Ribetnya Mengurus Double Record E-KTP Bag II

Postingan ini adalah sambungan dari cerita sebelumnya tentang double record e-ktp.

Di Tangerang, aku melakukan rekam e-ktp lagi dengan NIK baru (NIK yang berasal dari Surabaya). Tetapi dataku ditolak dengan alasan double record. Sidik jadi, tanda tangan, dll sudah ada di database, sehingga e-ktpku tidak bisa dicetak. Salah satu caranya adalah meminta dispenduk Sidoarjo memberikan rujukan agar data tersebut dihapus oleh pusat.

Setelah mendapatkan kesempatan untuk pulang kampung ke Sidoarjo, akhirnya kami ke Dispenduk Sidoarjo. Pihak Sidoarjo tidak dapat semerta-merta menghapus data NIK lama karena tidak ada surat permintaan tertulis dan resmi dari Dispenduk Tangerang. Wah gimana ya.. dari Tangerang kami juga nggak diberikan apa-apa, cuma disuruh ke Sidoarjo.

Akhirnya kami diberikan dua solusi saat meninggalkan Dispenduk Sidoarjo.

1) Kami diberikan surat keterangan pindah dari Sidoarjo ke Surabaya yang menunjukkan bahwa aku (yang bersangkutan memang sudah bukan warga Sidoarjo).

2) Kami disuruh menjelaskan kronologi masalahnya (sampai bisa muncul NIK baru) kepada Dispenduk Surabaya. Kami disuruh langsung mengahap Mr. X.

Esok harinya kami ke Dispenduk Surabaya di Manyar. Suamiku bertemu dengan Mr. X dan menjelaskan semuanya. Akhirnya Mr. X berbicara dengan staffnya dan Mr. X memberikan surat rekomendasikan untuk langsung ke bagian IT Dispenduk Tangerang.

Sebenarnya permasalahan ini gampang diselesaikan, nggak perlu ribet. Nggak perlu birokrasi yang rumit harus pakai surat rujukan inilah, itulah yang memakan waktu. DBA tinggal hapus NIK atau merubah NIK yang salah menjadi benar.

Memang profesi DBA itu dituntut kejujuran tinggi, karena bisa saja disalahgunakan. Tapi kan aku bukan kriminal. Kami cuma mau buat kartu keluarga dan KTP sebagai syarat warga negara yang baik, untuk mengurus surat-surat rumah, kendaraan, pajak, ngurus akte kelahiran, ikut pemilu, dll.

Kembali ke Tangerang

Setelah seminggu berada di Sidoarjo dan Surabaya, akhirnya kami kembali ke Tangerang. Nggak perlu nunggu lama, suamiku langsung mengunjungi Dispenduk Tangerang dan langsung menuju ke bagian IT atas rujukan Mr. X dari Dispenduk Surabaya. Aku yakin sesama IT di tiap Dispenduk pasti berkoordinasi. Akhirnya NIKku diperbarui dan kartu keluarga kami yang baru bisa dicetak. Bulan depan e-ktp kami dengan alamat Tangerang pun bisa diambil. Alhamdulillah.

Aku tanya suamiku apakah perlu ‘nyogok’ atau bayar administrasi? Ternyata enggak perlu bayar biaya apa-apa. Padahal sebelum-sebelumnya saat mengurus surat pindah, setiap kali menaruh berkas atau mengambil berkas harus bayar Rp 25.000.

Mungkin tiap kota kebijakannya berbeda-beda. Di Surabaya, sama sekali tidak dipungut biaya apapun saat mengurus surat-surat, mulai dari Kelurahan, Kecamatan, Dispenduk. Harusnya gitu kan ya? karena karyawan PNS kan sudah digaji pemerintah.

Kalau menurut pengalaman suamiku kemarin di Tangerang, di Kelurahan Poris dimintai 20ribu, Kecamatan Cipondoh sekitar 20-25ribu, Dispenduk 25ribu. Karena dari Surabaya yang terbiasa GRATIS, ya kami agak kaget, hehe. Tapi kalau orang-orang JABODETABEK mungkin sudah biasa kali ya kalau ada biaya administrasi yang tidak tertulis. Tapi positif thinking aja, mungkin biaya-biaya itu untuk memberikan insentif kepada pekerja honorer, OB, perbaikan prasarana di sana.

