. Saya akui itu.

Jadi, sebagai orangtua baru saya nggak pingin anak saya dapat nilai bagus. Ya! saya nggak pingin nevan punya rapot bagus tapi saya nggak punya andil di dalamnya.

Orangtua Idaman

Orangtua harus legowo dan bangga kalau nilai anaknya jelek. Harus bisa membuat anak comfort dan membantunya melewati masa-masa down ketika dia merasa bodoh dengan nilai yang didapatnya, bukan malah memarahi dan menjadi malu. Seakan-akan membiarkan dan menyalahkan kepada anak kalau dia nggak belajar.

Orangtua harus menerapkan nilai kejujuran. Terapkan kalau orangtua nggak keberatan nilainya jelek, nggak marah, nggak malu asal memang itulah hasil yang didapat, bukan hasil mencontek.

Ketika ada PR, orangtua ikut membantu memberikan solusi jika anak bertanya. Ketika akan menghadapi ujian, orangtua ikut mengawasi anak belajar di rumah. Orangtua ikut memotivasi anak setiap hari.

Sepintar apapun (S1,S2,S3) dan setinggi apapun jabatan ayah atau ibunya di kantor (ceo, manager, direktur) tapi nggak bisa bantuin anaknya mengerjakan PR sekolah,, itu dimata seorang anak kalau ortuanya goblok! Mau jadi orangtua goblok dimata anak? Jadilah orangtua idaman dengan menyempatkan diri mengecek dan membantu PR anakmu sesibuk dan secapek apapun kondisimu.

Hingga pada saatnya orangtua menerima rapot anaknya,, hal itu tidaklah menjadi penting lagi. Karena penilaian orangtua tentang kemampuan anaknya sudah dapat dia ketahui sendiri, tanpa bantuan rapot dari sekolah.

Orangtua yang melihat nilai akademis anaknya jelek di beberapa mata pelajaran, jangan justru memaksa anak untuk ikut les pada mata pelajaran itu agar nilainya bagus. Tanyalah padanya kenapa nggak suka pelajaran itu? Biasanya,, nilai jelek dipengaruhi oleh banyak faktor: Guru yang nggak enak, pelajaran yang memang tidak disukai anak, atau anak yang kesulitan memahami.

Coba bantu anak memahami pelajaran yang nilainya jelek itu dengan cara yang menyenangkan, misal belajar melalui Youtube, buku bergambar atau mencari narasumber lain untuk menjelaskan dengan fun!

Kembangkan kreativitas anak. Jangan melarang anak bermain bola, ngeband, menggambar, dll hanya karena takut nilai sekolahnya jelek dan nggak fokus belajar. Justru kembangkanlah kreativitas anak itu, karena skill itulah yang akan menghasilkan uang dan membuat sukses anak dikemudian hari.

Tanyalah kepada anak, dia ingin orangtua yang seperti apa? Terimalah kritik dan saran yang anak berikan.

Semua hal-hal itu yang pernah saya rasakan,, saya merasa sebagai anak yang hidupnya nggak nyaman. Tapi saya nggak bisa menyuruh orangtua saya stop menyuruh-nyuruh saya belajar daripada mengembangkan kreativitas.

Saya mungkin tidak mendapatkan orangtua idaman yang sesuai keinginan saya. Saya belajar dari orangtua saya dan mertua, mengambil hal-hal yang menurut saya baik yang akan saya terapkan dalam mendirik anak. Selebihnya yang buruk dari orangtua dan mertua saya ya tidak saya ambil.

Saya mungkin belum menjadi orangtua yang baik, masih suka marah, suka pukul anak, belum sabar, dsb. Tapi saya berusaha untuk memperbaikinya, belajar agar menjadi orangtua yang lebih baik lagi.

Orangtua Idaman

You May Also Like..

6 Comments on Orangtua Idaman, Kamu ingin jadi orangtua seperti apa?

  1. Anton
    04/03/2014 at 1:07 pm (3 years ago)

    Setiap ortu pasti pengin jadi ortu idaman buat anak2nya ya… Kalo aku sih penginnya bisa menanamkan kemandirian pada si anak, karena anak cerdas belum tentu mandiri hehehe. Kecerdasan bisa karena turunan/genetik tapi kemandirian hanya bisa didapatkan dengan latihan…#bener nggak ya?

    Reply
  2. ndop
    04/03/2014 at 6:59 pm (3 years ago)

    Walah, ibukku kalau sama aku selalu merendah begini, “Aku pancen wong goblok kok ndop”, Trus diriku gak terima. Selalu aku bilang, “Ibuk nggak goblok lah, soalnya anaknya aja pinter, kayak aku.. ”

    *tetep ya, sombong hahahhahaha*

    Reply
    • Brillie
      05/03/2014 at 9:55 am (3 years ago)

      @mas ndop: Hehe.. ada beberapa kasus ortu memang sadar pendidikan dia nggak tinggi, jadi iklas kalau nggak bisa banyak membantu anaknya. Mertuaku jg pendidikannya gak tinggi tapi anak-anaknya pinter2. Mungkin karena low expectation itu tadi,, jadi anak nggak dibuat terbebani dan akhirnya malah jadi pintar karena memang menyukai ilmu yg dia dapat di sekolah, bukan karena nilai.

      Tapi yg terjadi banyak orangtua yang pendidikannya tinggi, pokoke terima beres anaknya ikut les dan nilainya tinggi. Kalau anaknya nggak ngerti malah digoblok-goblokin trus sebagai orangtua malah malu punya anak gitu, nggak mencari solusi pendekatan psikologis.

      Reply
  3. Ceritaeka
    06/03/2014 at 2:00 pm (3 years ago)

    Bakalan banyak belajar soal jadi orang tua nih 😀

    Reply
  4. Hybrid vehicle
    10/03/2014 at 11:20 am (3 years ago)

    saya ingin jadi orangrua yang biasa saja, tetapi anak saya luar biasa…

    Reply
  5. Name*
    13/10/2016 at 10:06 pm (2 months ago)

    Kalo saya pengin jadi orangtua yang berkelas yang berwibawa. supaya anaknya pun ikut keren dan terhormat.
    Gx mau miskin. Pokonya harus kaya raya.
    Biar anak tidak Kecewa.

    Reply

Leave a Reply


*