Ya sudahlah, yang penting masalahku sudah selesai. Terima kasih kepada Dispenduk Sidoarjo, Dispenduk Surabaya dan Dispenduk Tangerang.

Saran

Saran aja buat teman-teman yang punya pengalaman hampir sama. Coba bicarakan baik-baik dengan pihak Dispenduk kota yang bersangkutan kronologi masalahnya. Misalnya masalahmu beda NIK, beda nama, beda tanggal lahir, alamat dll. Trus minta solusi sejelas-jelasnya apa yang harus kamu lakukan.

JANGAN TERBURU-BURU MENGGUNAKAN JASA CALO untuk mengurus surat-surat dengan biaya yang MAHAL. Cobalah untuk mengurus sendiri, karena seharusnya hal tersebut tanpa biaya. Kalaupun ada, biayanya tidak semahal yang diberikan oleh CALO. Memang sih mengurus sendiri itu butuh waktu dan tenaga, memang tidak cocok untuk orang yang sibuk atau tidak mempunyai jatah cuti yang banyak.

Sekali-lagi itu terserah anda. Kalau anda punya sedikit uang, silahkan mengurus sendiri. Kalau anda berpendapat waktu anda lebih berharga dan bagi anda mengeluarkan uang untuk biaya calo tidak ada masalah, ya gpp silahkan aja. Semuanya sah kok.

Semua bisa diselesaikan asalkan kita mau sabar mengikuti setiap prosedurnya, surat-surat kita sebisa mungkin dilengkapi agar pada saat sampai di sana tidak sia-sia dan anda tidak merasa kerja dua kali.

Good Luck!

You May Also Like..

8 Comments on Ribetnya Mengurus Double Record E-KTP Bag II

  1. ndop
    17/10/2015 at 8:53 pm (1 year ago)

    Wah salut untuk tidak emnggunakan jasa calo mbak. Keep on doing on the right track!

    Reply
  2. ekopriyanto
    02/02/2016 at 2:47 pm (10 months ago)

    salam hormat
    saya menanyakan kepetugas pembuatan ktp kecamatan…
    nik lama 3671092503790007.. nik baru saya 3671092501790002… tanggal lahir saya 25-03-1979
    nik baru saya bagian bulan jadi beda… pertanyaannya…? apakan tidak akan jadi masalah dengan data-data saya yang ada di STNK, SIM, BANK, dll….
    saat pembuatan E-KTP foto copy KTP lama, surat dari RT/RW ada dan fomr kelurahan dilampirkan… kejadian ini sudah terjadi dulu… saat pertama ada pembuatan e-ktp…. sy kembalikan lagi dan sy ambil ktp manual saya… sekarang wajib katanya E-KTP… sy daftar lagi … muncul nik yang tdk sesuai bulan kelahiran… Mohon solusi kepada pihak terkait… karna kejadian ini menimpa pada tetangga… tanggal lahir salah… otomatis nik berubah

    Reply
    • clotee
      29/02/2016 at 10:16 am (9 months ago)

      sebenarnya bisa diselesaikan, langsung saja datang ke dispenduk kota anda, langsung ke kepala bagiannya dan minta permohonan ubah tanggal lahir (karena NIK tidak bisa diubah).. jadi data yang diubah adalah data tanggal lahir, bukan data NIK.

      kalau di tangerang sih saya langsung ke tim IT dispenduknya, mengubah itu cepat dan gampang. cuma karena proses birokrasi dan masih harus ada ‘uang pelicin’, sehingga hal yang selepe menjadi rumit.

      Reply
  3. absori
    03/03/2016 at 10:44 am (9 months ago)

    syarat penghapusan ektp apa aja ya?mohon bantuanya, karena saya mau bikin ektp dikota salatiga tapi saya sudah punya ektp dijakarta, karena saya punya 2 NIK yg berbeda, terima kasih

    Reply
  4. rudyyy
    04/04/2016 at 6:53 pm (8 months ago)

    tolong bantuan .
    permasalahan ktp sya ini pertama rumah di jakarta timur .
    terus pindah ke tangerang … di tangerang sya urus ktp buat pindah alamat . dan jadilah ktp tangerang (ktp biasa )
    setelah saya mau urus ektp . ktp biasa diambil . dan udah berbulan2 tidak ada hasil
    ternyata ktp sya si tangerang itu salah . ternyata pindahan dari jakarta itu belum dicabut .
    nah yg sya mau tanyakan
    nanti saya ke dinas catatan sipil wil jaktim yg sya bawa apa ya
    sedangkan ktp dan kk saya sdh diambil dr dinas cttan sipil tangerang . ?
    byk yg blng ini jadi ktp duplikat atau 2 ktp ..
    pusing jg urusny ya :-).
    mungkin master2 sini ada yg senasib sama sya kejadiannya
    tlng di share yg sd

    Reply
  5. Paeno
    12/05/2016 at 10:28 pm (7 months ago)

    Salam hangat,
    Terimakasih udah di share pengalamannya.
    Soalnya kbetulan saya juga cari” solusi soal dobel scan mata dan sidik jari EKTP,Soalx ktp lama ikut jyapura dan skrg lamongan,dtang melapor eeeeh suruh cabut berkas djayapura tiket aja PP 6jt blum hotel dll blum urusan kerjaan di lamongan,ribet gak tu,kapan sih pinternya system kita bukanx dg EKTP jd mudah dan tertata eh mlah ribet dan jd cara buat cari ongkos ehm”… sama sioknum….
    Birokrasi apaan mcam ni…
    Gak pinter blas gak gamblang blas gak mbantu blas giliran belanja pengadaan alat ektp sueneng cakar cakaran duit negoro duite sopo yo masyarakate negoro sing diobraki mbayar pajek….
    Yo kok aneh to sri” negoromu.

    Reply
  6. Lisa
    23/10/2016 at 5:42 pm (2 months ago)

    Assalamualaikum mba, saya juga seperti pengalaman mba yg double record. Saya mau tanya pas ke surabaya langsung ke dispenduknya atau melalui surat pengantar rt rw, kelurahan, dan kecamatan baru ke dispenduk? Bila pakai surat pengantar keterangannya apa ya mba? Saya bingung mulai darimana ????.

    Thanks^

    Reply
  7. tika
    08/11/2016 at 10:21 am (1 month ago)

    kasusnya persis sama dengan suami saya (pindah dari medan ke tangerang kota) dahulu sebelum suami saya menikah dengan saya dia sudah pindah dari medan ke tangerang dengan memiliki kk sendiri. namun disyangkan nik yg terdaftar di surat pindah tidak di cetak sama dengan nik di ktp tangerang (disini kondisinya nik di surat pindah sudah EKTP (tanpa disadari suami karena pada tahun 2011 tidak tau prosedur nya gimana suami tidak mengerti sudah rekam apa belum karena pd saat itu cuma dtg foto saja) tapi suami saya tidak perhatikan pada saat itu nik di ktp dan surat pindah beda. timbul maslah saat perubahan status kk menikah dengan saya, suami saya disuruh rekam karena nik di ktp belum ektp (karena nik di ktp tidak sama dengan surat pindah yang tidak disadari suami) setelah itu saya cek ulang lho sya suami bingung mengapa nik nya beda? saat saya lihat di copy surat pindah dahulu. lalu saya dan suami lapor lah ke dukcapil tangerang, satu2 nya sisa copy surat pindah suami saya saya serahkan ke capil tangerang tanpa saya copy lagi.hasilnya nik dahulu sudah ektp di masukan oleh capil tangerang ke kk yg baru dan ke surat nikah kita. nik yg baru di hapus dengan pdhl sudah rekam (otomatis nik nya ganda di sistem capil tangerang). saat ini ektp suami saya tidak bisa cetak karna nik ganda dengan alamat yang sama, dan pihak capil tangerang minta kami minta surat pindah baru dari medan, padahal sudah cabut berkas dari medan, sampai saat ini kami bingung solusi nya apa karena medan jauh, kami di sini bekerja, orang tua tidak mungkin urus karna sudah tua. apakah solusinya…

    Reply

Leave a Reply


*